Baru-baru ini, Bandung mendapat predikat sebagai kota termacet se-Indonesia oleh Update of the Asian Development Outlook, yang dirilis Asian Development Bank (ADB). Di tingkat Asia, Bandung berada di urutan ke-14 kota termacet, berada di atas DKI Jakarta yang berada di urutan ke-17, lalu Surabaya di urutan 20
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, atau yang kerap disapa Kang Emil mengatakan, untuk mengatasi kemacetan di Bandung, pihaknya tengah menyiapkan beberapa kebijakan, misalnya kebijakan ganjil genap.
"(Termasuk ganjil genap) Semua yang baik-baik, kita praktikkan," ujarnya.
Di sisi lain, lanjut Emil, pihaknya juga tengah mempersiapkan beberapa infrastruktur transportasi umum yang nyaman dan murah. Menurutnya, transportasi publik adalah hal yang utama untuk mengatasi masalah kemacetan.
Mantan Wali Kota Bandung itu menambahkan, bila kualitas transportasi publik sudah baik, ia yakin, masyarakat akan mau berpindah dari kendaraan pribadi. Salah satu contohnya dengan adanya MRT di Jakarta atau KRL di Jabodetabek.
Memperbanyak jalur kereta api dan jalur pejalan kaki juga akan dilakukan oleh Kang Emil. Perbaikan jalur ini dilakukan di 27 kota/kabupaten se-Jabar, agar masyarakat tidak manja dengan selalu menggunakan kendaraan pribadi.