Lifestyle
Perhatikan dan Pahami, 4 Pertanyaan untuk Diri Sendiri Sebelum Menikah
Menikah adalah ibadah terpanjang seorang manusia. Jadi, kita harus menikah dengan segala pertimbangan dan kesiapan. Yang utama adalah kesiapan diri sendiri. Karena, menikah bukan hal yang mudah. Mungkin menikahnya mudah, tapi kehidupan setelah menikah tidak sekadar tentang kemudahan saja.
Selain sibuk menginterogasi calon pasangan, alangkah lebih baik apabila kita juga sibuk menanyakan kepada diri sendiri. Percuma juga kalau calon pasangan kita sudah siap secara keseluruhan, namun dalam diri sendiri kita masih merasa bimbang.
Jadi, cobalah untuk menanyakan pertanyaan di bawah ini kepada dirimu sendiri, ya!
1. Siapkah aku menikah?
Apakah kamu sudah siap untuk menikah atau masih ragu-ragu? Kalau belum merasa mantap untuk menikah, maka jangan pernah coba-coba, ya! Pasalnya, ketika kamu sudah bersedia untuk masuk ke dalam lingkaran pernikahan, maka kehidupanmu akan terus berjalan. Kamu akan terjebak.
Kalau kamu benar-benar merasa siap, tentu kamu sudah memahami tanggung jawab yang akan kamu emban nantinya. Segala risiko, sudah kamu perhitungkan. Ketika kesiapan dalam dirimu sendiri masih setengah-setengah, maka besar kemungkinan bagimu untuk kalah dengan ego dirimu sendiri.
Sementara setelah menikah, tidak semudah itu untuk berpisah. Banyak pertimbangannya, apa lagi setelah memiliki anak. Pasti kamu akan merasa serba salah.
2. Apa alasanku menikah?
Setelah itu, mantapkan dalam hatimu perihal alasanmu menikah. Apakah karena usia yang sudah dianggap tidak muda? Perjodohan orang tua? Menyempurnakan separuh agama? Atau yang lainnya.
Katanya, semua hal yang terjadi adalah tergantung dari niat. Jadi, kamu harus meluruskan niat dan memantapkan hati perihal tujuan pernikahanmu ini. Hal tersebut dilakukan agar setelah kamu berumah tangga, kamu akan memahami ke mana kamu akan membawa arah. Jangan sampai kamu kehilangan arah.
3. Apakah mau bersusah payah?
Apakah tujuanmu menikah adalah untuk bersenang-senang? Hal ini merupakan opini yang keliru. Berapapun kaya rayanya pasanganmu, kehidupan rumah tangga tidak melulu tentang harta benda.
Apa pun jalannya, akan ada masanya dalam rumah tangga kamu merasa susah, sedih, ada masalah, dan itu merupakan hal yang wajar. Murni bentuk ujian dari Tuhan untuk membuat kita menjadi manusia yang lebih kuat dan konsisten.
Jadi, akan tetap ada masanya kamu sedih dan susah. Hanya saja cara setiap pasangan mendapatkan hal tersebut, tidaklah sama. Pun juga dengan besar pembelajaran yang bisa diambil oleh suka, sukar, sedih, dan masalah itu. Semua orang punya takarannya sendiri.
Jadi, kamu tetap harus bersiap diri dan hati untuk menghadapi segala hal yang ada dalam rumah tangga. Bukan tentang senang-senangnya saja.
4. Ingin kehidupan seperti apa?
Setelah berumah tangga, kamu ingin kehidupan yang seperti apa? Apakah kehidupan fokus mencari uang siang dan malam? Fokus mengurus rumah tangga saja? Tinggal di mana? Hidup dengan penuh kemewahan atau hidup sederhana? Dan lain sebagainya.
Keinginanmu dalam penggambaran hidup setelah menikah menjadi penentu bagaimana kamu akan membawa hidupmu dan menjalaninya dengan cara yang seperti apa. Bayangkan mulai sekarang, pahami langkahnya, dan persiapkan diri untuk masa itu.
Itu dia 4 pertanyaan yang harus kamu tanyakan pada diri sendiri sebelum menikah. Pahami mulai sekarang, ya!