Konsep diri menjadi hal penting bagi setiap individu untuk memahami siapa dirinya sebenarnya, apa yang diinginkan, dan bagaimana ia berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Lebih lanjut dari Agustiani (2009) mengungkapkan konsep diri merupakan gambaran yang ada dalam diri seseorang tentang dirinya sendiri, yang dibentuk melalui pengalaman-pengalaman yang diperoleh dari interaksi dengan lingkungan baik itu lingkungan pertemanan maupun masyarakat. Konsep ini tidak termasuk dari bawaan lahir atau keturunan, melainkan perkembangan dari lingkungan individu itu sendiri. Namun, dasarnya memang terbentuk sejak kecil yang terbawa hingga lini kehidupan selanjutnya.
Senada dengan Rogers (1997) konsep diri adalah bagian sadar dari ruang fenomenal yang didasari dan disimbolisasikan, yaitu “aku” merupakan pusat referensi setiap individu yang secara perlahan – perlahan dibedakan dan disimbolisasikan sebagai bayangan tentang diri yang mengatakan”apa dan siapa aku sebenarnya” dan “apa sebenarnya yang harus aku perbuat”.
Selanjutnya untuk faktor pembentukan dari konsep diri dari hasil penelitian oleh Fitts, dalam penelitiannya yang dikutip oleh Agustiani (2006), terdapat tiga faktor penting yang mempengaruhi konsep diri seseorang:
1. Pengalaman
Sesuai dengan esensinya, pembentukan konsep diri tidak terlepas dari faktor pengalaman individu dalam menjadikannya konsep dalam diri yang utuh. Pengalaman yang paling memengaruhi adalah pengalaman interpersonal individu yang memunculkan perasaan positif dan perasaan berharga karena individu akan mudah mengingat hal-hal yang berkesan dan memiliki intensi untuk berulang sehingga terbentuklah konsep diri pada diri individu tersebut.
BACA JUGA: 5 Tips Cerdas Membeli Barang Preloved Branded, Hindari Penipuan
2. Kompetensi
Kemampuan individu dalam menjalani kehidupan juga merupakan salah satu faktor pembentukan bagaimana individu memahami dirinya. Terutama pada sisi kelebihan ataupun bakat individu. Kelebihan atau kemampuan individu yang paling individu itu hargai atau yang paling disukai akan dengan mudah membuatnya mengerti bahwa "aku" seperti apa.
3. Aktualisasi Diri
Selanjutnya aktualisasi diri. Pengalaman dan kompetensi saja tidak cukup tanpa dihadiri oleh keinginan aktualisasi diri. Layaknya dalam psikologi humanistik teori mendasarnya mengungkapkan bahwa setiap individu memiliki kecenderungan untuk mengaktualisasi dirinya. Dari keinginan inilah yang membawa individu ke arah pencapaian potensi terbaiknya dan mempertajam fokus pada tujuan hidupnya. Ketika seseorang telah mengaktualisasi dirinya, ia merasa puas dengan pencapaiannya dan mampu memperlihatkan kualitas hidup yang lebih baik.
Untuk itu, konsep diri akan sangat membantu dalam menemukan jati diri, arah karir, arah jalan hidup dan seterusnya. Banyak hal yang bisa dieksplorasi ketika mampu menemukan konsep diri. Semoga bermanfaat!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS