KWaS Pamerkan Dapur Kayu Jati Bersertifikat FSC di JIFFINA 2026: Awet, Kuat, dan Eco-Friendly

M. Reza Sulaiman
KWaS Pamerkan Dapur Kayu Jati Bersertifikat FSC di JIFFINA 2026: Awet, Kuat, dan Eco-Friendly
KWaS memperkenalkan konsep KWaS Omah Kayoe yang menghadirkan rangkaian peralatan dapur unggulan dengan tiga nilai utama: awet, kuat, dan ramah lingkungan. (Dok. KWaS)

Isu keberlanjutan (sustainability) kini bukan sekadar tren sesaat, melainkan telah menjadi standar baru dalam industri gaya hidup global. Konsumen internasional, terutama dari Eropa dan Amerika, semakin kritis menuntut transparansi rantai pasok dan penggunaan material ramah lingkungan dalam produk furnitur serta dekorasi rumah yang mereka beli.

Merespons tingginya permintaan pasar global terhadap produk hijau tersebut, pameran furnitur dan kerajinan berskala internasional, Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (JIFFINA), kembali digelar. Memasuki edisi ke-10, JIFFINA 2026 menegaskan peran strategis Indonesia sebagai pusat pengadaan (sourcing hub) produk gaya hidup berbasis alam yang kompetitif.

Pameran yang mempertemukan produsen lokal dengan pembeli (buyer) internasional ini dijadwalkan berlangsung pada 7–10 Maret 2026 di Jogja Expo Center (JEC). Mengusung tema “The Right Sources for the Eco Lifestyle Products”, ajang ini menjadi etalase bagi inovasi desain dan standar kualitas internasional dari para pengrajin tanah air.

KWaS memperkenalkan konsep KWaS Omah Kayoe yang menghadirkan rangkaian peralatan dapur unggulan dengan tiga nilai utama: awet, kuat, dan ramah lingkungan. (Dok. KWaS)
KWaS memperkenalkan konsep KWaS Omah Kayoe yang menghadirkan rangkaian peralatan dapur unggulan dengan tiga nilai utama: awet, kuat, dan ramah lingkungan. (Dok. KWaS)

Standar Tinggi Produk Kayu Indonesia

Sebagai ajang business-to-business (B2B), JIFFINA 2026 tidak hanya menjadi ruang transaksi, tetapi juga validasi kualitas produk Indonesia di mata dunia. Salah satu sektor yang menjadi sorotan utama adalah peralatan rumah tangga berbahan dasar kayu (wooden kitchenware).

Partisipasi jenama lokal seperti KWaS (Wooden Kitchenware & Sustainable Living) menjadi contoh nyata bagaimana produk Indonesia mampu memenuhi standar ketat pasar global. KWaS, yang bernaung di bawah CV Karya Wahana Sentosa, memperkuat representasi jenama nasional yang fokus pada pengembangan produk gaya hidup berbahan kayu jati.

Keunggulan kompetitif yang ditawarkan bukan hanya pada estetika, melainkan pada kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Produk-produk KWaS telah mengantongi sertifikasi Forest Stewardship Council (FSC) 100 persen dan berstandar food-grade. Sertifikasi ini menjamin bahwa bahan baku kayu yang digunakan berasal dari hutan yang dikelola secara bertanggung jawab, sebuah syarat mutlak untuk menembus pasar ekspor di negara-negara maju.

Inovasi dan Tanggung Jawab Lingkungan

Dalam ajang ini, KWaS memperkenalkan konsep KWaS Omah Kayoe yang menghadirkan rangkaian peralatan dapur unggulan dengan tiga nilai utama: awet, kuat, dan ramah lingkungan. Setiap produk diproses melalui kontrol kualitas ketat untuk memastikan fungsi dan durabilitas tanpa mengesampingkan tanggung jawab ekologis.

KWaS memperkenalkan konsep KWaS Omah Kayoe yang menghadirkan rangkaian peralatan dapur unggulan dengan tiga nilai utama: awet, kuat, dan ramah lingkungan. (Dok. KWaS)
KWaS memperkenalkan konsep KWaS Omah Kayoe yang menghadirkan rangkaian peralatan dapur unggulan dengan tiga nilai utama: awet, kuat, dan ramah lingkungan. (Dok. KWaS)

Kehadiran ekshibitor yang memiliki kesadaran lingkungan seperti KWaS memperkuat ekosistem JIFFINA sebagai pusat (hub) industri kreatif yang beretika. Transformasi menuju gaya hidup ramah lingkungan mendorong jenama untuk lebih transparan, mulai dari pemilihan bahan baku legal hingga proses produksi yang berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan JIFFINA 2026, Indonesia kembali menunjukkan potensinya sebagai pemain kunci dalam rantai pasok produk gaya hidup ramah lingkungan (eco-lifestyle products) dunia. Kolaborasi antara penyelenggara dan ratusan ekshibitor berkualitas diharapkan mampu menjadikan produk lokal sebagai pilihan utama pembeli internasional yang mengutamakan kualitas, desain, dan keberlanjutan bumi.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak