Lifestyle
Skincare Bisa 'Basi'? Kenali Oksidasi, Ciri, dan Cara Mencegahnya!
Pernah nggak sih kamu merasa skincare yang biasa dipakai tiba-tiba berubah warna, bau, atau malah terasa beda di kulit? Padahal masa pakainya belum habis. Kondisi seperti ini sering dianggap sepele, padahal bisa jadi produk tersebut sudah mengalami oksidasi.
Jangan dianggap remeh, proses ini bisa mengubah kualitas skincare, bahkan memengaruhi efektivitasnya saat digunakan. Karena itu, penting untuk memahami apa itu oksidasi pada skincare, apa penyebabnya, serta bagaimana cara mengenali dan mencegahnya.
1. Apa Itu Oksidasi pada Skincare?
Apa itu oksidasi? Melansir dari laman cosmetics.lk, oksidasi dalam produk perawatan kulit adalah proses kimia yang terjadi ketika bahan-bahan yang ada di dalamnya bereaksi dengan oksigen di udara sehingga menimbulkan perubahan pada skincare.
2. Penyebab Skincare Mengalami Oksidasi
Penyebab utama skincare mengalami oksidasi adalah cara menyimpan yang tidak tepat, seperti tidak rapat ketika menutup kemasan. Beberapa bahan skincare juga sensitif terhadap sinar matahari sehingga kalau terpapar dia mengalami perubahan warna, bau, hingga efektivitas.
3. Ciri-Ciri Skincare yang Sudah Teroksidasi
Skincare yang sudah mengalami oksidasi bisa dikenali dengan sangat mudah. Berikut ciri-cirinya:
- Warna berubah: Skincare yang sudah mengalami oksidasi menjadi lebih gelap atau muncul warna kekuningan/kecoklatan.
- Bau berubah/tidak sedap: Bau asam atau tengik akan muncul, hal ini menunjukkan adanya kerusakan pada bahan yang terkandung dalam produk.
- Perubahan tekstur: Terpisah, menggumpal, atau menjadi encer.
- Penurunan efektivitas: Produk tidak lagi memberikan hasil yang diharapkan.
4. Bahan-bahan yang Mudah Oksidasi
Ada beberapa bahan yang rentan terkena oksidasi, jika kamu memiliki skincare dengan kandungan di bawah ini, berhati-hati lah dalam menyimpan dan menggunakannya.
- Vitamin C
- Retinol
- Minyak Esensial
- Ekstrak Tumbuhan
5. Dampak Skincare yang Terkena Oksidasi Jika Digunakan
Skincare yang bagus memiliki bahan-bahan berkualitas yang membantu merawat kesehatan kulit, tapi jika kondisinya sudah mengalami oksidasi produk tidak lagi bekerja sebagaimana mestinya. Justru itu berpotensi membuat kulit menjadi bermasalah dan stres.
6. Cara Mencegah Oksidasi pada Skincare
Terlepas dari ulasan di atas, kamu tidak perlu risau karena oksidasi pada produk bisa dicegah dengan cara yang mudah. Berikut yang bisa kamu lakukan:
- Simpan di tempat yang sejuk dan gelap: Panas dan sinar matahari mempercepat oksidasi.
- Jaga agar wadah tetap tertutup: Lindungi produk dari udara dengan menutup produk dengan rapat.
- Pilih kemasan yang tepat: Selain memilih produk berdasarkan bahan yang ada di dalamnya, kamu juga perlu memperhatikan kemasan produk tersebut. Pilih produk dengan kemasan pompa/airless pump. Hal ini dikarenakan bahan botol pompa mengurangi paparan oksigen. Khususnya produk vitamin C dan retinol, pilih produk dengan kemasan botol gelap untuk melindungi dari paparan sinar matahari.
- Periksa tanggal kedaluwarsa: Selalu gunakan produk dalam jangka waktu yang disarankan, jika sudah melampaui tanggal kedaluwarsa jangan digunakan meskipun produk masih banyak.
- Hindari Kontaminasi: Gunakan tangan atau spatula yang bersih untuk mengambil produk dari dalam kemasan, jangan mencelupkan jari secara langsung untuk menghindari kontaminasi.
Nah, itu tadi ulasan seputar oksidasi pada produk skincare. Oksidasi memang tidak selalu terlihat secara langsung, tetapi dampaknya bisa cukup besar jika diabaikan.
Dengan mengenali tanda-tandanya sejak awal dan menerapkan cara penyimpanan yang tepat, kamu bisa menjaga kualitas produk tetap optimal hingga habis digunakan.
Jadi, mulai sekarang jangan hanya fokus pada merek atau kandungan saja, tapi juga perhatikan kondisi skincare yang kamu pakai setiap hari.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS