Lifestyle

Sering Dianggap Cerewet, Ini 5 Pesan Cinta di Balik Kisah Masa Lalu Orang Tua

Sering Dianggap Cerewet, Ini 5 Pesan Cinta di Balik Kisah Masa Lalu Orang Tua
Ilustrasi membacakan dongeng untuk anak (Pexels)

Kalian pasti pernah mendengar cerita masa lalu dari orang tua kita. Entah diceritakan berjam-jam atau hanya dalam sekali duduk. Sering kali cerita itu datang di waktu yang kurang tepat, mungkin saat kita sedang ingin rebahan atau malas memikirkan apa pun, tetapi telinga mau tak mau harus mendengarkan kisah mereka.

Sadar atau tidak, ketika orang tua bersedia mendengarkan cerita-cerita receh kita, misalnya saat kita bercerita antusias tentang doi atau curhat tentang teman yang mengesalkan, mereka mungkin juga sedang lelah. Namun, mereka tetap memilih duduk di depan kita, mendengarkan ocehan tersebut tanpa kita tahu persis kondisi fisik mereka. Nah, begitu pula sebaliknya ketika mereka yang sedang bercerita.

Terkadang kita merasa cerita mereka hanya kilas balik klasik yang membosankan. Mereka mengulang hal yang sama ketika tak sengaja mendapati momen serupa. Bahkan, bisa saja kita hanya berpura-pura mendengar, padahal isi kepala melayang ke mana-mana.

Sebetulnya, ketika orang tua mulai "mendongengkan" perjalanan hidupnya, entah mengenai masa muda, kesulitan hidup, kegagalan, maupun pengalaman mereka, mereka tidak sekadar rindu pada masa lalu atau mengenang apa yang telah berlalu.

Orang tua melakukan itu untuk memberi tahu anaknya bahwa mereka pernah berada di posisi yang sedang kita alami. Walau zamannya berbeda, ceritanya tidak sama, dan cara penyelesaiannya mungkin lebih gokil dari kita, ketahuilah bahwa mereka hanya ingin bertukar pikiran atau sekadar berbincang ringan untuk melepas penat.

Penelitian menunjukkan bahwa cerita tentang keluarga sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Kenapa begitu?

1. Membantu Anak Mengenal Jati Diri

Cerita yang kita anggap membosankan itu sebenarnya menyiratkan sebuah makna. Mungkin kita tidak sadar dan hanya mendengar sambil mencari ekspresi yang pas. Rasanya seperti mendengar gosip hot dari teman yang sebenarnya tidak kita sukai. Faktanya, jika kita mendengar dari hati ke hati, kita bisa mengerti betapa berjuangnya mereka dalam hidup.

Mungkin mereka pernah jatuh, tetapi satu-dua momen jatuh tadi membuat mereka jauh lebih kuat. Hal seperti itu terkadang tebersit saat kita mengalami hal serupa. Rasa malas yang membuncah terhadap sesuatu yang ingin kita bangun kadang menyelimuti diri kita yang sedang berkembang.

Dengan adanya cerita dari mereka, kita bisa berpikir, "Oh, awalnya mereka dari sini. Aku juga bisa, walau hasilnya tidak sebaik itu." Atau sekadar berpikir, "Manusia punya kecepatan berbeda ternyata. Aku tidak perlu ikut-ikutan dia, daripada aku nantinya tergelincir."

Dari situ kita bisa tahu bahwa orang tua hanya ingin memberi sinyal bahwa kamu adalah orang yang sama seperti dirimu di kemudian hari. Bedanya, kamu di masa depan sudah keren, sedangkan kamu yang sekarang baru akan merangkak perlahan.

2. Menyampaikan Pelajaran Hidup Tanpa Menjadi Guru

Orang tua sering menceritakan pengalaman masa lalu bukan untuk membanggakan diri atau flexing. Walau sering kali kita salah paham akan maksud dari cerita mereka, but it's okay! Pemikiran kita tidak harus sama, yang harus kita tahu adalah mereka menceritakan perjalanannya supaya kita belajar tanpa harus dimarahi atau dinasihati secara langsung.

Dari cerita tentang bagaimana mereka bisa mendapatkan penghasilan, harus kuliah di dua tempat karena menjalankan bakti kepada orang tuanya, hingga masa-masa pernikahan mereka yang berliku itu. Nah, dari sanalah kita belajar nilai-nilai hidup yang sebenarnya. Kita dapat merasakan sendiri bagaimana mereka membangun segalanya kembali setelah jatuh.

3. Mempererat Hubungan Orang Tua dan Anak

Anggap saja, ketika mereka membuka batas mengenai masa lalunya, mereka sebenarnya sedang beralih posisi. Turun jauh dari posisinya sebagai pendidik untuk beralih menjadi seorang teman. Mereka menunjukkan wajah aslinya yang juga memiliki sisi rapuh, gagal, dan konyol yang selama ini tidak pernah kita lihat.

Proses ini menutup jarak di antara kita dan mereka. Bapak yang temperamental karena didikan keras di masa lalunya, atau Ibu yang serbabisa karena harus belajar mati-matian untuk menjadi sosok yang baik; banyak hal yang akhirnya dapat kita mengerti. Termasuk alasan sikap mereka yang kadang kita anggap overprotective. Semua itu kita dapatkan dari dongengan mereka.

Dari sanalah sejarah di balik orang hebat nan kokoh yang berdiri di depan kita sekarang akhirnya terbongkar.

4. Membantu Perkembangan Emosi dan Kemampuan Berkomunikasi

Penelitian milik Karen Salmon dan Elaine Reese (2016) membuktikan bahwa berbincang tentang masa lalu keluarga itu seperti gym untuk otak dan hati anak. Kemampuan bahasa kita jadi lebih kaya karena kita mengenal kosakata baru dari cerita mereka. Memori kita menjadi lebih kuat karena kita belajar menyambungkan kejadian dulu dan sekarang.

Dan yang paling penting ialah keterampilan emosi kita akan naik level. Kepekaan terhadap sekitar kita pelajari dari mereka. Tak hanya itu, kita juga belajar menyampaikan perasaan sendiri dengan cara yang sopan, serta belajar melihat masalah dari banyak sudut pandang, bukan hanya dari kacamata kita saja.

5. Membuat Anak Lebih Tangguh Menghadapi Realita Hidup

Anak yang tumbuh dengan mendengar cerita perjuangan orang tuanya memiliki tameng mental yang lebih tebal. Kita akan tumbuh dengan sebuah keyakinan nyata bahwa gagal itu normal, kesulitan adalah sebuah siklus, dan lelah itu ada ganjarannya. Jadi, ketika jatuh, kita tidak langsung menghakimi diri, "Aku gagal." Kita justru akan berpikir, "Oke, ini bagian dari proses. Dulu Ibu juga begini, terus Ibu bangkit."

Cerita itulah yang menjadi kompas saat kita tak tahu arah. Ketika dunia rasanya tidak adil dan usaha kita tidak dihargai, kita mengingat perjuangan mereka, dan dari situ kita mendapat dorongan untuk berjalan lebih jauh lagi.

Terkadang, cerita orang tua memang terasa berulang dan membosankan. Namun, di balik cerita itu ada pengalaman, nilai hidup, dan kasih sayang yang ingin mereka sebarkan. Mendengarkan cerita masa lalu orang tua bukan hanya tentang mengetahui apa yang sudah terjadi, melainkan juga memahami siapa mereka dan bagaimana perjalanan hidup mereka membentuk keluarga yang kita miliki sekarang. 

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda