Lifestyle
Bukan Jadul, 5 Alasan Makanan Kukusan Digemari Anak Muda untuk Sarapan
"Masa anak muda makan ubi rebus, jadul banget!" Kalimat seperti ini yang bikin makanan kukusan tradisional, seperti ubi, singkong, pisang, atau kacang, sering dianggap sebagai makanan zaman dulu atau makanan kesukaan orang tua.
Anehnya, saat ini makanan yang dikukus seperti ini malah dijadikan favorit untuk menu sarapan, khususnya anak muda. Banyak pedagang yang menjajakan menu kukusan di pinggir jalan sehingga sangat mudah untuk dijumpai. Bukan sekadar nostalgia, ini 5 alasan tren makanan kukusan justru digemari anak muda. Yuk, simak!
1. Lebih Sehat karena Real Food

Ubi, pisang, telur, dan makanan lain yang dikukus atau rebus tidak melewati terlalu banyak proses pemasakan sehingga bisa dianggap sebagai "real food" atau bahkan "clean food". Selain itu, makanan kukusan ini bisa digunakan sebagai alternatif pengganti menu gorengan karena minim minyak. Bagi kamu yang sedang menjalani program diet, makanan kukusan ini bisa kamu coba untuk memulai hari karena sehat dan cukup mengenyangkan.
2. Harga Ramah di Kantong

Menu kukusan umumnya berisi bahan makanan lokal Indonesia yang mudah ditemui. Karena itu, harga perbuah atau perporsinya cukup murah. Hanya dengan budget Rp5.000 hingga Rp15.000, kamu sudah dapat berbagai macam varian untuk mengganjal perut di pagi hari. Sangat cocok untuk kantong mahasiswa atau pekerja yang sedang berhemat.
3. Rasa Sederhana yang Bikin Nostalgia

Di tengah tren makanan saat ini dengan berbagai inovasinya, makanan kukusan justru naik karena rasa sederhananya yang akrab di lidah. Ini menjadi daya tarik tersendiri, khususnya di kalangan anak muda, sebab mengingatkan mereka akan jajanan masa kecil.
Makanan kukusan ini juga menjadi comfort food yang menghadirkan rasa hangat dengan segala kenangannya. Itulah mengapa makanan kukusan yang dulu dianggap jadul kini kembali dilirik, bahkan oleh anak muda yang ingin mencoba atau melihat lagi ingatan lewat makanan tradisional.
4. Praktis dan Cepat

Salah satu syarat wajib menu sarapan adalah cepat dan praktis. Tidak semua orang punya banyak waktu untuk menyiapkan sarapan. Karena itu, adanya tren makanan kukusan ini cukup membantu para pekerja, pelajar, atau mahasiswa untuk sekadar mengisi tenaga di pagi hari dengan cepat.
Makanan kukusan seperti ubi, jagung, singkong, atau telur rebus bisa langsung disantap tanpa perlu diolah lagi. Karena itulah, makanan ini cocok dijadikan menu sarapan praktis sebelum berangkat kerja atau kuliah.
5. Bisa Jadi Peluang Usaha

Di balik kesederhanaannya, makanan kukusan ternyata punya peluang usaha yang cukup menjanjikan. Selain trennya yang sedang naik daun, modal yang diperlukan bisa dibilang kecil karena bahan lokal dan peralatan rumahan yang mudah ditemui.
Untuk menjaring lebih banyak konsumen, kamu juga bisa kreasikan dengan berbagai topping, seperti keju atau parutan kelapa, dan juga kemasan yang lebih kreatif.
Saat ini, banyak pelaku UMKM menu kukusan yang menjual dagangannya di area pasar, car free day, atau bazar. Target konsumen mulai dari anak kecil hingga lansia, membuat usaha kukusan ini menjadi peluang yang cukup menggiurkan. Dengan sedikit inovasi pada penyajian dan kemasan, makanan tradisional ini bisa memiliki nilai jual yang lebih tinggi tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.
Di tengah tren makanan yang terus berganti, makanan kukusan justru membuktikan bahwa kesederhanaan masih punya tempat di hati banyak orang. Selain lebih ramah di kantong dan dianggap lebih sehat, camilan seperti ubi, jagung, singkong, atau pisang kukus juga punya peluang besar untuk dikembangkan menjadi usaha kekinian.
Jadi, jangan heran kalau makanan yang dulu identik dengan camilan rumahan kini mulai sering muncul di berbagai sudut kota untuk menu sarapan. Kalau kamu, suka menu sarapan apa?