Lifestyle

Bukan Sembarang Donat, Ini 5 Keunikan Kkwabaegi, Donat Kepang Khas Korea

Bukan Sembarang Donat, Ini 5 Keunikan Kkwabaegi, Donat Kepang Khas Korea
Ilustrasi kkwabaegi (Instagram/mdy._.bakery)

Kalau biasanya rambut yang dikepang, di Korea, malah donat yang dikepang. Namanya kkwabaegi, donat kepang khas Korea yang dijajakan di pinggir jalan.

Donat biasanya punya bentuk yang khas, bentuknya yang bundar dengan lubang di tengahnya. Ada juga donat lain yang bentuknya tak jauh berbeda dari donat pada umumnya, seperti lukumades atau bomboloni.

Lain dengan kkwabaegi, donat Korea ini malah berbentuk seperti kepangan yang bikin donat ini unik. Ternyata, gak cuma bentuknya saja yang bikin beda, 5 hal ini bikin kkwabaegi beda dari jenis donat lainnya.

1. Bentuknya Seperti Kepangan Memanjang

ilustrasi kkwabaegi (instagram/song_jungtaeg)
ilustrasi kkwabaegi (instagram/song_jungtaeg)

Dari luar, kkwabaegi mungkin tak terlihat seperti donat pada umumnya. Kkwabaegi ini tidak punya lubang di tengahnya dengan topping di atasnya. Namun, bahan dan cara pembuatannya sangat mirip dengan donat biasa.

Ada satu keunggulan dari pembuatan kkwabaegi, yaitu kamu tidak perlu cetakan saat membentuknya. Kamu hanya perlu memanjangkan adonan, putar berlawanan, lalu tarik bagian ujungnya. Kkwabaegi akan otomatis terputar membentuk kepangan. Bentuk khas kkwabaegi ini ternyata memudahkan cara pembuatannya, ya.

2. Tekstur Kenyal di Dalam dan Renyah di Luar

ilustrasi kkwabaegi (instagram/nl._o1n)
ilustrasi kkwabaegi (instagram/nl._o1n)

Kamu pasti notice 'kan kalau kkwabaegi punya warna yang lebih cokelat daripada donat lain? Ini karena kkwabaegi digoreng sedikit lebih lama yang bikin warnanya lebih gelap dan teksturnya luarnya lebih krispi.

Selain itu, ada jenis lain dari kkwabaegi yang bahan utamanya dicampur tepung beras, namanya chapssal kkwabaegi. Tambahan tepung beras ini jelas berdampak pada tekstur akhir chapssal kkwabaegi yang lebih chewy.

3. Punya Rasa Manis yang Ringan dan Hangat

ilustrasi kkwabaegi (instagram/y__njung2)
ilustrasi kkwabaegi (instagram/y__njung2)

Karena bentuknya, kkwabaegi jadi susah untuk diberi topping atau isian seperti bomboloni. Untuk memberi tambahan rasa, kkwabaegi digulingkan dalam wadah berisi gula halus dan bubuk kayu manis yang bikin rasanya manis dan hangat. Karena taburan gula dan bubuk kayu manis menyebar ke seluruh bagian donat, rasanya jadi merata dan sama di setiap gigitan tapi tidak terlalu mencolok.

4. Proses Proofing Adonan Lebih Lama

ilustrasi proofing kkwabaegi (instagram/sugardeli2025)
ilustrasi proofing kkwabaegi (instagram/sugardeli2025)

Proses proofing atau fermentasi pada adonan roti itu harus selalu ada yang bertujuan untuk mengembangkan adonan. Dalam pembuatan donat biasa, proofing normalnya dilakukan sekali selama 1 - 2 jam saja.

Saat membuat kkwabaegi, proofing dilakukan lebih dari sekali. Pertama, setelah menyatukan semua bahan proofing selama 1 hingga 2 jam. Setelah itu, kempiskan adonan dan lakukan proofing sampai adonan mengembang lagi selama 1 jam. Terakhir, 30 menit sebelum menggoreng setelah adonan kkwabaegi dipilin.

Hal ini ternyata bukannya tanpa sebab. Walaupun menghabiskan banyak waktu, proses proofing yang panjang ini menghasilkan donat kepang yang lebih lembut dan ringan.

5. Saking 'Tricky'-nya, Penjualnya Sampai Dipanggil 'Master'

ilustrasi penjual makanan korea (unsplash/Daniel Salgado)
ilustrasi penjual makanan korea (unsplash/Daniel Salgado)

Penjual makanan pinggir jalan di Korea biasanya dipanggil sajang-nim atau bos. Kalau penjual kkwabaegi lain lagi, namanya jang-in atau master. Dipanggil seperti ini karena pembuatan kkwabaegi ini tricky sehingga penjualnya dianggap sudah sangat profesional dalam menjaga rasa asli kkwabaegi.

Bukan cuma menjual kkwabaegi saja, jang-in sebagai pemilik sekaligus pembuatnya, memiliki skill khusus dalam memelintir adonan hingga menggoreng dengan suhu yang tepat untuk membuat kkwabaegi yang lezat.

Dari bentuknya sampai julukan unik bagi sang penjual, membuat kkwabaegi memiliki daya tarik tersendiri dibanding donat lain. Pamornya tidak kalah dengan donat lain yang populer. Meskipun merupakan makanan tradisional, kkwabaegi masih banyak diminati hingga saat ini. Kalau lagi ke Korea, jangan lupa jajan kkwabaegi, ya!

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda