Lifestyle

Huawei MateBook Pro S Resmi Hadir, Laptop 798 Gram dengan Layar OLED 3,1K

Huawei MateBook Pro S Resmi Hadir, Laptop 798 Gram dengan Layar OLED 3,1K
Huawei MateBook Pro S (Instagram/arxidmedia)

Membawa laptop ke mana-mana kerap terasa seperti membawa beban tambahan. Apalagi jika perangkat yang digunakan memiliki layar besar, performa tinggi, dan baterai berkapasitas mumpuni. Dari itu, ketika sebuah laptop datang dengan bobot kurang dari 1 kilogram, perhatian publik tentu mudah tertuju kepadanya.

Huawei MateBook Pro S hadir dengan pendekatan tersebut. Laptop premium terbaru Huawei ini bukan sekadar menawarkan tubuh tipis, tetapi mencoba menggabungkan portabilitas ekstrem dengan layar berkualitas tinggi, prosesor buatan sendiri, fitur kecerdasan buatan, hingga teknologi privasi pada layar.

Yang paling mencolok tentu angka 798 gram. Dengan bobot tersebut dan ketebalan hanya sekitar 11,9 mm, MateBook Pro S menjadi salah satu laptop 14 inci paling ringan yang pernah diperkenalkan Huawei. Bahkan, bobotnya lebih ringan dibandingkan sejumlah laptop ultraportabel yang selama ini dikenal sebagai perangkat mobilitas tinggi.

Diluncurkan 5 Agustus 2026

Huawei resmi memperkenalkan MateBook Pro S pada 5 Agustus 2026 di China. Perangkat ini sekaligus menjadi model pertama Huawei yang menggunakan penamaan “Pro S”, sehingga kehadirannya menandai pembentukan lini baru dalam keluarga MateBook.

Sejak awal, MateBook Pro S memang diposisikan sebagai laptop flagship yang mengutamakan mobilitas. Huawei tidak hanya mengejar desain tipis, tetapi juga berusaha mempertahankan pengalaman penggunaan premium melalui material bodi, layar OLED, sistem operasi HarmonyOS, serta berbagai fitur pintar.

Untuk harga, MateBook Pro S resmi dipasarkan di China mulai 7.999 yuan untuk konfigurasi dasar. Berdasarkan konversi yang diberitakan sejumlah media teknologi Indonesia, angka tersebut berada di kisaran Rp21 jutaan, meskipun harga dalam rupiah dapat berubah mengikuti kurs. Varian dengan kapasitas memori dan penyimpanan lebih besar tentu dibanderol lebih mahal.

Sementara itu, hingga artikel ini ditulis, belum tersedia angka harga resmi Indonesia yang dapat diverifikasi dari kanal resmi Huawei Indonesia. Maka dari itu, harga China tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai harga jual resmi di Indonesia.

Bobot 798 Gram Jadi Daya Tarik Utama

Sulit membicarakan MateBook Pro S tanpa membahas bobotnya. Melansir laporan resmi dari Huawei Global, laptop ini hanya 798 gram, bahkan terasa lebih dekat dengan bobot sebuah tablet besar daripada laptop konvensional.

Huawei menggunakan material magnesium-lithium alloy untuk membantu menekan bobot tanpa membuat konstruksi laptop terasa murahan. Ketebalan bodinya yang hanya 11,9 mm juga memperkuat karakter ultraportabel perangkat ini. Sebagai pembanding, MateBook Pro X generasi sebelumnya memiliki bobot sekitar 980 gram. Jadi, Huawei berhasil memangkas bobot secara signifikan pada generasi baru ini.

Bagi pekerja yang setiap hari berpindah dari rumah ke kantor, mahasiswa yang sering membawa laptop ke kampus, maupun profesional yang kerap melakukan perjalanan bisnis, selisih ratusan gram bisa terasa sangat berarti.

Laptop bukan lagi sekadar perangkat yang digunakan di atas meja. Ia menjadi teman perjalanan. Maka, desain ringan MateBook Pro S terasa relevan dengan kebutuhan pengguna modern.

Layar OLED 14,2 Inci dengan Resolusi 3,1K

Di balik tubuh yang tipis, sebagaimana dikutip dari laman resmi Huawei Central, Huawei menyematkan layar OLED fleksibel berukuran 14,2 inci dengan resolusi 3120 × 2080 piksel atau 3,1K.

Layar tersebut menawarkan refresh rate hingga 120Hz sehingga animasi, perpindahan jendela, scrolling halaman, maupun pemutaran video dapat terasa lebih mulus. Kecerahan puncaknya juga diklaim mencapai 1.600 nits, sebuah angka yang membuat layar tetap memiliki peluang tampil jelas dalam kondisi pencahayaan yang relatif terang.

Panel OLED juga membawa karakter khas berupa warna yang kaya, kontras tinggi, dan warna hitam yang lebih pekat. Bagi pekerja kreatif, fotografer, editor video, maupun pengguna yang gemar menikmati film di laptop, layar seperti ini tentu menjadi salah satu daya tarik terbesar. Namun Huawei tidak berhenti pada kualitas visual.

Layar Privasi yang Menarik Perhatian

MateBook Pro S memiliki salah satu fitur yang membuatnya berbeda dari laptop ultraportabel kebanyakan, yakni teknologi privacy display berbasis hardware.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna mengaktifkan mode privasi sehingga isi layar lebih sulit dilihat oleh orang yang berada di samping. Teknologi ini sangat relevan untuk pengguna yang sering bekerja di tempat umum seperti kereta, pesawat, bandara, kafe, atau ruang kerja bersama.

Menariknya, teknologi privasi tersebut diterapkan langsung pada panel sehingga bukan sekadar fitur software tambahan. Huawei juga menyediakan mekanisme khusus untuk mengaktifkan mode privasi secara praktis.

Bagi pengguna yang sering membuka dokumen pekerjaan, data perusahaan, materi keuangan, atau informasi pribadi di ruang publik, fitur semacam ini bisa menjadi nilai tambah yang nyata.

Mengandalkan Kirin XE90

Untuk urusan dapur pacu, Huawei MateBook Pro S menggunakan Kirin XE90, chipset yang dikembangkan Huawei sendiri.

Huawei mengklaim Kirin XE90 menawarkan peningkatan performa single-core hingga 23 persen dibandingkan Kirin X90 generasi sebelumnya. Kemampuan NPU-nya juga diklaim meningkat hingga 40 persen, sedangkan efisiensi daya mengalami peningkatan sekitar 25 persen.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa Huawei tidak ingin MateBook Pro S hanya menjadi laptop cantik dan ringan. Perangkat ini tetap dirancang untuk menangani kebutuhan produktivitas modern, termasuk multitasking dan berbagai fungsi berbasis kecerdasan buatan.

Meski demikian, klaim performa tersebut tetap perlu dilihat secara proporsional. Pengalaman nyata akan sangat bergantung pada aplikasi yang digunakan, optimalisasi HarmonyOS, serta kemampuan software memanfaatkan arsitektur Kirin XE90.

HarmonyOS dan Fitur AI

MateBook Pro S menjalankan HarmonyOS 6.1. Penggunaan sistem operasi tersebut semakin memperkuat arah Huawei untuk membangun ekosistem perangkat sendiri.

Salah satu fitur yang menjadi andalan adalah integrasi lintas perangkat melalui konsep Super Device. Pengguna dapat menghubungkan laptop dengan perangkat Huawei lain seperti smartphone atau tablet untuk mendukung alur kerja yang lebih terintegrasi.

Huawei juga memasukkan sejumlah fitur AI, termasuk Celia, transkripsi rapat berbasis AI, serta chatbot bawaan. Kemampuan NPU pada Kirin XE90 turut menjadi fondasi untuk menjalankan sejumlah tugas AI secara lebih efisien.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa MateBook Pro S tidak sekadar mengikuti tren laptop tipis. Huawei ingin menjadikannya bagian dari ekosistem komputasi yang semakin bergantung pada AI.

Baterai 54 Wh dan Pengisian 66W

Menjaga laptop tetap ringan tentu bukan perkara mudah, terutama ketika perangkat harus memiliki baterai yang mampu menunjang mobilitas.

MateBook Pro S membawa baterai berkapasitas 54 Wh. Huawei mengklaim perangkat ini mampu digunakan untuk memutar video 1080p hingga 18 jam dalam kondisi tertentu. Untuk pengisian daya, tersedia dukungan fast charging 66W melalui USB-C.

Angka 18 jam tentu bukan berarti laptop akan selalu bertahan selama itu untuk semua aktivitas. Beban kerja seperti penyuntingan video, multitasking berat, penggunaan layar pada tingkat kecerahan tinggi, atau aktivitas berbasis AI dapat menguras daya lebih cepat.

Namun, jika klaim tersebut mendekati penggunaan sehari-hari, MateBook Pro S berpotensi menjadi perangkat yang nyaman untuk pekerja mobile.

Keyboard dan Konektivitas

Meskipun mengusung bodi supertipis, MateBook Pro S tetap membawa keyboard backlit berukuran penuh dengan key travel sekitar 1,5 mm. Touchpad-nya mendukung multi-touch dan sensitivitas terhadap tekanan, sementara tombol daya telah terintegrasi dengan pemindai sidik jari.

Untuk konektivitas, laptop ini menyediakan port USB-C serta dukungan jaringan nirkabel generasi baru. Sejumlah laporan juga menyebut dukungan Wi-Fi 7, sehingga perangkat ini dipersiapkan untuk koneksi berkecepatan tinggi pada jaringan yang kompatibel.

Konsekuensi dari desain yang sangat tipis tentu tetap ada. Pengguna yang membutuhkan banyak port fisik mungkin perlu mempertimbangkan penggunaan dongle atau hub USB-C.

Bukan Sekadar Laptop Tipis

MateBook Pro S menarik bukan semata karena bobot 798 gram. Daya tarik sesungguhnya terletak pada cara Huawei menggabungkan sejumlah teknologi dalam satu perangkat.

Ada bodi magnesium-lithium yang sangat ringan, layar OLED 3,1K 120Hz, teknologi privacy display, chipset Kirin XE90, NPU untuk AI, HarmonyOS 6.1, baterai 54 Wh, fast charging 66W, serta integrasi ekosistem Huawei. Semua itu dikemas dalam bodi setebal kurang dari 12 mm.

Tentu, laptop ini bukan perangkat yang dibuat untuk semua orang. Pengguna yang membutuhkan GPU diskrit untuk gaming berat atau pekerjaan grafis profesional mungkin akan mencari perangkat dengan karakter berbeda. Demikian pula mereka yang mengutamakan fleksibilitas upgrade komponen dan kompatibilitas software tertentu perlu mempertimbangkan ekosistem HarmonyOS secara matang.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda