Lifestyle

Bukan Cuma Bikin Kaki Kesemutan, Ini Risiko Terlalu Lama Duduk di Toilet

Bukan Cuma Bikin Kaki Kesemutan, Ini Risiko Terlalu Lama Duduk di Toilet
Ilustrasi wanita duduk di toilet sambil bermain ponsel (pexels/miriamalonso)

Gulir Instagram, balas chat WhatsApp, atau nonton video di Tiktok, semuanya bisa dilakukan sambil duduk di toilet

Rasanya sudah jadi kebiasaan banyak orang saat duduk di kloset, tangan otomatis memegang ponsel. Tanpa sadar waktu yang seharusnya hanya beberapa menit untuk Buang Air Besar (BAB) bisa molor jadi setengah jam lebih dengan alasan sederhana, “sambil nunggu” atau “biar nggak bosan”.

Kebiasaan ini terasa sepele dan bahkan hampir semua orang pernah mengalami hal tersebut. Tapi tahukah kamu, kebiasaan berlama-lama di toilet sambil utama HP ternyata menyimpan risiko kesehatan yang lebih serius dari sekedar kaki kesemutan. 

Kenapa Duduk Lama di Toilet Itu berisiko?

Idealnya, proses BAB yang normal biasanya berlangsung kurang dari 10 menit. Namun, gangguan dari layar ponsel bisa membuat durasi tersebut memanjang hingga dua sampai tiga kali lipat. 

Posisi duduk di toilet yang keras membuat tekanan pada area panggul dan pembuluh darah di sekitar rektum meningkat seiring lamanya waktu duduk. Berikut beberapa dampak yang bisa muncul akibat kebiasaan ini seperti dikutip dari Labcito, Verywell healt:

1. Kaki Kesemutan dan Mati Rasa

Ini adalah keluhan yang paling sering dirasakan dan biasanya jadi alasan orang mulai menyadari mereka sudah duduk terlalu lama. 

Ketika tubuh berada dalam posisi duduk statis dalam waktu panjang, aliran darah dari bagian bawah tubuh menuju jantung menjadi kurang optimal. Darah cenderung tertahan di area kaki, paha, dan panggul, sehingga muncul sensasi kesemutan atau kebas. 

Tekanan yang berkepanjangan pada saraf perifer di area paha dan panggul, juga bisa menghambat transmisi sinyal saraf ke kaki. Efeknya, begitu bangkit dari toilet, kaki bisa terasa lemas, kurang bertenaga, bahkan sempat kehilangan keseimbangan sesaat.

Pada kondisi tertentu, hal ini dapat meningkatkan risiko limbung atau terjatuh saat berdiri.

2. Risiko Ambeien (Wasir) Meningkat

Ambeien atau hemoroid adalah kondisi peradangan pembuluh darah di area rektum dan anus akibat tekanan yang meningkat di area tersebut. Ini merupakan salah satu risiko yang paling sering dikaitkan dengan kebiasaan duduk lama di toilet.

Saat duduk di dudukan toilet dalam waktu lama terutama lebih dari 5-10 menit gravitasi membuat pembuluh darah di sekitar anus meregang, terisi darah, dan lama-kelamaan membengkak, mirip seperti varises pada kaki.

Ditambah lagi saat asyik bermain HP, tubuh cenderung mengabaikan sinyal alami untuk segera menyelesaikan BAB, sehingga sering disertai kebiasaan mengejan yang sebenarnya tidak perlu. Apalagi ditambah dengan kurangnya serat dan cairan dalam tubuh hingga diare kronis juga menjadi faktor terjadinya wasir.

3. Melemahkan Otot panggul

Kebiasaan duduk terlalu lama di toilet juga bisa memengaruhi kekuatan otot dasar panggul, otot yang letaknya di bagian bawah rongga panggul dan berfungsi menopang organ-organ penting seperti kandung kemih, usus, serta rahim pada perempuan. Otot ini juga berperan besar dalam mengkoordinasikan gerakan usus, sehingga proses BAB bisa berjalan lancar. 

Saat seseorang duduk di toilet dalam waktu lama, tekanan gravitasi yang terus-menerus membuat otot dasar panggul berada dalam kondisi tegang berkepanjangan. 

Kondisi ini semakin diperparah jika disertai kebiasaan mengejan, yang sering terjadi tanpa disadari saat perhatian dialihkan oleh ponsel. Semakin sering dan semakin lama pola ini berulang, kemampuan otot dasar panggul untuk bekerja secara efektif pun ikut menurun seiring waktu. 

Melihat berbagai risiko tersebut, idealnya waktu duduk di toilet untuk BAB dibatasi maksimal 5 hingga 10 menit. Jika waktu tersebut sudah terlewati namun proses BAB belum sepenuhnya tuntas, lebih baik berhenti dulu.

Risiko-risiko ini sebagian besar dapat dicegah hanya dengan mengubah kebiasaan sederhana seperti membatasi waktu duduk, tidak membawa atau menggunakan  ponsel saat ke toilet dan lebih memperhatikan sinya alami yang dirasakan tubuh.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda