Lifestyle
POCO Pad, Tablet Serbaguna Rp3,9 Jutaan dengan Layar 2.5K 120Hz
Tablet berada di antara dua dunia. Layarnya lebih luas daripada smartphone dan dimensinya lebih ringkas dibandingkan laptop. Dari itu, sebuah tablet yang mampu menyatukan hiburan, gaming, belajar, bekerja, dan aktivitas kreatif tentu punya daya tarik tersendiri. Di sinilah POCO Pad mencoba mengambil posisi. Sebagai tablet pertama POCO, perangkat ini tidak datang sekadar membawa layar besar.
POCO membekalinya dengan layar 12,1 inci beresolusi 2.5K, refresh rate hingga 120Hz, chipset Qualcomm Snapdragon 7s Gen 2, baterai 10.000 mAh, serta sistem operasi Xiaomi HyperOS. Kombinasi tersebut membuat POCO Pad terasa seperti perangkat yang dirancang untuk menemani banyak aktivitas sekaligus.
POCO memperkenalkan POCO Pad ke pasar Indonesia bersamaan dengan peluncuran POCO F6 Series. Saat debut, tablet ini ditawarkan dengan harga resmi Rp3.999.000 untuk konfigurasi RAM 8GB dan penyimpanan internal 256GB. Harga tersebut membuat POCO Pad menarik perhatian karena membawa spesifikasi yang cukup agresif di kelas tablet menengah.
Layar 12,1 Inci yang Jadi Andalan
Daya tarik pertama POCO Pad tentu saja terletak pada layarnya. Tablet ini membawa panel LCD berukuran 12,1 inci dengan resolusi 2.5K atau 2560 x 1600 piksel. Ukuran tersebut memberikan ruang visual yang luas untuk menonton film, membaca dokumen, bermain game, hingga membuka beberapa aplikasi.
Rasio aspek 16:10 juga terasa cocok untuk perangkat serbaguna. Bentuk layar tidak terlalu memanjang sehingga masih nyaman ketika digunakan dalam posisi landscape maupun portrait. Untuk aktivitas hiburan, layar besar tersebut membuat pengalaman menonton terasa lebih lega dibandingkan smartphone. Sementara untuk pekerjaan, ruang yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk membaca dokumen atau mengerjakan tugas dengan lebih leluasa.
Yang membuatnya semakin menarik adalah dukungan refresh rate hingga 120Hz dengan DynamicSwitch. Refresh rate tinggi membuat perpindahan menu, scrolling, animasi, dan gerakan dalam game terlihat lebih halus. Sistem dapat menyesuaikan refresh rate sesuai kebutuhan, termasuk 30Hz, 48Hz, 50Hz, 60Hz, 90Hz, hingga 120Hz.
POCO juga membekali layarnya dengan tingkat kecerahan hingga 600 nit dalam mode HBM serta tiga sertifikasi TÜV Rheinland yang berkaitan dengan Low Blue Light, Flicker Free, dan Circadian Friendly. Fitur-fitur tersebut menjadi nilai tambah bagi pengguna yang terbiasa menatap layar dalam waktu lama.
Snapdragon 7s Gen 2 untuk Gaming dan Multitasking
Di balik layar besarnya terdapat Qualcomm Snapdragon 7s Gen 2, chipset yang dibuat menggunakan proses fabrikasi 4nm. Kehadiran chipset ini menunjukkan bahwa POCO tidak ingin menjadikan Pad sekadar perangkat untuk menonton video atau membaca berita.
Dengan RAM 8GB dan penyimpanan internal 256GB, POCO Pad cukup siap menghadapi kebutuhan multitasking sehari-hari. Pengguna dapat berpindah dari browser ke aplikasi produktivitas, media sosial, hingga aplikasi hiburan tanpa tablet terasa seperti perangkat yang hanya ditujukan untuk penggunaan ringan.
Untuk gamer mobile, kombinasi Snapdragon 7s Gen 2 dan layar 120Hz menjadi salah satu daya tarik utama. Layar besar memberikan bidang pandang yang lebih luas, sedangkan refresh rate tinggi membuat pergerakan terasa lebih mulus pada game yang mendukungnya. Dukungan Wi-Fi 6 dengan 2x2 MIMO juga membantu menyediakan koneksi nirkabel yang cepat dan stabil ketika digunakan bersama jaringan yang kompatibel.
Namun, ekspektasi tetap perlu ditempatkan secara realistis. POCO Pad bukan tablet flagship dengan chipset kelas tertinggi. Kekuatannya justru berada pada keseimbangan antara performa, ukuran layar, baterai, dan harga.
Baterai 10.000 mAh, Teman Setia Seharian
Tablet ini membawa kapasitas 10.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 33W. Kapasitas sebesar itu memang sesuai dengan karakter perangkat yang memiliki layar 12,1 inci. Pengguna tidak harus terlalu sering mencari colokan ketika berpindah dari aktivitas bekerja ke menonton film atau bermain game.
POCO sendiri mengklaim perangkat ini mampu digunakan untuk pemutaran video online hingga 16 jam dan membaca hingga 18 jam dalam pengujian internalnya. Hasil nyata tentu dapat berbeda bergantung pada kondisi penggunaan.
Bagi pengguna yang mobilitasnya tinggi, baterai besar menjadi salah satu alasan paling masuk akal untuk mempertimbangkan tablet ini. Perangkat seperti POCO Pad memang tidak hanya membutuhkan performa, tetapi juga stamina agar dapat bertahan menemani aktivitas sepanjang hari.
Empat Speaker Bikin Hiburan Makin Hidup
Layar besar akan terasa kurang lengkap tanpa audio yang memadai. Oleh karena itu, POCO menyematkan empat speaker pada Pad dan mendukung Dolby Atmos. Perpaduan tersebut dirancang untuk menghadirkan suara stereo yang lebih imersif.
Saat digunakan menonton film atau serial, empat speaker memberikan pengalaman audio yang lebih memenuhi ruang dibandingkan perangkat dengan satu atau dua speaker. Untuk bermain game, suara yang lebih luas juga dapat membantu membuat suasana permainan terasa lebih hidup. POCO Pad turut mendukung Dolby Vision untuk pengalaman visual pada konten yang kompatibel.
Menariknya lagi, tablet ini masih menyediakan jack headphone 3,5 mm. Bagi pengguna yang masih menyukai headset berkabel, keberadaan port tersebut tentu menjadi keuntungan tersendiri.
Desain Tipis dan Bodi Logam
Dari sisi desain, POCO Pad membawa bodi logam unibody yang memberikan kesan lebih premium. Ketebalannya sekitar 7,5 mm, sementara bobotnya berada di kisaran 570 gram. Dengan ukuran tersebut, perangkat masih relatif mudah dibawa, meskipun tentu tidak seringan smartphone.
Desain tipis tersebut membuatnya lebih mudah dimasukkan ke dalam tas untuk dibawa ke kampus, kantor, ruang kelas, atau perjalanan. Pada bagian depan, perlindungan layar menggunakan Corning Gorilla Glass 3.
POCO juga menawarkan pilihan warna yang memberi kesan sederhana sekaligus modern. Untuk pasar Indonesia, warna Grey dan Blue menjadi pilihan ketika perangkat ini pertama kali diperkenalkan.
Kamera Bukan Prioritas Utama
Berbeda dengan smartphone POCO yang biasanya cukup agresif menawarkan kemampuan fotografi, kamera POCO Pad lebih berfungsi sebagai pelengkap. Tablet ini dibekali kamera belakang 8MP dan kamera depan 8MP.
Konfigurasi tersebut cukup untuk kebutuhan seperti video call, rapat daring, pemindaian sederhana, dokumentasi ringan, atau komunikasi sehari-hari. Namun, bagi pengguna yang mencari tablet dengan kemampuan fotografi sebagai prioritas utama, POCO Pad memang bukan perangkat yang ditujukan untuk itu.
Bisa Berkolaborasi dengan Smartphone
Salah satu fitur menarik lainnya adalah dukungan Xiaomi Interconnectivity. Fitur ini memungkinkan POCO Pad bekerja lebih erat dengan ponsel yang kompatibel dalam ekosistem Xiaomi dan POCO.
Pengguna dapat menerima pesan, menjawab panggilan, melihat aplikasi smartphone melalui tablet, berbagi file dengan metode drag and drop, serta menggunakan clipboard bersama untuk menyalin teks maupun gambar antarperangkat. Ada pula fitur yang memungkinkan aplikasi Notes pada tablet mengakses kamera ponsel untuk memasukkan foto secara langsung ke catatan.
Bagi pengguna yang sudah memakai smartphone POCO atau Xiaomi, kemampuan semacam ini membuat tablet terasa bukan sebagai perangkat terpisah, melainkan bagian dari ekosistem yang saling terhubung.
Bisa Disulap Menjadi Perangkat Produktivitas
POCO Pad juga tidak berhenti pada hiburan. Untuk pengguna yang ingin menjadikannya perangkat kerja, tersedia POCO Pad Keyboard dan POCO Smart Pen sebagai aksesori tambahan.
Smart Pen mendukung 4096 tingkat sensitivitas tekanan, gaya aktivasi 10 gram, latensi rendah, serta diklaim mampu digunakan menulis hingga 12 jam. Sementara keyboard dapat membantu mengubah pengalaman tablet menjadi lebih dekat dengan perangkat kerja portabel. Namun, kedua aksesori tersebut dijual terpisah.
Pada saat peluncuran di Indonesia, masing-masing aksesori tersebut diberitakan dibanderol Rp699.000. Jadi, pengguna yang ingin mendapatkan paket lengkap untuk produktivitas perlu menyiapkan anggaran tambahan di luar harga tablet.