Lifestyle
Sudah Tidur Lama Tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Kualitas Tidurmu Bermasalah
Pernah merasa sudah tidur selama tujuh sampai delapan jam, tetapi ketika bangun tubuh masih terasa berat, mengantuk, dan tidak bersemangat untuk memulai aktivitas? Kondisi seperti ini cukup sering dialami, terutama ketika aktivitas sehari-hari sedang padat.
Banyak orang menganggap rasa lelah setelah bangun berarti waktu tidurnya masih kurang, padahal belum tentu demikian. Bisa saja masalahnya bukan pada durasi tidur, melainkan kualitas tidur yang belum cukup baik.
Menurut Kementerian Kesehatan, tidur yang sehat ditentukan oleh dua hal, yaitu kuantitas dan kualitas tidur. Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar tujuh hingga delapan jam tidur setiap hari, tetapi lamanya waktu tidur saja tidak bisa menjadi satu-satunya ukuran.
Kualitas tidur juga berkaitan dengan seberapa nyenyak seseorang tidur, seberapa sering terbangun pada malam hari, serta apakah tubuh terasa tenang dan berenergi ketika bangun pada pagi hari. Berdasarkan Kemenkes ada beberapa penyebab yang membuat tidurmu bermasalah:
1. Pola Tidur Tidak Teratur
Sering tidur terlalu larut, bangun pada jam yang berbeda-beda, atau mengubah jadwal tidur secara drastis dapat membuat tubuh kesulitan mengikuti pola istirahat yang konsisten.
Kebiasaan mengkonsumsi minuman berkafein atau alkohol secara berlebihan juga dapat membuat kualitas tidur menurun. Jadi, meskipun sudah menghabiskan banyak waktu di tempat tidur, tubuh belum tentu mendapatkan istirahat yang benar-benar maksimal.
2. Pikiran masih dipenuhi Stres
Banyak pikiran sebelum tidur juga bisa menjadi alasan mengapa tubuh tetap terasa lelah saat bangun. Misalnya, ketika seseorang masih memikirkan tugas yang belum selesai, masalah pekerjaan, masalah dengan pasangan atau teman, yang membuat pikiran tetap aktif meskipun tubuh sudah waktunya beristirahat.
Kemenkes menjelaskan bahwa stres berat dan berkepanjangan, kecemasan, maupun depresi dapat mengganggu pola tidur sehingga seseorang lebih sulit tidur atau mengalami tidur yang tidak berkualitas.
3. Kondisi Kesehatan
Rasa lelah setelah bangun tidur tidak selalu disebabkan oleh kebiasaan tidur yang kurang baik, tetapi juga bisa berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu yang membuat tubuh sulit beristirahat dengan nyaman.
Masalah kesehatan seperti penyakit paru-paru kronis, asma, asam lambung, penyakit ginjal, kanker, hingga nyeri kronis dapat menimbulkan rasa tidak nyaman atau membuat seseorang lebih sering terbangun saat malam hari.
Akibatnya, waktu tidur mungkin tetap mencapai tujuh sampai delapan jam, tetapi tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup berkualitas karena tidur terus terganggu.
4. Gangguan Tidur (sleep apnea)
Salah satu alasan seseorang tetap merasa lelah setelah tidur cukup lama adalah sleep apnea, yaitu gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan berhenti atau terganggu sementara ketika sedang tidur.
Kondisi ini dapat terjadi berulang kali sepanjang malam tanpa disadari oleh orang yang mengalaminya, sehingga tidur menjadi tidak nyenyak dan tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang optimal.
Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain mendengkur dengan keras, terengah-engah atau seperti tersedak saat tidur, serta adanya jeda ketika bernapas.
Meningkatkan kualitas tidur sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sederhana. Kemenkes menyarankan penerapan sleep hygiene, salah satunya dengan menetapkan jadwal tidur dan bangun yang teratur agar tubuh terbiasa mengenali waktu istirahat.
Selain itu, buat kamar senyaman mungkin dengan merapikan tempat tidur, memastikan sirkulasi udara berjalan dengan baik dan mengurangi penggunaan smartphone sekitar 30 menit sebelum tidur agar pikiran tidak terus terstimulasi oleh aktivitas di layar.