Lifestyle

MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X

MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X
MediaTek Dimensity C10 Max (mediatek)

Persaingan pasar laptop berbasis kecerdasan buatan (AI) semakin ramai. Setelah Qualcomm, Intel, dan AMD saling beradu menghadirkan chip yang menawarkan performa tinggi sekaligus efisiensi daya, kini MediaTek mulai memasuki segmen tersebut dengan chipset khusus untuk perangkat laptop.

MediaTek memperkenalkan Dimensity CX C10 Max, chip yang dirancang untuk laptop tipis dan ultra-portabel berbasis AI. Chip terbaru ini disebut akan digunakan pada perangkat Googlebook premium yang dijadwalkan hadir pada akhir tahun ini.

Kehadiran C10 Max menjadi langkah penting bagi MediaTek untuk memperluas bisnisnya di luar pasar smartphone. Perusahaan sebelumnya telah dikenal luas melalui berbagai chipset Dimensity untuk perangkat mobile. Kini, MediaTek mencoba membawa pendekatan serupa ke perangkat komputasi portabel yang membutuhkan efisiensi tinggi dan kemampuan AI.

Salah satu daya tarik utama Dimensity CX C10 Max terletak pada proses produksinya. Chip ini dibuat menggunakan fabrikasi 3nm TSMC, teknologi yang dirancang untuk menghasilkan efisiensi daya sekaligus mempertahankan performa tinggi dalam perangkat berukuran tipis.

MediaTek menggunakan desain yang disebut "All Big Core". Konfigurasi tersebut menggabungkan CPU delapan inti dengan GPU 11 inti yang dirancang khusus untuk perangkat laptop tipis tanpa kipas. Dengan pendekatan ini, C10 Max ditujukan untuk memberikan performa yang tetap responsif tanpa membutuhkan sistem pendingin aktif seperti yang umum ditemukan pada laptop berperforma tinggi.

Namun, kemampuan yang paling menjadi perhatian justru berasal dari sektor AI. MediaTek membekali Dimensity CX C10 Max dengan NPU generasi kedelapan bernama NPU 890. Neural Processing Unit tersebut mampu menghasilkan performa AI hingga 55 TOPS (trillion operations per second).

Angka tersebut membuat C10 Max berada di kelas yang cukup kompetitif untuk laptop berbasis AI. Kemampuan 55 TOPS tersebut juga dirancang untuk mendukung berbagai fitur AI pada ekosistem Google, termasuk fitur yang berkaitan dengan Gemini Intelligence.

Sejumlah kemampuan yang dapat didukung antara lain Magic Pointer, Create My Widget, integrasi perangkat Android lintas perangkat, hingga bantuan AI kontekstual. Fitur-fitur tersebut dirancang agar AI dapat bekerja secara langsung di perangkat dan membantu pengguna dalam berbagai aktivitas tanpa selalu bergantung pada pemrosesan berbasis cloud.

Vince Hu dari MediaTek juga mengaitkan kehadiran chip ini dengan hubungan jangka panjang perusahaan bersama Google, khususnya dalam pengembangan perangkat keras berbasis Android. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu fondasi bagi MediaTek untuk membawa chipset barunya ke perangkat Googlebook generasi berikutnya.

Jika dibandingkan dengan sejumlah chip pesaing, kemampuan AI C10 Max juga terlihat cukup kompetitif di atas kertas. Snapdragon X Plus generasi pertama dari Qualcomm memiliki kemampuan hingga sekitar 45 TOPS, sedangkan Intel Lunar Lake berada di kisaran 48 TOPS. Di sisi lain, AMD Ryzen AI 300 menawarkan kemampuan sekitar 50–55 TOPS.

Qualcomm sendiri telah meningkatkan kemampuan AI pada generasi berikutnya melalui Snapdragon X2 Plus, yang diklaim mampu mencapai hingga 80 TOPS. Artinya, MediaTek masih harus bersaing dengan perkembangan teknologi dari kompetitor apabila ingin memperluas kehadirannya di pasar laptop AI.

Apple juga memiliki pendekatan serupa melalui chip seri M yang digunakan pada MacBook dan iPad. Meski berada dalam ekosistem yang berbeda, konsepnya memiliki kesamaan, yakni menawarkan efisiensi tinggi untuk perangkat tipis sekaligus mendukung fitur AI seperti Apple Intelligence.

Selain kemampuan CPU, GPU, dan AI, MediaTek turut membekali C10 Max dengan berbagai fitur multimedia dan konektivitas. Chip ini menggunakan ISP Imagiq 1090 yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gambar, termasuk ketika digunakan untuk kebutuhan panggilan video.

Untuk konektivitas nirkabel, C10 Max mendukung Wi-Fi 7 dengan kecepatan hingga 7,3 Gbps serta Bluetooth 6.0. Dukungan tersebut diharapkan mampu memberikan koneksi yang lebih cepat dan stabil ketika laptop digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja hingga menikmati konten multimedia.

Hingga saat ini, MediaTek memang belum mengungkap perangkat pertama yang akan menggunakan Dimensity CX C10 Max maupun tanggal peluncuran resminya. Namun, perusahaan memastikan bahwa laptop Googlebook berbasis chip tersebut akan hadir dalam waktu dekat.

Jika sesuai rencana, kemunculan C10 Max dapat menjadi awal persaingan baru di pasar laptop tipis berbasis AI. MediaTek tidak hanya membawa kemampuan AI hingga 55 TOPS, tetapi juga menawarkan kombinasi efisiensi 3nm, konektivitas modern, serta integrasi erat dengan ekosistem Google.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda