Lifestyle

Grand Hotel De Djokja Hadirkan Pengalaman Gastronomi Nusantara dalam WIG 2026

Grand Hotel De Djokja Hadirkan Pengalaman Gastronomi Nusantara dalam WIG 2026
Dinner di Grand Hotel De Djokja (Ist)

Grand Hotel De Djokja menjadi mitra venue dalam penyelenggaraan Wonderful Indonesia Gastronomy 2026, sebuah perhelatan yang mengangkat keragaman kuliner Indonesia, kreativitas para chef Tanah Air, serta kisah di balik cita rasa khas dari berbagai wilayah Nusantara.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Grand Hotel De Djokja menyambut para tamu media yang menginap untuk merasakan suasana heritage di kawasan Malioboro. Pengalaman tersebut kemudian dilanjutkan dengan perjalanan kuliner istimewa di ROSO Restaurant, restoran di dalam hotel yang mengusung konsep gastronomi Indonesia kontemporer. Melalui pendekatan ini, ROSO mengolah kekayaan rempah, resep tradisional, dan memori kuliner Indonesia menjadi sajian dengan presentasi modern dan elegan.

Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 menjadi wadah untuk mempertemukan kekayaan rasa, budaya, dan upaya pelestarian warisan kuliner Indonesia. Di ROSO, semangat tersebut diwujudkan melalui dua rangkaian makan malam kolaboratif yang menghadirkan chef Indonesia dengan pengalaman internasional, tanpa meninggalkan karakter dan akar kuliner Nusantara.

"Visi Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 adalah membawa gastronomi dari akar lokal menuju pengakuan global, karena wisatawan kini tidak hanya menikmati rasa tapi mencari cerita di balik makanan tersebut. Misinya menjadikan kekayaan gastronomi Indonesia sebagai daya tarik wisata menuju Pariwisata berkualitas dan berkelanjutan." ujar Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana.

"Wonderful Indonesia Gastronomi harus menjadi platform untuk mengangkat mimpi para pelaku di industri dari hulu hingga hilir, bergerak bersama mendorong ekonomi lokal di destinasi gastronomi khususnya" sambung Vita Datau - Founder Indonesia Gastronomy Network.

Pulang: Merayakan Keragaman Kuliner dalam Satu Meja

Pada 30 September 2026, ROSO menghadirkan Pulang, sebuah jamuan makan malam tujuh hidangan yang mempertemukan Chef Agus Hermawan dan Chef Philip Walasary. Dengan tema Two Chefs. Many Islands. One Indonesian Table., kolaborasi ini menggabungkan perspektif Chef Agus Hermawan, Executive Chef di restoran Ron Gastrobar, Belanda, yang meraih bintang Michelin, dengan Chef Philip Walasary, F&B Director sekaligus Executive Chef Grand Hotel De Djokja.

Melalui tujuh sajian, kedua chef mengeksplorasi kekayaan rasa dari Maluku, Jawa, Sunda, hingga Batak. Perpaduan tersebut menjadi representasi semangat ROSO dalam mempertemukan beragam cerita kuliner Indonesia melalui satu pengalaman bersantap.

Mengusung makna kembali ke asal, Pulang mengajak tamu mengenang cita rasa dapur rumah, penggunaan bahan-bahan lokal, serta warisan leluhur yang tersimpan dalam racikan bumbu dan teknik memasak. Filosofi tersebut tercermin dalam tiga hidangan berikut.

Tuna Kohu

Terinspirasi dari kuliner Maluku, Tuna Kohu menjadi hidangan pembuka yang membawa Chef Philip Walasary pada kenangan tentang Ambon. Perpaduan ikan tuna segar, kelapa, jeruk, herba, dan cabai menghadirkan karakter laut dan kesegaran khas daerah kepulauan. Sajian ini menunjukkan bahwa kekayaan kuliner Indonesia dapat diolah secara elegan dengan tetap mempertahankan karakter rasa aslinya.

Sop Matahari

Berasal dari Solo, Sop Matahari merepresentasikan karakter masakan Jawa yang lembut dan penuh ketelitian. Bentuknya yang menyerupai bunga menyimpan kaldu bercita rasa halus. Hidangan ini memperlihatkan bahwa keistimewaan kuliner Nusantara tidak selalu terletak pada kompleksitas rasa, tetapi juga pada keseimbangan, presisi, dan kesederhanaan yang meninggalkan kesan mendalam.

Mille Feuille Colenak

Sebagai hidangan penutup, Mille Feuille Colenak membawa tamu kembali pada kekayaan kuliner Sunda melalui olahan singkong, fermentasi, kelapa, gula, dan proses pemanggangan. Dengan sentuhan kontemporer, colenak dihadirkan dalam interpretasi baru tanpa menghilangkan identitas kuliner tradisionalnya. Sajian ini sekaligus menegaskan komitmen ROSO untuk menjaga memori kuliner Indonesia agar tetap relevan dalam perkembangan gastronomi masa kini.

Timur: Menelusuri Kekayaan Kuliner Indonesia Timur
Perjalanan gastronomi di ROSO berlanjut melalui jamuan makan malam kedua bertajuk Timur, hasil kolaborasi Chef Philip Walasary dengan Chef Glenn Erari. Mengangkat kekayaan kuliner Maluku dan Papua, pengalaman ini mengajak tamu mengenal lebih dekat cita rasa yang lahir dari hubungan erat antara laut, sagu, teknik memasak tradisional, dan kehidupan masyarakat setempat.

Melalui Timur, ROSO menghadirkan beragam cerita kuliner Indonesia Timur dengan menempatkan bahan pangan lokal, warisan leluhur, dan tradisi turun-temurun sebagai bagian utama dari pengalaman bersantap. Pendekatan tersebut diwujudkan dalam sejumlah hidangan yang merefleksikan karakter dan identitas wilayah asalnya.

Sagu Bakar

Sagu Bakar menjadi sajian pembuka yang mempertemukan karakter kuliner Maluku dan Papua melalui bahan pangan khas Indonesia Timur. Cangkang sagu yang renyah dipadukan dengan ikan asap, kenari, dan colo-colo, menghadirkan perpaduan aroma laut, rasa gurih, dan sentuhan asap. Hidangan ini memperkenalkan kekayaan cita rasa Indonesia Timur sejak awal perjalanan bersantap.

Papeda

Papeda dihadirkan sebagai sajian yang menonjolkan kelembutan sagu dengan perpaduan ikan, kuah kuning, kemangi, dan citrus. Kombinasi tersebut merepresentasikan kedekatan masyarakat Indonesia Timur dengan hasil laut dan bahan pangan lokal. Melalui penyajian yang lebih terkurasi, ROSO tetap mempertahankan karakter hidangan rumahan yang identik dengan kehangatan dan kebersamaan.

Bakar Batu

Terinspirasi dari tradisi Bakar Batu di Papua, hidangan ini mengangkat nilai kebersamaan yang tercermin dalam tradisi memasak dan menyantap makanan bersama. Beef short rib dipadukan dengan umbi-umbian, aroma asap, serta rempah untuk menghadirkan interpretasi modern dari tradisi tersebut. Sajian ini menjadi bentuk penghormatan terhadap budaya berbagi, kemurahan hati, dan kebersamaan yang melekat dalam kehidupan masyarakat Papua.

Grand Hotel De Djokja sebagai Ruang Perjumpaan Budaya

General Manager Grand Hotel De Djokja, Andreas Kahl, menyampaikan antusiasmenya dalam menyambut para tamu Wonderful Indonesia Gastronomy 2026. Ia menilai partisipasi hotel dalam acara ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman budaya yang bermakna bagi para pengunjung.

“Melalui Wonderful Indonesia Gastronomy 2026, Grand Hotel De Djokja memperkuat perannya sebagai rumah bagi perjumpaan budaya dan pengalaman yang bermakna. Dengan latar bangunan heritage berusia 115 tahun, telah menjadi bagian dari perjalanan Yogyakarta, hotel ini menjadi tempat yang tepat untuk merayakan Indonesia melalui bahasa yang paling universal: rasa.”

Melalui ROSO Restaurant, Grand Hotel De Djokja menghadirkan kekayaan kuliner Indonesia dalam perspektif yang lebih modern tanpa melepaskan identitas aslinya. Perpaduan rempah Nusantara, teknik memasak yang presisi, serta kisah dari berbagai daerah menjadikan pengalaman bersantap sebagai sarana untuk mengenalkan warisan gastronomi Indonesia kepada khalayak internasional.

Lebih dari sekadar menyajikan makanan, ROSO membawa cerita tentang asal-usul, tradisi, dan identitas masyarakat Indonesia ke dalam setiap hidangan. Dengan demikian, kekayaan kuliner Nusantara dapat terus dirawat, dikembangkan, dan diperkenalkan kepada dunia dengan tetap menjaga akar budayanya.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Komentar

Rekomendasi

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda