Lifestyle

Antara Sejarah, Kuliner Warisan, dan Gaya Hidup Pedas Manis ala Sambal Bajak

Antara Sejarah, Kuliner Warisan, dan Gaya Hidup Pedas Manis ala Sambal Bajak
Ilustrasi sambal bajak (YouTube/Rudy dan Sahabat TV)

Ada yang suka makan nasi dengan tambahan sambal? Atau bahkan menjabat gelar Raja Sambal?

Sebagai penduduk bumi Nusantara, kehadiran sambal telah lama menyertai gaya hidup sehari-hari masyarakatnya. Juga hampir di masing-masing daerah memiliki sambal dengan ciri khas tertentu termasuk cara penyajiannya. Kawan-kawan mungkin telah familiar dengan beberapa jenis sambal seperti sambal hijau Padang, sambal terasi, sambal matah, sambal pencit, atau mungkin sudah pernah makan sambal bajak?

Sambal yang Konon Terinspirasi dari Pekerjaan Masyarakat

Melansir laman Perpustakaan Digital Indonesia, sambal ini berasal dari wilayah Jawa Tengah. Nama sambal bajak diambil dari sejarah pembuatan sambal ini. Yang konon dulu sering dibawa ibu-ibu petani yang membawakan masakan untuk para petani yang sedang membajak sawah. Karena itulah sambal ini dinamakan sambal bajak. Umumnya, sambal ini memiliki rasa yang tidak terlalu pedas.

Kendati demikian, sambal bajak telah dikenal luas oleh masyarakat bahkan sampai daerah Jawa Timur sekalipun. Walau yang membuat saya cukup bertanya-tanya adalah pengambilan namanya. Bila memang berasal dari Jawa Tengah, mengapa namanya sambal bajak alih-alih sambal mluku? Mengingat bahasa Jawa membajak adalah mluku. Tapi, just opinion ya.

Sambal yang Tata Cara Masaknya Unik dan Awet

Sambal bajak sebenarnya cukup mudah dibuat karena bahan-bahannya gampang ditemui. Walau ya, cara memasaknya memang membutuhkan waktu agak lama. Namun, setimpal dengan kenikmatan yang Nusantara heritage banget.

Sambal bajak dibuat dari cabe rawit, cabe merah, bawang putih, bawang putih, dan tomat yang digoreng lebih dahulu sebelum dihaluskan bersama terasi bakar atau terasi goreng. Setelah halus, sambal digoreng lagi dan dibumbui dengan garam, micin, dan gula.

Dari pengalaman pribadi, sambal bajak mampu bertahan selama 5-6 hari di suhu ruang, dan mungkin bisa lebih lama di dalam kulkas.

Apa Ciri Khas Sambal Bajak Ketimbang Sambal Lain?

Semula, saya tidak paham apa perbedaan mencolok sambal bajak ketimbang sambal jenis lain kecuali proses penggorengan kembali setelah dihaluskan. Namun, setelah mencoba sambal bajak versi original, saya mengerti.

Selama ini, emak saya senantiasa membuat versi sambal bajak pedas. Padahal versi aslinya, sambal ini memiliki citarasa pedas manis yang khas, karena tambahan gulanya. Di beberapa versi ada yang menggunakan gula pasir, tapi ada juga yang menggunakan gula merah.

Pun pada beberapa video tutorial, ada beberapa versi penambahan bumbu aromatik seperti daun jeruk, serai, hingga air asam jawa. Namun, semuanya kembali pada selera masing-masing ya.

Sambal yang Cocok Dijadikan Stok Lauk Praktis dan Ekonomis

Karena sifatnya yang mampu awet setelah digoreng kembali, sambal bajak kerap dijadikan stok lauk rumahan yang praktis. Cukup sekali membikin dalam jumlah banyak, kemudian disimpan dalam kulkas, maka tingkat awetnya makin tinggi.

Kita bisa langsung memakainya untuk lauk makan nasi saja, lauk pendamping, atau campuran mie. Bebas. Dan tentunya bernilai ekonomis karena menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan bahkan dari tukang sayur sekalipun. Citarasanya yang pedas, manis, dan medok beradu dengan sepiring nasi hangat, dijamin bakal bikin nambah.

Jujur saya lebih prefer sambal bajak versi pedas ketimbang pedas manis, karena lebih menantang digado dengan makanan apapun. Namun, saya tetap menghargai perbedaan selera dan opini masing-masing. Pedas manis juga oke, versi pedas juga oke. Yang jelas, sambal bajak adalah salah satu menu pelengkap khas Nusantara yang eksistensinya tetap ada, tanpa takut dihantam zaman.

Resepnya pun kini bisa kita jumpai di internet, baik versi tulisan maupun video tutorialnya. Sehingga keberadaannya tetap kekal, menjadi salah satu kekayaan kuliner yang terus diwariskan turun temurun ke tiap generasi.

Anyway, kawan-kawan sudah pernah makan sambal bajak?

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda