alexametrics

Kesejahteraan Petani Karet di Sumatera Selatan Perlu Ditingkatkan

dessy kurniati
Kesejahteraan Petani Karet di Sumatera Selatan Perlu Ditingkatkan
Ilustrasi perkebunan karet (shutterstock)

Sumatra Selatan adalah daerah yang menjadi salah satu penghasil karet terbesar di Indonesia , sehingga kesejahteraan para petaninya pun harus ditingkatkan.

Suara.com - Tanaman karet adalah salah satu jenis tanaman perkebunan yang dikembangkan di berbagai negara termasuk Indonesia. Produk utama tanaman karet yaitu karet itu sendiri yang dapat diperoleh dari proses penggumpalan getah tanaman karet, yang dapat juga disebut lateks.

Karet merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Karet juga salah satu komoditas ekspor Indonesia yang cukup besar sebagai penghasil devisa negara selain minyak dan gas.

Berdasarkan hasil publikasi kementrian perdagangan, karet dan olahannya merupakan komoditi ekspor non migas terbesar ke 5 di Indonesia. Dari 162.840,9 US$ nilai ekspor non migas, karet menyumbang nilai sebesar 6.380,10 US$ pada tahun 2018. Artinya sekitar 4% pendapatan ekspor merupakan sumbangan dari komoditi karet.

Di Indonesia sendiri, luas areal dan produksi karet terbesar berasal dari perkebunan yang berstatus Perkebuan Rakyat (PR), yaitu perkebunan yang diselenggarakan atau dikelola oleh rakyat/perkebunan yang dikelompokkan dalam usaha kecil, tanaman perkebunan rakyat dan usaha rumahtangga perkebunan rakyat. Kemudian disusul oleh Perkebunan Besar Swasta (PBS) dan Perkebunan Besar Negara (PBN).

Provinsi Sumatera Selatan merupakan daerah yang memiliki produksi karet kering tertinggi dan juga merupakan daerah yang memiliki luas areal PR terluas di Indonesia.

Menurut data publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2018 Produksi karet kering PR diperkirakan mencapai 926,54 ribu ton atau sekitar 30,83 persen dari total produksi karet kering PR nasional, dengan luas areal PR  diperkirakan sebesar 788,77 ribu hektar (25,33 %) dari luas areal PR karet nasional.

Luas areal PR dan tingkat produksi PR karet di Provinsi Sumatera Selatan yang cukup tinggi nyatanya tidak menjamin kesejahteraan petani karet juga tinggi.

Banyak sekali petani karet yang mengeluhkan bahwa mereka mengalami defisit, yaitu kenaikan harga produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan harga barang konsumsinya atau pendapatan petani turun, lebih kecil dari pengeluarannya.

Harga karet yang cendrung berfluktuasi dan dinilai masih sangat murah serta harga barang-barang pokok dan kebutuhan hidup lainnya cendrung mengalami peningkatan merupakan faktor utama yang selalu dikeluhkan dan menjadi permasalahan bagi para petani karet di provinsi Sumatera Selatan.

Grafik harga karet kontrak berjangka Jan 2017- Sep 2020 (TRADINGECONOMICS.COM)
Grafik harga karet kontrak berjangka Jan 2017- Sep 2020 (TRADINGECONOMICS.COM)

Harga karet sendiri mulai bergerak tarun sejak tahun 2013 meski pada tahun 2011 saat booming komoditas menembus US$ 5/kg. Namun, pada tahun2017 diketahui hanya US$1,65 per Kg, dan pada tahun 2018 mencapai US$1,4 per Kg.

Komentar