News

5 Tradisi Maulid Nabi yang Ada di Indonesia, Bungo Lado hingga Walima

5 Tradisi Maulid Nabi yang Ada di Indonesia, Bungo Lado hingga Walima
Potret tradisi Endog-Endogan dari Banyuwangi untuk menyambut Maulid Nabi (instagram/bwi24jam)

Menanti hari kelahiran nabi besar, tandas adalah momen paling ditunggu oleh masyarakat muslim di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Sebagai masyarakat Indonesia yang kaya akan tradisi dan budaya sekaligus negara dengan penduduk Islam terbesar dunia, memiliki cara tersendiri dalam mengungkap rasa terkasih terhadap junjungan besar mereka, yakni nabi Muhammad SAW. 

Tiap daerah di Indonesia memiliki tradisi yang masing-masing terbilang unik dan menarik, lantas apa saja tradisi-tradisi tersebut? Simak berikutnya!

1. Bungo Lado - Sumatra barat

Bungo Lado adalah tradisi yang berasal dari Sumatera Barat, lebih tepatnya diselenggarakan di kota Pariaman. Bungo lado berasal dari bungo yang berarti bunga dan lado berarti cabe. Bungo lado merupakan tradisi menghiasai pohon dengan sejumlah uang tunai berbentuk lembaran. Tak hanya itu, pohon juga ditempelkan kertas-kertas hias warna warni untuk mempercantik tampilannya.

Sesaat setelah bungo lado berhasil dikreasikan, berikutnya diarak menuju ke masjid atau surau untuk disumbangkan sebagai tambahan dana kepada kegiatan keagamaan dan sosial.

2. Ngalungsur pusaka - Jawa Barat

Ngalungsur pusaka adalah tradisi memandikan benda-benda pusaka yang dianggap keramat oleh masyarakat Jawa barat sekaligus saksi sejarah perjuangan Syech Sunan Rachmat dalam menyebarkan agama Islam. Pada bulan maulid nabi, benda-benda pusaka peninggalan leluhur yang disimpan di rumah adat joglo dikeluarkan dan kemudian dimandikan. 

3. Weh-wehan - Jawa Tengah

Masyarakat Jawa tengah, terkhususnya Kaliwungu, kabupaten Kendal memiliki cara sendiri dalam merayakan maulid nabi Muhammad dengan mengadakan tradisi yang bernama weh-wehan. Tradisi ini terbilang cukup unik dan menarik dimana masyarakat sibuk mempersiapkan berbagai makanan ringan hingga kue tradisional untuk saling dibagikan kepada para tetangga. 

Tradisi ini digadang-gadang sudah ada sejak abad ke-15 saat semenjak Islam masuk ke desa Kaliwungu, tradisi ini memiliki tujuan amat mulia untuk memperkuat tali persaudaraan dengan orang sekitar dan mengajarkan kepada sesama untuk saling berbagi. 

4. Kuwah beulangong - Aceh

Kuwah Beulangong adalah masakan khas masyarakat Aceh yang biasa disajikan pada hari besar seperti hari peringatan lahirnya nabi Muhammad atau maulid nabi, masakan ini sendiri berupa gulai berbahan baku daging kambing, nangka kepok, dan taburan bumbu-bumbu rempah khas lainnya.

Tradisi kuwah beulangong bertujuan untuk memupuk gotong royong dan kerja sama, pasalnya, dibutuhkan banyak orang untuk memasak masakan ini secara bersama-sama dalam kuali atau wajah yang sangat besar, usai matang, masyarakat bisa datang berbondong-bondong ke masjid untuk mengambil mengambil jatah mereka. 

5. Walima - Gorontalo

Berikutnya adalah tradisi Walima yang berasal dari Gorontalo. Tradisi ini terbilang cukup mirip dengan weh-wehan dari Jawa Tengah dimana masyarakat muslim sibuk menyiapkan kolombengi dan kue-kue tradisional khas Gorontalo lainnya dalam jumlah yang banyak hingga membumbung menyerupai bangunan masjid. Usai menyiapkan, makanan-makanan tersebut diarak keliling kampung atau kota untuk dibagikan kepada warga. 

Itu tadi 5 tradisi maulid nabi yang ada di Indonesia, apakah kamu sudah menantikan tradisi tersebut bersama keluarga dan orang-orang terdekatmu?

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda