News

Dito Ariotedjo Dicopot, Program Strategis Kemenpora di Ujung Tanduk?

Dito Ariotedjo Dicopot, Program Strategis Kemenpora di Ujung Tanduk?
Eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Dito Ariotedjo. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo reshuffle kabinet per 8/9/2025, Dito Ariotedjo resmi dicopot dari kursi Menpora.
  • Meski lengser, Dito meninggalkan jejak prestasi besar: tuan rumah ajang dunia, emas SEA Games & Olimpiade, hingga ranking FIFA naik.
  • Program Kemenpora dipastikan berlanjut oleh Wamen Taufik Hidayat, meski pengganti Menpora belum diumumkan.

Dalam reshuffle kabinet yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto tepat hari Senin (8/9/2025), Dito Ariotedjo resmi dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Istana Negara.

Pencopotan tersebut menjadi bagian dari reshuffle pertama dalam Kabinet Merah Putih. Meski tak lagi menjabat, Dito menerima keputusan tersebut dengan lapang dada dan menyebut hal ini merupakan hak prerogatif Presiden.

Sebagai informasi, Dito dilantik sebagai Menpora pertama kali pada April 2023 oleh Presiden Joko Widodo, menggantikan Zainudin Amali. Saat itu, Dito berusia 32 tahun, menjadikannya menteri termuda dalam Kabinet Indonesia Maju 2019–2024. Bahkan dalam sejarah Indonesia, ia tercatat sebagai Menpora termuda ketiga setelah Soepeno dan Wikana.

Kehadiran Dito di kursi Menpora tidak hanya menjadi simbol regenerasi, tetapi juga menunjukkan keterbukaan pemerintah terhadap peran generasi muda dalam pengambilan keputusan politik. Dengan latar belakang sebagai pengusaha muda serta keterlibatannya dalam dunia olahraga, Dito membawa semangat baru dalam memimpin kementerian yang membawahi kepemudaan dan olahraga nasional.

Sepanjang masa jabatannya, Dito mencetak berbagai prestasi yang membawa angin segar bagi dunia olahraga Indonesia. Ia berhasil mendorong Indonesia menjadi tuan rumah ajang bergengsi seperti Piala Dunia U-17 2023 dan Piala Dunia Basket 2023, yang masing-masing memberikan eksposur internasional besar bagi negara.

Tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, prestasi atlet Indonesia juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Di bawah kepemimpinannya, tim nasional sepak bola berhasil merebut emas di SEA Games 2023, melaju ke 16 besar Piala Asia 2023, serta mencapai semifinal Piala Asia U-23 2024. Ini merupakan pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tak kalah membanggakan, peringkat FIFA Indonesia juga naik drastis ke posisi 118.

Di Olimpiade Paris 2024, Indonesia mencetak sejarah baru dengan meraih dua medali emas dari cabang olahraga panjat tebing dan angkat besi. Catatan tersebut menjadi jumlah emas terbanyak dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di ajang tersebut. Sementara itu, di ASEAN Para Games 2023 di Kamboja, Indonesia tampil sebagai juara umum, memecahkan 15 rekor dan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendukung olahraga disabilitas.

Dito juga dikenal sebagai sosok yang aktif memperkuat struktur olahraga nasional lewat berbagai peran, termasuk sebagai chairman Rans Nusantara FC. Ia terlibat dalam transformasi olahraga nasional melalui implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), yang menjadi cetak biru pembangunan olahraga jangka panjang.

Program Strategis Kemenpora Dipastikan Berlanjut, Ini Kata Taufik Hidayat

Meski Dito telah dicopot, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat memastikan bahwa seluruh program Kemenpora akan tetap berjalan sesuai rencana. Dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Senin malam (8/9), Taufik menegaskan bahwa agenda-agenda kementerian tetap dilaksanakan sebagaimana telah dijadwalkan sebelumnya.

“Besok kami ikuti seperti biasa, apa yang sudah dijadwalkan kami jalan terus. Kami ikut arahan Pak Presiden. Jadi jangan sampai apa yang sudah dilegasiin Pak Dito tidak dijalankan,” ungkap Taufik, dikutip dari Antara News.

Ia juga menambahkan bahwa peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-42 akan tetap digelar di Cibubur pada 9 September 2025.

Taufik menegaskan bahwa meskipun posisi Menpora saat ini masih kosong dan belum ada pengganti resmi, roda organisasi di Kemenpora tetap berputar. Ia menyebut bahwa olahraga nasional harus tetap berjalan dengan stabil, terlepas dari dinamika politik yang terjadi.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kebijakan yang telah berjalan akan tetap dilanjutkan dan ditingkatkan. Taufik juga menyebut bahwa evaluasi terhadap beberapa regulasi, termasuk Peraturan Menpora Nomor 14 Tahun 2024, akan dilakukan setelah Menpora definitif ditunjuk.

Dalam reshuffle tersebut, selain Dito Ariotedjo, sejumlah pejabat tinggi lainnya juga diganti, seperti Sri Mulyani Indrawati yang digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, serta pelantikan menteri baru di bidang koperasi dan urusan haji.

Sementara itu, belum ada informasi resmi mengenai siapa yang akan menggantikan Dito sebagai Menpora. Namun, publik kini menunggu langkah Presiden Prabowo untuk menunjuk sosok yang dianggap mampu melanjutkan dan menyempurnakan program-program strategis yang telah dirintis oleh Dito selama dua tahun terakhir.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda