News

Indonesia Comic Con Rayakan Satu Dekade, Digelar 34 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran

Indonesia Comic Con Rayakan Satu Dekade, Digelar 34 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran
Indonesia Comic Con (Ist.)

Indonesia Comic Con (ICC) mencapai tonggak sepuluh tahun penyelenggaraannya.

Konvensi budaya pop terbesar di Indonesia yang diselenggarakan Panorama Media ini kembali digelar pada Sabtu– Minggu, 3–4 Oktober 2026, di Hall Expo & Arena, JIExpo Kemayoran, Jakarta, dengan tema “A Decade of Pop Culture Fiesta” — merayakan satu dekade ICC mempertemukan penggemar, kreator, komunitas, merek, dan pelaku industri dalam satu platform.

Tema tersebut bertumpu pada tiga gagasan. Celebration, sebagai perayaan sepuluh tahun perjalanan ICC dan orang-orang yang menyertainya. Connection, sebagai ruang yang mempertemukan berbagai fandom, disiplin kreatif, generasi, dan budaya. Dan Future, sebagai pembuka peluang baru bagi kreator, kekayaan intelektual, komunitas, serta industri kreatif yang lebih luas.

“Sepuluh tahun lalu kami memulai dengan satu keyakinan sederhana: penggemar budaya pop di Indonesia berhak punya tempat berkumpul sendiri. Yang membuat Indonesia Comic Con bertahan sampai edisi ke-10 bukan kami, tapi komunitasnya. Karena itu tema tahun ini kami tujukan untuk mereka, sekaligus sebagai komitmen kami menaikkan IP lokal ke panggung yang sama besar dengan karakter global.” — Andita Tirtawisata, Director, Panorama Media

Sepanjang dua hari, ICC 2026 menghadirkan pameran, talkshow bintang tamu, meet & greet, rangkaian program cosplay, aktivitas kreator, kompetisi gim, showcase komikus, program komunitas, serta sejumlah kolaborasi dengan mitra lokal dan internasional. Aktor Mackenyu hadir sebagai main guest dan tampil di panggung utama, sementara dua cosplayer internasional — HaneAme dan Lily Universe — mengisi area cosplay bersama tamu-tamu yang terhubung dengan World Cosplay Summit.

“Edisi ke-10 ini kami rancang supaya pengunjung punya alasan bertahan dua hari penuh. Ada Mackenyu di panggung utama, ada HaneAme dan Lily Universe untuk teman-teman cosplay, ada komikus dari Hong Kong dan Malaysia di area kreator. Semuanya dalam satu atap — dan itu yang membuat ICC terasa seperti reuni tahunan komunitas pop culture.” — Lulu Anwar, Project Manager, Indonesia Comic Con

Kompetisi cosplay berjalan lewat dua ajang. RAYA Championship of Cosplay merupakan kompetisi orisinal milik Indonesia Comic Con, sementara Indonesia Cosplay Grand Prix berstatus babak penyisihan nasional untuk WCS Indonesia — jalur resmi menuju World Cosplay Summit di Nagoya, Jepang. Melalui keduanya, ICC 2026 memperkuat posisi Indonesia dalam komunitas cosplay global.

Di sisi komik, ICC 2026 menghadirkan komikus Indonesia berdampingan dengan kreator internasional. Bekerja sama dengan Hong Kong Economic and Trade Office in Jakarta, edisi kali ini menampilkan partisipasi komikus dari Hong Kong dan Malaysia, membuka ruang pertukaran kreatif sekaligus peluang bagi kreator dan IP lokal untuk terhubung dengan audiens internasional.

“Sepuluh tahun terakhir mengubah posisi komikus Indonesia. Hari ini banyak dari kita bekerja untuk penerbit di Amerika, Jepang, dan Eropa. Yang kita butuhkan sekarang adalah ruang bertemu yang konsisten — tempat kreator, penerbit, dan pembaca berada di lokasi yang sama, supaya peluang itu tidak berhenti di percakapan.” — Sunny Gho, Chairman, AKSI (Asosiasi Komik Indonesia)

Perspektif serupa datang dari Ariela Kristantina, komikus asal Indonesia yang karyanya diterbitkan sejumlah penerbit internasional, termasuk Marvel dan Dark Horse Comics.

“Bekerja untuk penerbit internasional mengajarkan saya bahwa yang dicari bukan kreator yang meniru gaya mereka, tapi kreator yang punya suara sendiri. Di acara seperti ini kita ketemu langsung pembaca dan sesama komikus, dan tahu karya kita sampai ke siapa — itu yang susah didapat kalau cuma bekerja dari balik meja gambar.” — Ariela Kristantina, Komikus Indonesia

Pertumbuhan budaya pop sebagai bagian dari ekonomi kreatif juga menjadi perhatian pemerintah. Deputi Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, menilai platform seperti ICC memiliki peran dalam menghubungkan kreator dengan audiens dan pelaku industri.

“Budaya pop hari ini adalah bagian nyata dari ekonomi kreatif kita. Yang dibutuhkan pelaku kreatif bukan hanya dukungan produksi, tetapi juga panggung yang mempertemukan mereka dengan audiens dan mitra industri. Penyelenggaraan seperti Indonesia Comic Con mengisi peran itu.” — Cecep Rukendi, Deputi Kreativitas Media, Kementerian Ekonomi Kreatif.

Pada edisi ke-10 ini, ICC berkolaborasi dengan Jakarta Futura Connectiva (JFC), program di bawah Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta. Kolaborasi ini mempertemukan institusi pemerintah, komunitas kreatif, kreator, dan pelaku industri dalam satu ekosistem — sekaligus menjadi panggung bagi ekonomi kreatif Jakarta untuk tampil melalui budaya pop.

“Ekonomi kreatif adalah salah satu kekuatan Jakarta, dan budaya pop menjadi pintu masuk yang paling dekat dengan generasi muda. Lewat Jakarta Futura Connectiva, kami ingin kreator dan komunitas di Jakarta punya akses langsung ke pelaku industri, sehingga potensi yang sudah ada dapat berkembang menjadi peluang usaha yang nyata.” — [Raymond Stefanus], Kepala Sub Koordinator Akses Pemasaran dan Permodalan - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta

UniPin GameHers akan hadir di Indonesia Comic Con (ICC) pada 3–4 Oktober 2026 sebagai bagian dari rangkaian Pre-Event GameHers 2026. Mengusung tema “We Game, We Grow, We Glow”, GameHers menghadirkan talkshow

“Beyond the Screen: Gaming, Creativity & Finding Yourself” untuk menginspirasi perempuan agar terus
berkembang, berkreasi, dan mengeksplorasi potensi diri melalui gaming dan industri kreatif.

“Kehadiran GameHers di Indonesia Comic Con menjadi kesempatan bagi kami untuk membawa semangat pemberdayaan perempuan kepada audiens yang lebih luas. Gaming bukan hanya tentang bermain, tetapi juga bisa menjadi ruang untuk belajar, berkarya, membangun koneksi, dan menemukan potensi diri. Melalui GameHers, kami ingin semakin banyak perempuan merasa punya ruang untuk tumbuh dan berani mengeksplorasi apa yang mereka bisa lakukan di industri ini.” — Debora Imanuella, Senior VP Community & Media Networks UniPin Global.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Main Event GameHers 2026 yang akan digelar pada 5 Desember 2026. Perayaan satu dekade ini didukung sejumlah merek yang hadir langsung di lantai pameran.

Tokopedia hadir sebagai Official Gaming Top Up Platform, menghubungkan antusiasme pengunjung di zona gaming dengan kemudahan top up bagi para gamer.

Pacific Licensing, Mattel, dan FujiFilm bergabung sebagai Brand Partner, masing-masing membawa aktivasi interaktifnya sendiri. Sementara Anteraja berperan sebagai Official Logistic Partner, mendukung kelancaran logistik peserta dan pengunjung sepanjang penyelenggaraan.

Tiket tersedia dalam lima kategori: One-Day Pass Rp130.000, Two-Day Pass Rp225.000, Cosplayer One-Day Rp110.000, VIP Cosplayer dua hari Rp500.000 (fast-track entry, cosplay lounge, ruang ganti dan penyimpanan), serta VIP General dua hari Rp1.000.000 (fast-track entrance dan VIP lounge). Seluruhnya dapat dibeli langsung melalui situs resmi indonesiacomiccon.com, terpisah dari add-on meet & greet Mackenyu yang jumlahnya terbatas.

Edisi ke-10 menandai bukan hanya perayaan atas sepuluh tahun yang telah dilalui, tetapi juga awal babak baru bagi ekosistem budaya pop Indonesia. Pengumuman bintang tamu tambahan dan jadwal panggung diperbarui berkala melalui indonesiacomiccon.com serta @indocomiccon.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Komentar

Rekomendasi

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda