suara hijau

Rona

Peneliti Bikin Terobosan: Plastik Jadi Penyedot Gas Rumah Kaca, Bagaimana Caranya?

Peneliti Bikin Terobosan: Plastik Jadi Penyedot Gas Rumah Kaca, Bagaimana Caranya?
Ilustrasi sampah plastik. [Suara.com/Alfian Winanto]

Ilmuwan Kimia Universitas Kopenhagen menemukan terobosan yang bisa memukul dua masalah global sekaligus: polusi plastik dan krisis iklim.

Dalam riset yang terbit di Science Advances, mereka berhasil mengolah limbah plastik PET menjadi material baru bernama BAETA yang mampu menyerap emisi karbon dioksida secara efisien.

Margarita Poderyte, penulis utama riset, menyebut pendekatan ini unik karena tidak menimbulkan masalah baru. Plastik bekas yang selama ini menumpuk di TPA dan terfragmentasi jadi mikroplastik justru diubah menjadi solusi iklim.

“Dengan mengonversi limbah menjadi material yang menurunkan emisi gas rumah kaca, isu lingkungan bisa jadi bagian integral dari solusi iklim,” ujarnya.

BAETA berbentuk serbuk yang dapat dipadatkan menjadi pelet. Permukaan kimianya dirancang untuk meningkatkan kapasitas penyerapan CO², setara dengan teknologi penangkapan karbon konvensional.

Gas yang terikat bisa dilepaskan kembali melalui pemanasan untuk kemudian dikumpulkan, disimpan, atau bahkan dimanfaatkan dalam produk berkelanjutan.

Ilustrasi polusi udara (pexels.com/id-id/pixabay)urg
Ilustrasi polusi udara (pexels.com/id-id/pixabay)urg

Keunggulan material ini ada pada fleksibilitasnya. Menurut Jiwoong Lee dari Departemen Kimia Universitas Kopenhagen, BAETA tetap efektif bekerja pada suhu ruang hingga 150 °C.

Artinya, material ini bisa langsung diterapkan di titik-titik emisi industri seperti cerobong pabrik yang umumnya bersuhu tinggi.

Para peneliti kini berupaya membawa temuan ini keluar dari laboratorium. Mereka menargetkan produksi dalam skala ton sambil mencari investor agar BAETA bisa berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

Harapannya, inovasi ini mampu mengubah cara dunia memandang persoalan plastik dan iklim—bukan lagi dua masalah terpisah, melainkan tantangan yang harus dipecahkan lewat satu solusi terpadu.

Penulis: Muhammad Ryan Sabiti

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Komentar

Rekomendasi

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda