Ulasan

Piknik Cantik di Kampung Batik Topeng dan Wayang, Desa Wisata Krebet Bantul

Kerajinan kayu yang dihasilkan di Desa Wisata Krebet ini hampir mayoritas memiliki pola batik tulis yang digoreskan secara manual, lho!

Teriknya matahari dan gerimis tipis-tipis selama perjalanan ke lokasi, tidak menghilangkan rasa penasaran saya untuk menuju desa wisata yang katanya memiliki potensi unik nan cantik ini. Perjalanan dari kos-kosan hingga menuju lokasi, memakan waktu sekitar 45 menit. Perjalanan yang cukup panjang dan lumayan terjal itu tuntas terbayarkan ketika saya melihat patung semar yang menjadi ikon utama Desa Wisata Krebet. Sebab, sebelum-sebelumnya saya hanya melihatnya di internet.

Umumnya, desa wisata identik dengan keindahan alam dan panorama yang menawan. Namun, itu tak berlaku bagi Desa Wisata Krebet, yang memiliki kekhasannya sendiri. Desa Wisata Krebet yang terletak di Padukuhan Krebet, Sendangsari Bantul ini terletak di atas tanah yang tandus dan batuan berkapur. Pertanian di daerah ini hanya mengandalkan tadah hujan, sehingga hanya bisa dilakukan musiman saja. Oleh sebab itu, keterampilan yang dimiliki oleh masyarakat di Desa Wisata Krebet menjadi modal mata pencaharian utama dan daya tarik bagi para wisatawan. Apalagi kalau bukan kerajinan batik kayu.

Sesampainya di lokasi, saya memarkirkan motor di depan Sanggar Punokawan, salah satu tempat koleksi hasil karya kerajinan batik kayu di Desa Krebet. Sayangnya, saya tidak melihat satu orang pun yang menjaga sanggar ini untuk kemudian diwawancara. Namun, di luar sanggar, saya bertemu dengan salah seorang warga, yaitu ibu-ibu yang sedang menggendong dan menyuapi anaknya. Pada akhirnya, saya bertanya kepada ibu-ibu tersebut mengenai Sanggar Punokawan. Lalu saya diizinkan untuk berkeliling sanggar untuk mengambil beberapa video dan gambar.

Memasuki Sanggar Punokawan sungguh mengasyikkan. Ternyata benar, pengunjung ditawari dengan pemandangan yang unik nan cantik dari aneka macam kerajinan kayu. Menariknya lagi, kerajinan kayu yang dihasilkan di Desa Wisata Krebet ini hampir mayoritas memiliki pola batik tulis yang digoreskan secara manual. Tak heran jika Desa Wisata Krebet kemudian dikenal oleh masyarakat luas sebagai sentra kerajinan batik kayu.

Desa ini memang cukup unik, mengingat kerajinan batik yang umumnya digoreskan di atas media kain, tetapi di sini justru digoreskan di atas kayu. Warga krebet memanfaatkan kayu sebagai media untuk membatik hingga mampu menghasilkan karya yang cantik, bernilai tinggi, dan banyak diminati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Reporter: Vifebri Fajar Nolaputri (Peserta Suara Community Institute Batch 1)

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Komentar

Rekomendasi

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda