Ulasan

Menyingkirkan Batas Antara Mimpi dan Realitas dalam Buku Pejuang Mimpi

Menyingkirkan Batas Antara Mimpi dan Realitas dalam Buku Pejuang Mimpi
Buku Pejuang Mimpi Karya Jonathan Foe (Dokumentasi Pribadi/Christina)

Kebanyakan orang lebih sering bergumul dengan kepalanya sendiri, memperdebatkan keseimbangan otak dengan hati atau harapan dengan kenyataan. Kekhawatiran yang kadang tidak beralasan kerap kali menjadi penghambat diri untuk melakukan sesuatu, sebabnya adalah ketakutan.

Uniknya, manusia cenderung mempermasalahkan dan memikirkan hal-hal terkecil sekalipun, tetapi juga mengabaikan hal kecil lainnya. Itulah sebabnya beberapa orang sangat sulit memotivasi diri dan berhasil mewujudkan mimpinya atau menempatkan dirinya pada posisi seimbang dalam gejolak masalah yang disajikan dunia dengan sangat apik.

Jonathan Foe mungkin bukan satu-satunya orang yang memiliki kisah hidup cukup sulit, namun dia adalah salah satu orang yang berhasil menembus watas ketidakmampuannya itu dan sukses menjadi apa yang diinginkannya. Dalam bukunya ini, Jonathan menceritakan bagaimana ia ditempatkan di situasi yang tidak mudah, ia harus berjuang dan bekerja untuk menempuh pendidikan, mencukupi kebutuhan sehari-hari di kota orang, bahkan di negeri orang.

Hal yang membuat Jonathan mampu melalui segala kesulitannya dan mengabaikan kekhawatirannya adalah tekad untuk mewujudkan mimpinya yang besar itu. Usaha keras yang dilakukan Jonathan rupanya tidak membuatnya kecewa, terbukti bahwa akhirnya ia mampu mengendalikan hidupnya menjadi apa yang ia inginkan, tentunya setelah pengalaman jatuh dan bangun yang ia coba sedari usia muda. 

Dalam kisahnya yang diabadikan di buku ini, Jonathan merupakan anak perantauan sejak SMA. Ia mengambil banyak risiko dan menanggalkan segala kecemasan yang biasanya menjadikan seseorang “berhenti” untuk melanjutkan perjalanan dan pekerjaannya. Seorang anak yang selalu bermodalkan keberanian dan kenekatan meski kadang tanpa memiliki persiapan yang cukup seperti ketersediaan biaya, misalnya, berlari mengejar mimpinya sampai ke Australia. 

Sekilas, orang akan beranggapan bahwa kehidupan Jonathan selalu dihinggapi keberuntungan sebab ia selalu mampu mengatasi kesulitannya dengan begitu mudah. Di kisahnya sendiri, Jonathan mengaku sering tidak memiliki uang sehingga harus rela menahan lapar dan mencukupkan perutnya dengan minum air dan hidup hemat, tetapi ia tidak pernah berhenti menabung.

Sementara itu, ia harus bekerja di sana-sini untuk bertahan hidup. Dan dia selalu bisa melewati segalanya. Seolah-olah, Tuhan memudahkan segala yang dilakukannya, tidak seperti kebanyakan orang yang mengalami aneka kegagalan sampai mereka menyerah. Hanya saja, mereka lupa bahwa Jonathan selalu melakukan hal kecil yang paling penting dalam setiap usahanya, yakni melakukan dan memasrahkan. 

Lagi pula, Jonathan tidak melulu berhasil, ada kalanya ia gagal. Namun, ia selalu berusaha belajar dan memulai lagi segalanya dari awal. Masa mudanya dipakai untuk membentuk mental seorang pekerja keras, mengumpulkan pengalaman yang ternyata begitu berguna bagi kehidupan dewasanya. Jika orang lain melihat kesuksesan seseorang dari tampilan depan atau identitasnya yang sekarang, mereka tentu tidak akan melihat betapa banyak luka dan keringat yang bertetesan di belakangnya.

Begitu juga Jonathan. Dengan sikapnya yang tidak kenal menyerah, bijaksana, penuh perhitungan dan gemar bekerja keras, ia membuktikan bahwa sebenarnya manusia mampu untuk mewujudkan keinginan mereka. 

Buku ini jelas bertujuan untuk memberikan motivasi kepada pembaca untuk mau berusaha mewujudkan mimpi, tidak mudah menyerah, bekerja, selalu menabung, berpikir positif, serta secara spiritual menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan. Buku ini sangat cocok dibaca oleh kaum muda yang dikenal sebagai fase mencari jati diri, sebagai sebuah motivasi untuk tidak ragu melangkah dan menciptakan usaha. Dewasa ini, kaum muda kebanyakan seperti kehilangan energi untuk memulai usaha sebagai upaya perwujudan impiannya, atau kesulitan bangun dari keterpurukannya karena kegagalan yang dialaminya.

Selain itu, pengalaman yang diceritakan Jonathan selama hidup di Australia memberikan gambaran dan informasi penting untuk pembaca mengenai daerah tersebut. Jonathan juga secara lugas menceritakan tempat-tempat yang dikunjunginya dengan perbandingan nama yang dikenal saat ini. Kisahnya ditulis secara runtut, mulai dari kisah masa kecil Jonathan, perjalanan pendidikan, jejak kariernya, prestasi yang didapat dengan modal kenekatan dan usaha, kisah sukses gagal, kisah cintanya, sampai pada puncak sukses yang akhirnya dicapai. 

Jonathan mengemas kisah pribadinya dengan bahasa sederhana, dengan penjelasan yang mudah diterima terhadap istilah-istilah asing yang tidak dipahami oleh semua orang. Buku ini tanpa ilustrasi atau layout seperti kebanyakan buku lain yang dibuat begitu menarik. Namun, sampul yang dibuat unik yaitu sebuah sandal kumal yang mulai rusak menggambarkan suatu kondisi kekurangan atau kemiskinan, dan di atasnya sebuah sepatu mengkilat yang terlihat mahal menggambarkan kondisi berkecukupan atau kaya. Sangat menggambarkan isi buku ini sendiri, sehingga siapapun yang melihat buku ini dari sampulnya pasti akan mudah menerjemahkan atau menebak sekilas apa yang ada di dalamnya.

Membaca buku ini seolah menyadarkan bahwa kegagalan dan kekhawatiran bukan pilihan dari orang sukses. Mereka lebih suka mencoba banyak hal dan gagal daripada diam ketakutan dan bersembunyi dalam zona aman mereka. Sama seperti Jonathan, kita mungkin bukan satu-satunya orang yang mengalami kecemasan soal kehidupan, bukan satu-satunya orang yang mengalami kesulitan. Tetapi hal yang perlu ditekankan adalah bahwa semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengejar mimpi dan menjadi orang sukses.

Dari Jonathan, kita belajar untuk menembus batas penghalang yang kita buat sendiri, bergaul dengan kenyataan dan mengusahakan apa yang dapat kita lakukan. Tuhan selalu memberikan jalan dan kemudahan untuk orang yang mau bekerja keras dan belajar dari kegagalannya. Sesungguhnya dunia tidak menakutkan, ketakutan itu kita ciptakan dari apa-apa yang sebenarnya tidak nyata, namun itu yang selalu kita tanamkan di kepala.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda