Ulasan

Hempas Kebiasaan Lupa Lewat Buku 'Stop Pikun di Usia Muda'!

Hempas Kebiasaan Lupa Lewat Buku 'Stop Pikun di Usia Muda'!
Stop Pikun di Usia Muda (Goodreads)

Pikun atau yang dikenal sebagai demensia seringkali dikategorikan sebagai penyakit yang menyerang para lansia. Seiring dengan bertambahnya umur, maka kapasitas otak dalam mengingat maupun mencerna informasi akan semakin menurun.

Walau identik dengan penyakit penyakit orang tua, namun tak jarang, banyak anak muda yang kerap mengeluhkan sering lupa. Meskipun memang tidak semua hal harus kita ingat. Jika kita punya kemampuan untuk mengingat semua hal yang pernah dialami, bisa dibayangkan betapa stresnya kita dalam menjalani hidup.

Beban mental yang harus dipikul karena harus mengingat hal-hal yang sebenarnya tidak penting atau mungkin sesuatu yang menyakitkan tentu akan membuat hidup semakin berat.

Pertanyaannya, seberapa besar kadar 'lupa' yang dikatakan normal? Dan sekiranya kita mudah lupa bahkan untuk sesuatu hal yang penting diingat, bagaimana mencegah hal tersebut agar tidak menjadi kebiasaan?

Hal itulah yang kemudian dibahas dalam buku berjudul 'Stop Pikun di Usia Muda' karya Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S.

Di dalam buku ini, penulis yang juga merupakan seorang peneliti dan dokter ahli saraf menjelaskan berbagai hal mengenai kepikunan.

Penjelasan tersebut terdiri atas 6 bab yang membahas tentang hal penting terkait demensia alzheimer, faktor resiko kepikunan, pentingnya check up rutin mengenai fungsi otak, cara mencegah kepikunan, nutrisi untuk otak, dan penanganan yang tepat ketika terlanjur mengalami kepikunan.

Adapun pembahasan yang paling ditekankan adalah segala hal yang terkait dengan penyakit demensia alzheimer. Selain lupa, seseorang yang mengidap demensia biasanya akan mengalami gangguan perilaku.

Meskipun kebanyakan penyakit ini diderita oleh orang lanjut usia, namun gejalanya akan muncul akibat akumulasi dari banyak kebiasaan buruk di usia muda. Mulai dari kurang tidur, jarang olahraga, hingga asupan nutrisi yang kurang. Itulah sebab pentingnya antisipasi sejak usia muda dengan menjaga pola hidup yang sehat.

Sebenarnya saya amat menunggu penjelasan lebih mendalam tentang upaya mencegah pikun di usia muda, sebagaimana judul buku ini. Mungkin dengan contoh-contoh yang spesifik, atau penjelasan tentang fenomena anak muda yang gampang lupa.

Sebab dari segi judul, pembaca tentu mengharapkan hal ini lebih banyak dibahas dibanding fenomena demensia orang tua yang berusia lanjut. Namun sampai di akhir bab, saya tidak menemukan hal tersebut. Saya juga amat menyayangkan karena penulis tidak menutup buku dengan bab khusus yang berisi kesimpulan atau saran-saran yang relevan.

Tapi terlepas dari kekurangan tersebut, buku ini lumayan informatif. Bagi pembaca yang ingin memperkaya wawasan terkait kebiasaan lupa, buku ini bisa menjadi referensi!

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda