Ulasan

Ulasan Buku Tuhan, Beri Aku Alasan untuk Tidak Menyerah: Kamu Tidak Sendiri

Ulasan Buku Tuhan, Beri Aku Alasan untuk Tidak Menyerah: Kamu Tidak Sendiri
Buku Tuhan, Beri Aku Alasan Untuk Tidak Menyerah (Dok.Pribadi/Oktavia)

Berjudul Tuhan, Beri Aku Alasan Untuk Tidak Menyerah, buku ini tentu langsung menarik perhatian saat pertama kali melihatnya. Tulisan karya Malik al Mughis & Luqman al Hakim ini tidak berangkat dari narasi fiksi, melainkan dari realitas keseharian manusia yang kerap dipenuhi kegagalan, kekecewaan, dan ujian yang datang bertubi-tubi.

Pertanyaan “kenapa hidupku penuh masalah?” menjadi benang merah yang dijawab dengan pendekatan keimanan yang sederhana, lugas, dan membumi. Penulis memotret fenomena umum dalam masyarakat modern. Ketika masalah datang bersamaan, banyak orang kehilangan arah.

Frustrasi, marah, dan putus asa menjadi reaksi spontan. Tak sedikit yang akhirnya melarikan diri ke jalan negatif seperti kecanduan rokok, alkohol, narkoba, hingga keinginan mengakhiri hidup. Buku ini secara tegas menempatkan kondisi tersebut sebagai tanda rapuhnya hubungan manusia dengan Tuhannya, bukan semata lemahnya mental.

Sinopsis

Dalam perspektif Islam yang menjadi fondasi buku ini, masalah bukanlah tanda kebencian Allah, melainkan bukti kasih sayang-Nya. Penulis mengingatkan janji Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 286 bahwa setiap ujian selalu disesuaikan dengan kemampuan hamba-Nya.

Keyakinan ini menjadi pondasi utama agar pembaca tidak terjerumus dalam keputusasaan. Husnuzan (prasangka baik kepada Allah) ditawarkan sebagai kunci awal untuk bertahan.

Salah satu gagasan penting dalam buku ini adalah bahwa hidup tanpa masalah adalah sesuatu yang mustahil. Selama manusia hidup, selama itu pula ujian akan hadir. Bahkan, penulis menegaskan bahwa keberadaan masalah justru menjadi tanda bahwa seseorang masih diberi kesempatan hidup dan bertumbuh.

Ujian baru benar-benar selesai ketika manusia meninggal dunia. Perspektif ini menggeser cara pandang pembaca. Masalah bukan musuh, melainkan bagian dari proses keberimanan.

Kelebihan Buku Tuhan, Beri Aku Alasan Untuk Tidak Menyerah

Aku suka bagaimana buku ini secara tegas menuliskan "sifat mudah menyerah hanyalah milik orang orang yang tak beriman", kalimat ini menyentil tepat langsung ke ulu hati. Buku ini juga mengurai kesalahpahaman umum bahwa semakin beriman seseorang, maka hidupnya akan semakin mudah. Justru sebaliknya, semakin tinggi keimanan, semakin berat pula ujian yang dihadapi.

Mereka yang terlihat hidup tanpa masalah bisa jadi sedang berada dalam kondisi istidraj (kenikmatan semu yang justru menjauhkan dari Allah). Penjelasan ini memberi sudut pandang kritis agar pembaca tidak mudah iri pada kehidupan orang lain.

Secara praktis, penulis menawarkan beberapa jalan menghadapi ujian hidup. Mendekat kepada Allah menjadi langkah utama, disusul dengan kesabaran dan shalat. Sabar dipahami bukan sebagai pasrah tanpa usaha, melainkan kemampuan menata hati agar tetap lapang menerima takdir.

Menariknya, buku ini tidak menafikan rasa lelah manusia. Penulis menegaskan bahwa beristirahat adalah hal yang wajar dan dibutuhkan. Namun, ada garis tegas antara berhenti sejenak untuk memulihkan tenaga dan menyerah sepenuhnya. Pesan “boleh lelah, tapi jangan menyerah” menjadi penutup yang kuat dan cukup manusiawi. 

Kritik untuk Buku Tuhan, Beri Aku Alasan Untuk Tidak Menyerah

Akan tetapi buku ini bisa dibilang seperti kumpulan materi atau teori umum keislaman sehingga terasa begitu formal dan kaku. Untuk buku yang membahas tentang masalah hidup buku ini terasa seperti kekurangan empati kemanusiaan.

Dan karena buku ini juga membahas tentang prasangka baik pada Tuhan, tapi terselip dugaan istidraj pada manusia yang lain. Namun bisa dipahami jika buku ini memang hadir sebagai pengingat.

Akan tetapi cukup disayangkan karena potensi buku ini bisa dikembangkan agar tak sekadar jadi misscall, tapi bisa lebih menyentuh tiap individu yang membacanya secara personal. 

Secara keseluruhan, Tuhan, Beri Aku Alasan untuk Tidak Menyerah adalah buku pengingat jiwa bagi mereka yang sedang berada di titik rendah kehidupan. Bahasanya sederhana, pesannya jelas, dan relevan bagi pembaca lintas usia.

Buku ini tidak menjanjikan hidup tanpa masalah, tetapi menawarkan cara pandang yang lebih bijak. Bahwa ketenangan sejati bukan berasal dari ketiadaan masalah, melainkan dari iman yang matang dalam menghadapinya.

Identitas Buku

  • Judul: Tuhan, Beri Aku Alasan untuk Tidak Menyerah
  • Penulis: Malik al Mughis dan Luqman al Hakim
  • Editor: Esti Utami, S.Pd
  • Penerbit: Syalmahat Publishing
  • Tahun Terbit: 2023
  • Tebal: 240 Halaman

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda