Membaca Drama Can This Love Be Translated? Lewat Lensa Pengasuhan

Hayuning Ratri Hapsari | Davina Aulia
Membaca Drama Can This Love Be Translated? Lewat Lensa Pengasuhan
Kim Seon-ho dan Go Youn-jung (Instagram.com/netflixkr)

DramaCan This Love Be Translated?’ adalah serial drama Korea yang dirilis 16 Januari 2026 dan dapat ditonton di Netflix. Drama ini disutradarai oleh Yoo Young-eun dan ditulis oleh Hong Sisters, pasangan penulis terkenal di K-Drama.

Dibintangi oleh Kim Seon-ho sebagai Joo Ho-jin, seorang penerjemah multibahasa yang cakap dalam berbagai bahasa tetapi canggung dalam hal perasaan, serta Go Youn-jung sebagai Cha Mu-hee, seorang aktris yang kariernya melejit setelah memerankan karakter ikonik Do Ra-mi.

Drama ini tidak hanya tampil sebagai romansa lintas budaya dan bahasa, tetapi juga kaya akan pelajaran psikologis mengenai luka, pola pengasuhan, dan bagaimana masa kecil membentuk cara kita mencintai dan berhubungan.

Melalui karakter Mu-hee, drama ini mengajak penonton untuk melihat bagaimana pengalaman masa kecil dan pola pengasuhan dapat berdampak jangka panjang pada kepribadian dan relasi dewasa?

Trauma Pengasuhan sebagai Akar Ketidakamanan Mu-hee

Cha Mu-hee digambarkan sebagai sosok yang memiliki ketakutan dalam terhadap penolakan dan kehilangan kendali. Ketika Ho-jin mencoba mendekati Mu-hee, ia lebih sering tersandung pada respons sandi seperti menghindar, menarik diri, atau menutup perasaan. Ini merupakan bentuk reaksi emosional yang tampaknya dipicu oleh pengalaman masa kecil yang tidak pernah sepenuhnya ia selesaikan.

Salah satu aspek paling misterius dalam drama ini adalah kemunculan Do Ra-mi, karakter fiksi dari film yang diperankan Mu-hee yang kemudian menjadi semacam alter ego. Do Ra-mi sering muncul dalam pikiran Mu-hee pada saat stress atau ketakutan.

Dari perspektif pengasuhan dan psikologi perkembangan, kehadiran Do Ra-mi dapat dipahami sebagai mekanisme bertahan. Do Ra-mi merupakan bagian dari diri Mu-hee yang terbentuk akibat cara pengasuhan yang penuh tekanan, ketidakpastian, dan ketidakamanan emosional.

Ketidakamanan Emosional dan Pola Pengasuhan

Mu-hee menunjukkan pola menghindar ketika situasi emosional menjadi terlalu dekat atau berisiko untuk terluka. Misalnya, dalam adegan tertentu ketika Ho-jin mencoba membicarakan perasaannya, Mu-hee secara tiba-tiba berubah sikap.

Pola ini secara psikologis mirip dengan attachment style yang dikenal sebagai avoidant attachment (kecemasan menghindar), yang sering tumbuh dari pengalaman masa kecil di mana kasih sayang tidak konsisten atau penuh ketidakpastian.

Pengasuhan yang tidak memberikan ruang untuk ekspresi emosi, atau justru memaksa anak mengendalikan dirinya sendiri tanpa dukungan emosional, sering menghasilkan pola hubungan yang ragu-ragu di masa dewasa.

Dalam kasus Mu-hee, kerapnya ia menyembunyikan perasaan menunjukkan bahwa selama masa kecilnya ia mungkin belajar bahwa ekspresi perasaan = risiko ditinggalkan atau ditolak.

Disosiasi sebagai Mekanisme Bertahan Diri

Kemunculan Do Ra-mi juga dapat dipahami lewat lensa psikologi sebagai bentuk disosiasi identity state, bukan dalam arti klinis sepenuhnya, tetapi sebagai respons psikologis atas trauma masa lalu. Do Ra-mi muncul ketika Mu-hee merasa tidak mampu menghadapi realitas atau ketika rasa takutnya memuncak.

Dalam dunia nyata, disosiasi bisa muncul sebagai cara untuk melarikan diri dari emosi yang terlalu menyakitkan. Dalam drama, setiap kali Mu-hee merasa cemas atau terancam secara emosional, Do Ra-mi mengambil alih dirinya, berbicara dan bereaksi dengan cara yang lebih bebas. Bahkan jika itu berujung pada perilaku yang kontraproduktif dalam hubungan.

Kesulitan Mengekspresikan Cinta sebagai Bentuk Proteksi

Mu-hee sering kali mengekspresikan cinta dengan cara tidak langsung. Dalam beberapa adegan ia tampak hangat terhadap Ho-jin, kemudian mengganti sikap menjadi dingin saat rasa takut akan kedekatan muncul kembali. Ini bukan sekadar inkonsistensi emosional, tetapi merupakan strategi proteksi akibat pengalaman masa kecil yang tidak aman.

Drama ini secara halus menunjukkan bahwa kesulitan mengekspresikan cinta bukan berarti tidak mencintai, tetapi bisa menjadi cara seseorang mencoba menjauh dari luka masa lalu, bahkan jika itu berarti menciptakan jarak dalam hubungan yang sebenarnya ia inginkan.

Menerima Diri sebagai Langkah Penyembuhan

Dalam banyak adegan, pertumbuhan Mu-hee terlihat bukan saat ia sepenuhnya berubah, tetapi ketika ia mulai melihat dan menerima bagian dirinya yang selama ini disembunyikan, termasuk Do Ra-mi sebagai representasi dirinya yang terluka. Penerimaan terhadap bagian diri inilah yang membuka jalan bagi hubungan yang lebih sehat dengan Ho-jin dan dengan dirinya sendiri.

Drama ‘Can This Love Be Translated?’ bukan sekadar drama tentang cinta yang tidak bisa dijelaskan, tetapi sebuah cerita yang mengajak kita melihat bagaimana pengasuhan masa kecil membentuk cara kita mengartikan cinta, komunikasi emosional, dan penerimaan diri. Melalui karakter Cha Mu-hee dan Do Ra-mi, drama ini menguraikan bahwa cinta tidak hanya harus dipahami antarindividu, tetapi juga harus diterjemahkan agar bisa benar-benar bermakna.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak