Film Primate adalah sebuah karya horor alam yang dirilis pada tahun 2025, disutradarai oleh Johannes Roberts, yang dikenal melalui film-film seperti 47 Meters Down dan Resident Evil: Welcome to Raccoon City. Roberts berkolaborasi dengan penulis skenario Ernest Riera untuk menciptakan cerita yang menegangkan ini.
Produksi film ini dimulai pada Juli 2024 oleh Paramount Pictures, dengan Walter Hamada sebagai produser utama melalui kesepakatan first-look-nya. Proses syuting dilakukan di panggung suara London mulai September 2024 dan selesai pada November 2024, dengan desain set oleh Simon Bowles. Film ini berdurasi sekitar 89 menit, membuatnya terasa ringkas namun penuh aksi.
Serangan Pertama dan Kekacauan di Rumah Mewah

Plot film berpusat pada liburan tropis di Hawaii yang berubah menjadi mimpi buruk bagi sekelompok teman. Cerita dimulai dengan serangan brutal seorang dokter hewan oleh simpanse peliharaan keluarga bernama Ben. Flashback ke 36 jam sebelumnya, seorang mahasiswa bernama Lucy Pinborough (diperankan oleh Johnny Sequoyah) pulang ke rumah bersama teman-temannya: Kate (Victoria Wyant), Nick (Benjamin Cheng), dan tamu tak diundang, Hannah (Jessica Alexander). Mereka bertemu dengan Drew (Charlie Mann) dan Brad (Tienne Simon).
Di rumah mewah yang dibangun di tebing, Lucy tinggal bersama ayahnya yang tunarungu, Adam (Troy Kotsur)—seorang novelis terkenal—dan adiknya, Erin (Gia Hunter). Ben, simpanse cerdas yang dilatih oleh mendiang ibu Lucy menggunakan papan suara tablet, menjadi pusat konflik setelah digigit luwak rabies dan berubah menjadi ganas.
Cerita berkembang menjadi kekacauan mengerikan saat Ben melarikan diri dan menyerang kelompok tersebut selama pesta di kolam renang infinity. Serangan-serangan brutal terjadi: Nick jatuh dari tebing, Kate dihancurkan oleh batu, Drew kehilangan rahangnya, Brad dipukul dengan sekop, dan Hannah dimangsa di dalam mobil. Adam kembali dan bertarung melawan Ben bersama Lucy dan Erin menggunakan pecahan botol anggur. Meskipun Ben tampak mati setelah jatuh dan tertusuk, ia bangkit untuk serangan terakhir yang mengirim Lucy ke balkon, tetapi Adam berhasil menyelamatkannya. Polisi tiba setelah panggilan 911 dari Hannah, dan akhir cerita meninggalkan nada menyeramkan saat papan suara Ben memainkan kata, "Lucy bad".
Review Film Primate

Pemeran utama memberikan penampilan yang kuat. Troy Kotsur, pemenang Oscar untuk film CODA, membawa kedalaman emosional sebagai Adam dengan menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi. Johnny Sequoyah sebagai Lucy menunjukkan perkembangan karakter dari gadis ceroboh menjadi pejuang untuk bertahan hidup. Jessica Alexander sebagai Hannah menambahkan elemen friksi interpersonal yang menarik. Simpanse Ben diperankan oleh Miguel Torres Umba dalam kostum praktis, bukan CGI, yang membuat efek visualnya sangat mengganggu dan realistis. Efek praktis ini dipuji karena menciptakan ketegangan asli yang membuat penonton merasa tidak nyaman sepanjang film.
Menurut saya, ini adalah penggambaran simpanse jahat yang luar biasa. Primate adalah film horor yang ringkas, kejam, serta sangat efektif. Film ini memang penuh dengan adegan gore, tetapi terasa seru sebagai film slasher yang membuat jantung berdebar. Dalam durasi di bawah 90 menit, narasinya efisien dan terus memberikan ketegangan khas film serangan hewan. Johannes Roberts menghadirkan hiburan polos tanpa pretensi—benar-benar sebuah perjalanan liar. Pendekatannya yang sederhana patut diapresiasi, meskipun ceritanya terasa klise dan agak absurd. Ketegangan di awal dibangun dengan kuat, kengerian simpanse terasa nyata, dan secara keseluruhan film ini sangat sesuai dengan premisnya.
Kekuatan film ini terletak pada kecepatan narasi, efek gore praktis, dan pembangunan ketegangan. Ini mengingatkan pada film seperti Cujo atau film serangan hewan lainnya, tetapi dengan sentuhan modern pada simpanse yang cerdas. Kelemahannya mungkin terletak pada karakter yang kurang cerdik dan plot yang terasa contrived (dibuat-buat), tetapi itu adalah bagian dari kesenangan menonton horor kelas B. Secara box office, film ini meraup $25 juta secara global, dengan pembukaan akhir pekan sebesar $11,3 juta di posisi kedua, dan menjadi salah satu film terlaris di awal 2026.
Film ini tayang perdana di Fantastic Fest pada 18 September 2025 dan dirilis secara teatrikal di Amerika Serikat pada 9 Januari 2026 oleh Paramount Pictures. Di Indonesia, Primate tayang di bioskop mulai 23 Januari 2026, dengan sneak preview di beberapa tempat seperti FLIX Cinema pada 22 Januari. Jadwal tayang mencakup Cinema XXI, CGV, Cinepolis, dan lainnya. Tiket dapat dibeli melalui situs resmi atau aplikasi seperti TIX ID.
Secara keseluruhan, Primate adalah hiburan horor yang efektif bagi penggemar genre ini; penuh aksi primal dan adegan sadis yang memuaskan. Meskipun tidak inovatif, film ini berhasil menyampaikan ketakutan dasar tentang hewan peliharaan yang berubah menjadi predator. Sangat direkomendasikan untuk ditonton di bioskop untuk pengalaman yang lebih imersif.
Rating pribadi: 7.5/10