Terkadang, kewarasan adalah sesuatu yang harus diperjuangkan mati-matian. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang semrawut dan penuh tuntutan, stres hingga depresi seolah-olah selalu menemukan celah untuk menyelinap masuk ke dalam pikiran kita. Kita sering kali merasa tertekan karena merasa "kurang"—kurang sukses, kurang cantik, atau kurang bahagia dibandingkan dengan orang lain di media sosial.
Namun, Mark Manson menawarkan perspektif yang provokatif sekaligus menyegarkan dalam bukunya, Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat. Alih-alih menyuruh kita untuk terus menambah hal-hal positif, Manson justru menyarankan kita untuk mulai mengurangi beban kepedulian.
Ternyata, salah satu kunci untuk hidup lebih tenang adalah memiliki keberanian untuk bersikap masa bodoh terhadap hal-hal yang sebenarnya tidak penting.
Intisari: Tiga Pilar Utama Sikap Masa Bodoh
Lantas, bagaimana cara melatih "otot" masa bodoh kita agar tidak mudah lelah oleh tekanan dunia? Berikut adalah tiga poin penting yang bisa kita petik dari buku ini:
Jangan Terlalu Keras Berusaha (Don’t Try):
Mungkin Anda sudah jenuh dengan kutipan motivasi yang terus mendorong untuk "selalu berusaha" dan menjadi positif setiap saat. Manson justru membuka buku ini dengan kisah Charles Bukowski—seorang penulis pemabuk yang penuh kelemahan dan kenyang akan kegagalan. Bukowski meraih kesuksesan bukan karena ia memaksakan diri menjadi pribadi yang optimistis, melainkan karena ia jujur dan menerima diri apa adanya. Inilah yang disebut Manson sebagai "Hukum Kebalikan": semakin kita mati-matian mengejar perasaan positif, kita justru akan merasa semakin tidak puas. Sebaliknya, saat kita menerima bahwa diri kita memiliki kekurangan atau sedang mengalami kegagalan, rasa tertekan itu justru akan berkurang. Kesuksesan sejati sering kali muncul saat kita berhenti mengejar standar orang lain dan mulai menerima diri tanpa rasa malu.
Pilah Hal yang Layak Dipedulikan:
Secara biologis, pikiran kita dirancang untuk memberikan perhatian pada sesuatu. Namun, menjadi dewasa berarti belajar memilih prioritas dengan bijak karena "kuota" kepedulian kita terbatas. Bersikap masa bodoh bukan berarti menjadi apatis atau tidak peduli pada apa pun—sebab itu adalah gejala gangguan mental. Masa bodoh yang dimaksud Manson adalah ketidakpedulian terhadap rasa malu, ketakutan akan kegagalan, atau gunjingan orang lain yang tidak membangun. Alokasikan energi Anda hanya untuk hal-hal yang benar-benar bermakna, seperti kesehatan mental, keluarga, dan tujuan hidup pribadi. Ingat, energi dan waktu kita di dunia ini sangat terbatas; tentukan mana yang pantas diperjuangkan mati-matian dan mana yang layak ditinggalkan tanpa penyesalan.
Keberanian untuk Menolak dan Ditolak:
Berhentilah menjadi sosok people pleaser yang selalu berkata "ya" pada segala hal hanya karena takut tidak disukai. Tanpa penolakan, hidup kita akan kehilangan batasan yang jelas. Saat Anda menerima semua permintaan atau mencoba menyenangkan semua orang, Anda sebenarnya sedang kehilangan kendali atas diri sendiri. Menolak adalah keterampilan hidup yang krusial. Anda berhak menolak hubungan yang toksik, gaya hidup yang konsumtif, atau pekerjaan yang merusak kesehatan mental. Dengan berani mengatakan "tidak", Anda sedang membangun pagar pelindung untuk kebahagiaan Anda sendiri. Hidup yang bermakna justru lahir dari kemampuan kita untuk menolak hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai yang kita anut.
Bukan Sekadar Motivasi Kosong
Buku ini tidak menyuguhkan pencerahan yang mengawang-awang atau motivasi kosong yang hanya manis di telinga saat dibaca namun sulit diterapkan. Manson menyajikan realitas yang jujur—dan terkadang pahit, tentang pentingnya menyortir kepedulian. Ia menekankan bahwa rasa sakit adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan, dan kunci kebahagiaan bukanlah menghindarinya, melainkan menemukan masalah yang "layak" untuk diderita.
Sebagai pembaca, saya merasa buku ini seperti sebuah tamparan yang menyadarkan. Di era di mana semua orang berlomba-lomba memamerkan kesempurnaan, bersikap "bodo amat" terhadap standar semu tersebut adalah bentuk pemberontakan yang paling menyehatkan bagi mental kita.
Kesimpulan
Hidup ini terlalu singkat jika energinya habis hanya untuk memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak menambah nilai bagi pertumbuhan kita. Mark Manson berhasil mengubah cara pandang kita tentang arti sebuah perjuangan. Kebahagiaan bukan tentang mendapatkan segalanya, tetapi tentang melepaskan apa yang tidak perlu. Jadi, sudahkah Anda berani bersikap "bodo amat" demi kedamaian diri Anda sendiri hari ini?
Identitas Buku:
- Judul: Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat
- Penulis: Mark Manson
- Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo)
- Genre: Self-Improvement / Pengembangan Diri