Ulasan

Film We, Everyday: Tiga Sahabat dan Segitiga Cinta yang Menggemaskan

Film We, Everyday: Tiga Sahabat dan Segitiga Cinta yang Menggemaskan
Poster film We, Everyday (IMDb)

We, Everyday (judul asli Korea: Uri-neun Maeilmaeil) adalah film romansa remaja Korea Selatan yang dirilis pada 2026. Film ini menjadi sorotan utama karena merupakan karya terakhir mendiang Kim Sae-ron, aktris muda yang dikenal lewat peran-perannya di drama dan film sejak kecil.

Diadaptasi dari Webtoon populer berjudul Every Day, We karya Gae Da Rae (yang telah dibaca lebih dari 17 juta kali), film ini disutradarai oleh Kim Min-jae dan mengusung cerita ringan namun penuh emosi tentang persahabatan, cinta pertama, dan dinamika remaja di masa SMA.

Sinopsis: Cinta Segitiga dan Perasaan yang Tumbuh Diam-diam

Salah satu adegan di film We, Everyday (IMDb)
Salah satu adegan di film We, Everyday (IMDb)

Cerita berpusat pada Han Yeo-wool diperankan oleh Kim Sae-ron, seorang gadis SMA yang sangat mencintai basket. Ia sering bermain bola basket bersama dua sahabat terbaiknya sejak kecil: Ho-su (Lee Chae-min) dan Joon-yeon (Choi Yoo-joo atau YooJoo). Kehidupan mereka tampak biasa saja seperti bermain basket di lapangan sekolah, bercanda, dan saling mendukung—sampai suatu hari Ho-su tiba-tiba menyatakan perasaannya kepada Yeo-wool. Pengakuan mendadak itu mengubah segalanya. Persahabatan yang selama ini nyaman menjadi rumit, penuh kecanggungan, salah paham, dan momen-momen absurd yang justru membuat cerita terasa hidup.

Film ini berhasil menangkap esensi romansa remaja dengan sangat autentik. Dialog-dialognya ringan, kocak, dan relatable, sering kali diselingi humor slapstick khas K-movies remaja. Adegan-adegan di lapangan basket tidak hanya berfungsi sebagai latar, tapi juga simbol kebersamaan dan perubahan emosi karakter.

Ho-su digambarkan sebagai cowok biasa yang tiba-tiba berani mengambil risiko, sementara Yeo-wool menunjukkan sisi independen tapi juga rentan saat menghadapi perasaan yang tak terduga. Lee Chae-min, dalam debut lead role-nya di layar lebar, tampil natural dan charming, membuatku dan penonton yang lain mudah simpati pada karakternya.

Penampilan Kim Sae-ron terasa bittersweet—ia membawa energi cerah dan ekspresi halus yang membuatku merasa kehilangan lebih dalam, mengingat ini adalah film terakhirnya sebelum kepergian tragisnya pada Februari 2025.

Review We, Everyday

Salah satu adegan di film We, Everyday (IMDb)
Salah satu adegan di film We, Everyday (IMDb)

Secara teknis, sinematografi film ini cerah dan dinamis, dengan warna-warna hangat yang mendukung nuansa youthful. Soundtrack-nya catchy, termasuk lagu-lagu OST yang langsung ngena di hati penonton remaja.

Durasi film sekitar 100 menit terasa pas, tidak bertele-tele, meski beberapa momen konflik terasa predictable karena mengikuti formula romcom klasik dengan formula pengakuan > penolakan > jealousy > grand gesture > happy ending. Akan tetapi, justru ke-predictable-an itu yang membuatnya nyaman ditonton, seperti comfort food bagi penggemar genre ini.

Yang membuat We, Everyday berbeda adalah lapisan emosional tambahan akibat konteks real-life. Trailer dan poster film ini memicu reaksi bittersweet di kalangan penggemar, karena setiap senyum Kim Sae-ron terasa seperti pesan terakhir.

Sutradara berhasil menyajikan cerita yang ringan tanpa terasa memaksa duka—malah, film ini merayakan kehidupan sehari-hari, persahabatan, dan keberanian mencintai, sesuai judulnya yang berarti Kita, Setiap Hari. Ada pesan halus tentang menghargai momen kecil karena hidup bisa berubah kapan saja.

Kelemahan film ini mungkin terletak pada kedalaman karakter pendukung yang kurang dieksplorasi, dan beberapa plot twist terasa klise. Bagi penonton yang mencari drama berat atau twist mendalam, film ini mungkin terasa terlalu ringan. Tapi bagi target audiensnya—remaja dan penggemar K-content—ini adalah paket sempurna: lucu, manis, mengharukan, dan visually menyenangkan sih.

Jadi kesimpulannya, We, Everyday mendapat rating 8/10 dariku. Ini bukan film revolusioner, tapi sangat sukses sebagai coming-of-age romance yang menghibur sekaligus menyentuh. Rekomendasi khusus untuk penggemar Kim Sae-ron, Lee Chae-min, atau siapa saja yang suka cerita cinta masa muda dengan sentuhan basket dan Webtoon adaptation.

Film We, Everyday resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 11 Maret 2026. Film ini sudah bisa ditonton di jaringan bioskop besar seperti XXI (Cinema 21), CGV, Cinepolis, dan lainnya di berbagai kota, termasuk Surabaya. Rating usia 13+, dengan durasi yang cocok untuk date malam atau nonton bareng teman. Segera cek jadwal di aplikasi bioskop favoritmu, karena tiket advance sale biasanya cepat habis mengingat hype dari trailer dan cast-nya!

Semoga ulasan ini membantu kamu memutuskan apakah film ini wajib ditonton atau tidak. Selamat menonton, dan nikmati setiap momen everyday bersama orang tersayangmu ya, Sobat Yoursay!

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda