Ulasan

Kisah Jessica dan Yusuf yang Awkward di Film Taaruf Enak Kali Ya?

Kisah Jessica dan Yusuf yang Awkward di Film Taaruf Enak Kali Ya?
Poster film Taaruf Enak Kali Ya? (instagram/kita_ada_ide)

Film Taaruf Enak Kali Ya? merupakan karya orisinal terbaru dari rumah produksi Kita Ada Ide yang dirilis eksklusif di platform Noice.id. Tayang perdana pada Jumat, 13 Maret 2026, film ini langsung menjadi perbincangan karena mengangkat tema taaruf—proses perjodohan ala Islam—dalam kemasan drama-komedi romantis yang ringan namun penuh kedalaman.

Dengan durasi sekitar 90 menit, film ini berhasil memadukan realitas hidup urban yang chaotic dengan nilai-nilai keimanan, tanpa terasa menggurui. Novita Kim dan Irsan Adi yang debut sebagai pemeran utama menjadi daya tarik utama, membawa chemistry yang segar dan autentik.

Keputusan Berani Menjadi Mualaf dan Taaruf

Salah satu adegan di film Taaruf Enak Kali Ya? (instagram/kita_ada_ide)
Salah satu adegan di film Taaruf Enak Kali Ya? (instagram/kita_ada_ide)

Jessica (Novita Kim) adalah perempuan karier yang tampak sukses di luar: pekerjaan mapan, pacar tujuh tahun, dan lingkungan pertemanan yang solid. Akan tetapi, dalam waktu singkat, hidupnya runtuh total. Ide kerjanya dicuri rekan kantor, pacarnya selingkuh dengan sahabatnya sendiri, dan ia kehilangan orang tersayang. Di titik paling lelah menghadapi hidup toxic, Jessica memutuskan menjadi mualaf dan nekat menjalani taaruf dengan Yusuf (Irsan Adi), seorang pria yang belum pernah ia kenal sebelumnya.

Proses taaruf ini bukan dongeng manis seperti di novel-novel religius; ia penuh drama, tawa, dan air mata. Pertanyaan besar yang diusung: apakah taaruf benar-benar “enak kali ya”? Atau justru menjadi ujian terberat bagi iman dan hati? Film ini mengikuti perjalanan mereka dari pertemuan pertama hingga menghadapi masa lalu yang kembali mengganggu pernikahan baru mereka. Tema utamanya adalah luka lama, kesempatan kedua, dan bagaimana mencari cinta sejati sambil menjaga ketakwaan.

Yang paling kuat dari Taaruf Enak Kali Ya? adalah keberaniannya menyajikan taaruf secara realistis. Bukan versi ideal yang sering kita lihat di film religi—di mana pasangan langsung harmonis setelah akad—tapi proses yang penuh ketidakpastian, rasa gugup, dan konflik internal.

Jessica digambarkan sebagai perempuan modern yang baru belajar sholat, masih terbawa kebiasaan lama, dan sering bertanya-tanya “kenapa harus begini?”. Yusuf, di sisi lain, adalah pria sederhana yang teguh iman tapi juga manusia biasa dengan kekurangan. Chemistry keduanya terasa natural; tidak ada adegan romantis berlebihan, tapi obrolan-obrolan sehari-hari yang lucu dan menyentuh. Komedi muncul dari miskomunikasi budaya, kebiasaan Jessica yang masih kota banget, dan situasi awkward saat keluarga besar ikut campur.

Sementara drama datang dari trauma masa lalu yang tidak langsung hilang begitu saja setelah menikah. Pesan film ini jelas: taaruf bukan jalan pintas bahagia, melainkan proses pembelajaran untuk saling menerima dan memperbaiki diri demi ridha Allah. Ini relevan banget buat generasi milenial dan Gen Z yang capek dengan dating modern tapi juga takut salah pilih dalam pernikahan.

Ulasan Film Taaruf Enak Kali Ya?

Salah satu adegan di film Taaruf Enak Kali Ya? (instagram/kita_ada_ide)
Salah satu adegan di film Taaruf Enak Kali Ya? (instagram/kita_ada_ide)

Novita Kim membuktikan diri sebagai aktris serba bisa. Debutnya sebagai Jessica terasa meyakinkan—dari ekspresi hancur saat hidup berantakan hingga wajah polos saat pertama kali taaruf. Ia tidak hanya cantik, tapi juga mampu menyampaikan kerapuhan dan kekuatan seorang mualaf baru.

Irsan Adi sebagai Yusuf juga solid; ia membawa aura tenang yang kontras dengan kegelisahan Jessica, membuatku ikut merasa “ini cowok baik banget, tapi realistis”. Supporting cast seperti Diva Levty, Oding, dan yang lain turut memperkaya dengan peran keluarga dan teman yang kadang bikin gemas, kadang bikin kesal—persis seperti kehidupan nyata.

Sinematografi sederhana tapi efektif: banyak adegan indoor yang intim, pencahayaan hangat saat momen religius, dan warna-warna netral yang mendukung nuansa hidup biasa. Soundtracknya juga pas, lagu-lagu akustik yang menyentuh tanpa mengganggu dialog. Produksi Kita Ada Ide terlihat fokus pada cerita, bukan efek mewah, sehingga film terasa lebih dekat dengan penonton Indonesia.

Tidak sempurna, tentu saja. Kurasa beberapa subplot masa lalu Jessica terasa agak terburu-buru di akhir, seolah ingin cepat selesai. Konflik utama kadang terlalu mudah terpecahkan, membuat aku sebagai penonton berharap ada twist yang lebih dalam. Komedinya juga kadang mengandalkan klise “mualaf bingung sholat”, yang bisa terasa repetitif bagi yang sudah familiar dengan tema serupa. Akan tetapi, kekurangan ini tidak mengurangi keseluruhan pengalamanku nonton filmnya, kok. Film ini jelas dibuat untuk hiburan keluarga dan refleksi pribadi, bukan untuk festival film internasional.

Taaruf Enak Kali Ya? berhasil menjadi film yang menghibur sekaligus menginspirasi. Ia tidak hanya menjawab pertanyaan “enak kali ya taaruf?”, tapi juga mengajak penonton merenung tentang bagaimana kita mencari pasangan hidup di era yang serba cepat dan penuh godaan.

Dengan akting apik, cerita yang relatable, dan pesan keimanan yang disampaikan dengan lembut, film ini cocok ditonton oleh siapa saja yang sedang memikirkan pernikahan, taaruf, atau sekadar ingin tertawa sambil terharu. Rating pribadi dariku: 8/10. Layak ditonton berulang, terutama bagi pasangan muda atau yang baru menikah.

Film ini sudah bisa ditonton full sejak 13 Maret 2026 secara eksklusif di aplikasi Noice.id. Kamu cukup download app Noice (tersedia di Play Store dan App Store), lalu cari judul “Taaruf Enak Kali Ya?”. Saat ini tersedia gratis atau dengan langganan sesuai paket Noice (cek update di app karena bisa berubah). Tidak ada jadwal tayang bioskop; ini pure platform original. Jadi, kalau kamu belum nonton, langsung buka Noice sekarang juga—cocok buat weekend chill atau malam refleksi bareng pasangan. Jangan lupa siapkan tissue, karena campuran tawa dan haru ini bikin baper!

Secara keseluruhan, Taaruf Enak Kali Ya? adalah bukti bahwa cerita lokal dengan nilai Islam bisa dibungkus modern dan entertaining. Semoga semakin banyak produksi seperti ini yang hadir di platform digital Indonesia. Selamat menonton, dan semoga taarufmu (kalau sedang dalam proses) juga “enak kali ya”! 

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda