Ulasan

Bukan Cinta Biasa: Pelajaran Hidup tentang 'Tumbuh Bersama' dari Film Shaka Oh Shaka

Bukan Cinta Biasa: Pelajaran Hidup tentang 'Tumbuh Bersama' dari Film Shaka Oh Shaka
Poster film Shaka Oh Shaka (IMDb)

Shaka Oh Shaka merupakan film drama romantis Indonesia yang dirilis pada 7 Mei 2026, disutradarai oleh Dinna Jasanti dan diproduksi oleh Starvision Plus. Film ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Jocelyn Suherman yang diterbitkan pada 2022. Dengan durasi sekitar 123 menit, film ini mengusung genre drama romantis dengan sentuhan komedi ringan, mengisahkan perjalanan cinta antara seorang penggemar biasa dan idolanya yang berlangsung selama 15 tahun.

Cinta Pertama yang Tumbuh Menjadi Dewasa di Tengah Sorotan Publik

Tangkapan layar adegan di film Poster film Shaka Oh Shaka  (youtube.com/StarvisionPlus)
Tangkapan layar adegan di film Poster film Shaka Oh Shaka (youtube.com/StarvisionPlus)

Cerita berpusat pada Ocel (diperankan oleh Arla Ailani), seorang mahasiswi sederhana yang merupakan penggemar berat Shaka Antares (Kiesha Alvaro), seorang musisi rising star. Pertemuan tak terduga mereka terjadi di sebuah konser. Ocel, yang memenangkan tiket giveaway, mengalami insiden unik saat mengantar adiknya ke toilet di venue konser. Saat itulah ia bertemu langsung dengan Shaka. Dari pertemuan tersebut, hubungan mereka berkembang dari kekaguman fan-idol menjadi cinta yang saling menguatkan.

Awalnya, segalanya terasa indah. Akan tetapi, realitas kehidupan segera menguji hubungan mereka. Shaka harus menghadapi tekanan karier, ekspektasi fans, serta dinamika keluarga yang rumit. Sementara Ocel berjuang menyesuaikan diri dengan dunia selebriti yang jauh berbeda dari kehidupannya yang sederhana. Film ini mengeksplorasi perjalanan panjang mereka selama 15 tahun: momen-momen bahagia, jatuh bangun, keraguan, serta upaya untuk bangkit kembali. Pertanyaan utamanya adalah apakah cinta mereka mampu bertahan di tengah arus waktu dan tantangan kehidupan, atau justru menemukan jalan dalam perpisahan.

Ulasan Film Shaka Oh Shaka

Tangkapan layar adegan di film Poster film Shaka Oh Shaka (youtube.com/StarvisionPlus)

Tangkapan layar adegan di film Poster film Shaka Oh Shaka (youtube.com/StarvisionPlus)

Kiesha Alvaro tampil meyakinkan sebagai Shaka, musisi karismatik yang harus menyeimbangkan citra publik dengan kehidupan pribadi. Arla Ailani memberikan penampilan yang relatable sebagai Ocel, dengan ekspresi emosional yang kuat dalam menggambarkan perasaan galau seorang gadis biasa yang jatuh cinta pada idola. Pendukung lainnya termasuk Artika Sari Devi, Vira Yuniar (sebagai ibu Ocel), Joshua Suherman, Adzana Ashel, Maisha Kanna, Leya Princy, serta Dennis Adhiswara dan nama-nama lain yang memperkaya dinamika cerita.

Sutradara Dinna Jasanti berhasil menyajikan narasi yang mengalir, dengan keseimbangan antara adegan romantis manis, momen humor, dan drama emosional. Visual konser-konser yang energik serta penggambaran kehidupan sehari-hari Ocel memberikan kontras yang menarik. Lagu-lagu orisinal yang dinyanyikan Kiesha Alvaro turut memperkuat atmosfer film, membuatku ikut terbawa dalam dunia musik Shaka.

Film ini unggul dalam menggambarkan realitas hubungan fan-idol yang jarang dieksplorasi secara mendalam di perfilman Indonesia. Chemistry antara Kiesha dan Arla terasa alami, terutama pada adegan-adegan awal yang penuh kegembiraan. Tema ketahanan cinta jangka panjang, pengaruh keluarga, serta tekanan popularitas disajikan dengan cara yang menyentuh tanpa terlalu berlebihan. Untuk kamu yang pernah mengidolakan seseorang, banyak momen yang relatable dan bikin baper deh pokoknya. Elemen komedi dari interaksi keluarga Ocel dan teman-temannya juga memberikan angin segar di tengah drama.

Beberapa bagian terasa agak cepat dalam perkembangan konflik. Beberapa subplot keluarga Shaka mungkin terasa sedikit klise. Akan tetapi, hal ini tidak mengurangi kenikmatan keseluruhanku nonton filmnya kok, terutama untuk target audiens remaja dan dewasa muda. Rating sensor 13+ menunjukkan film ini cocok untuk penonton yang sudah cukup dewasa memahami dinamika hubungan.

Shaka Oh Shaka tayang perdana secara serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 7 Mei 2026, termasuk jaringan Cinema 21, XXI, CGV, Cinepolis, dan lainnya. Tiket presale sudah tersedia sebelum tanggal rilis, dan film ini langsung menjadi salah satu pilihan utama di awal bulan tersebut.

Salah satu adegan paling berkesan adalah pertemuan pertama Ocel dan Shaka di area toilet venue konser. Adegan ini tidak hanya lucu dan tak terduga, tetapi juga menjadi titik balik yang manis. Shaka yang semula terlihat sebagai figur sempurna di panggung, tiba-tiba menjadi pemuda biasa yang ramah dan membantu Ocel. Momen ketika Shaka memperkenalkan diri secara sederhana—“Kenalin, gue Shaka. Shaka Antares”—sambil tersenyum, langsung menciptakan chemistry yang kuat.

Adegan lain yang tak kalah mengharukan adalah saat Shaka tampil di konser dan menyanyikan lagu yang secara tersirat ditujukan untuk Ocel, di tengah kerumunan fans yang berteriak. Kontras antara sorak-sorai massa dan tatapan intim mereka menciptakan ketegangan emosional yang kuat. Selain itu, adegan-adegan drama keluarga, khususnya konfrontasi Ocel dengan keluarga Shaka, serta momen refleksi di akhir cerita tentang pertumbuhan pribadi keduanya, meninggalkan kesan mendalam tentang perjalanan cinta yang matang. Adegan duet humoris antara karakter pendukung seperti Kiki dan Carla juga menjadi pelemas yang menyegarkan.

Kesimpulan: Sebuah Refleksi Tentang Tumbuh Bersama

Shaka Oh Shaka adalah film yang menghibur sekaligus inspiratif, mengingatkan kita bahwa cinta sejati butuh usaha, pengorbanan, dan penerimaan realitas. Dengan penampilan solid para pemeran muda, arahan sutradara yang apik, serta narasi yang penuh emosi, film ini layak menjadi pilihan bagi pencinta drama romantis. Meski bukan tanpa kekurangan kecil, pesan tentang tumbuh bersama di tengah tantangan membuatnya berkesan. Rekomendasi tinggi untuk ditonton di bioskop bersama pasangan atau teman, terutama bagi yang menyukai cerita fan-idol yang lebih realistis. Rating pribadi 8/10.

Film ini berhasil mengadaptasi esensi novel dengan visual yang lebih hidup, menjadikannya hiburan berkualitas di bioskop Indonesia tahun 2026. Selamat menonton ya Sobat Yoursay!

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda