Ulasan

Ketika Waktu Memanggil: Cinta yang Tersesat di Medan Perang Sarajevo 1993

Ketika Waktu Memanggil: Cinta yang Tersesat di Medan Perang Sarajevo 1993
Tentang Waktu (Dok. Pribadi/Oktavia)

Novel Tentang Waktu: Merindumu di Sepanjang Lintas Masa karya Tyas Effendi diterbitkan oleh GagasMedia pada tahun 2015. Buku ini mengajak pembaca menyusuri perjalanan emosional sekaligus imajinatif tentang waktu

Tentang bagaimana masa lalu dan masa kini bisa saling bersinggungan secara tak terduga.

Sinopsis Novel

Nada, seorang perempuan yang tanpa sengaja melintasi dimensi waktu dan terdampar di Sarajevo tahun 1993, saat perang Bosnia-Herzegovina sedang berlangsung. Perpindahan ini bukan sekadar gimmick fiksi ilmiah, melainkan pintu masuk untuk mengeksplorasi rasa kehilangan, ketakutan, cinta, dan pencarian makna hidup di tengah situasi ekstrem.

Di Sarajevo, Nada bertemu dengan Lella dan Reksa. Dua sosok yang menjadi penopang emosionalnya selama berada di wilayah konflik. Hubungan yang terjalin di antara mereka bukan hanya soal bertahan hidup, tetapi juga tentang menemukan arti kehadiran orang lain dalam kondisi paling genting.

Di tengah ancaman penembak jitu, kehancuran kota, dan ketidakpastian masa depan, Nada justru menemukan sesuatu yang tak ia dapatkan di dunianya sendiri: kedalaman rasa dan kejelasan makna.

Keberanian penulis memilih latar sejarah yang jarang diangkat dalam fiksi populer Indonesia, yaitu perang Bosnia pada awal 1990-an. Latar ini memberi nuansa berbeda sekaligus memperkaya perspektif pembaca tentang konflik global.

Meski demikian, penggambaran suasana perang dalam novel ini terasa belum sepenuhnya tergali. Intensitas ketegangan, ketakutan, dan trauma yang seharusnya hadir dalam setting seperti ini kadang terasa kurang mendalam.

Unsur fiksi ilmiah berupa perjalanan waktu menjadi daya tarik tersendiri. Dalam cerita, perpindahan dimensi ini berkaitan dengan sebuah objek. Vas bunga yang terbuat dari mortir sisa perang.

Elemen ini menarik karena menggabungkan simbol kehancuran (mortir) dengan keindahan (vas bunga), seolah ingin menyampaikan bahwa dari tragedi pun bisa lahir sesuatu yang bermakna. Namun, penjelasan mengenai mekanisme perjalanan waktu dalam novel ini terasa terlalu sederhana dan kurang meyakinkan. Bagi sebagian pembaca, hal ini mungkin mengurangi kekuatan logika cerita.

Selain Nada, terdapat tokoh Granada, seorang ilustrator yang mengidap buta warna total (achromatopsia). Karakter ini menambah lapisan menarik dalam cerita, terutama karena ironi yang dibawanya.

Seseorang yang hidup tanpa warna justru harus menggambarkan kisah perang yang penuh emosi dan kompleksitas. Perjalanan Granada dalam mencari inspirasi menjadi paralel dengan perjalanan Nada dalam memahami makna hidup dan cinta.

Kelebihan dan Kekurangan

Secara naratif, gaya penulisan Tyas Effendi tergolong rapi dan mudah diikuti. Alurnya mengalir dengan cukup baik, meskipun di beberapa bagian terasa dipaksakan, terutama menjelang akhir cerita. Meski begitu, kekuatan emosi yang dibangun melalui konflik batin tokoh-tokohnya tetap mampu menjaga keterlibatan pembaca hingga akhir.

Tema besar yang diusung novel ini adalah tentang waktu. Bukan sekadar sebagai dimensi fisik, tetapi sebagai ruang refleksi. Waktu dalam cerita ini menjadi medium untuk memahami pilihan, penyesalan, dan harapan. Nada dihadapkan pada dilema klasik: kembali ke kehidupan lamanya atau tetap tinggal di masa lalu yang justru memberinya rasa “hidup” yang lebih nyata.

Tentang Waktu bukan hanya cerita tentang perjalanan lintas masa, tetapi juga perjalanan ke dalam diri. Novel ini mengajak pembaca merenungkan bagaimana waktu membentuk manusia, dan bagaimana cinta bisa hadir bahkan di tempat yang paling tidak terduga.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, buku ini tetap menjadi bacaan menarik bagi pencinta romansa yang ingin menikmati kisah dengan sentuhan sejarah dan imajinasi.

Identitas Buku

  • Judul: Tentang Waktu (Merindumu di Sepanjang Lintas Masa) 
  • Penulis: Tyas Effendi
  • Penerbit: GagasMedia
  • Tahun Terbit: April 2015
  • ISBN: 9797807908 
  • Tebal: 276 halaman
  • Genre: Romansa, Time Travel

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda