Ulasan

Ironi Cinta dalam Buku Passion: Mencintaimu dalam Setiap Ruang dan Waktu

Ironi Cinta dalam Buku Passion: Mencintaimu dalam Setiap Ruang dan Waktu
Passion (Dok.Pribadi/Oktavia)

Pada dasarnya saya memang suka novel yang dramatis dan mengharu biru serta sad ending. Bagi saya, novel yang bagus memang harus bikin pembacanya menangis. Atau minimal frustasi karena memikirkan jalan ceritanya. 

Dalam jagat romansa fantasi remaja, seri Fallen karya Lauren Kate menempati posisi yang cukup ikonik. Novel ketiganya, Passion menjadi titik penting dalam keseluruhan saga karena membawa pembaca menyelami akar konflik utama. Kutukan cinta abadi antara Luce dan Daniel.

Diterbitkan pada 2011, buku ini tidak hanya melanjutkan kisah, tetapi memperluas semesta cerita secara ambisius melalui perjalanan lintas waktu. Buku ini hampir mirip dengan Bidadari Bersayap Biru karya Agnes Jessica. 

Sinopsis Novel

Fokus utama Passion adalah perjalanan Lucinda Price atau Luce yang berusaha memahami mengapa dirinya dan Daniel Grigori terus terjebak dalam siklus cinta tragis. Setiap 17 tahun, Luce bereinkarnasi, jatuh cinta pada Daniel, lalu meninggal secara tragis.

Siklus ini telah berlangsung selama ribuan tahun, menjadikan cinta mereka bukan sekadar romansa, melainkan kutukan yang melelahkan.

Dalam novel ini, Luce mengambil langkah berani: ia menyusuri masa lalu melalui “announcers” atau bayangan waktu, mengunjungi berbagai era dan identitas dirinya sendiri. Ia menjadi Lyrica di masa lampau, Luschka di Rusia, hingga Lu Xin di Tiongkok kuno.

Dari Moskow yang dilanda perang, ke Versailles yang megah, hingga peradaban kuno seperti Mesir Kuno. Perjalanan ini menghadirkan petualangan historis yang kaya sekaligus repetitif secara emosional.

Setiap kehidupan menunjukkan pola yang sama: Luce dan Daniel bertemu, jatuh cinta, lalu berakhir tragis. Di satu sisi, pola ini memperkuat tema cinta abadi yang tak tergoyahkan.

Namun di sisi lain, repetisi tersebut juga menimbulkan pertanyaan kritis: apakah cinta Daniel benar-benar ditujukan pada “Luce” sebagai individu, atau sekadar pada sosok yang terus bereinkarnasi dalam bentuk berbeda?

Karakter baru seperti Bill hadir sebagai pemandu perjalanan Luce. Sosoknya ringan, jenaka, dan sering kali menjadi penyeimbang dalam narasi yang cenderung berat. Namun, perannya juga menyimpan misteri yang perlahan terungkap, menambah lapisan konflik dalam cerita.

Kelebihan dan Kekurangan

Secara tematik, Passion mengangkat pertanyaan besar tentang takdir dan pilihan. Apakah Luce dan Daniel benar-benar korban kutukan, atau justru mereka sendiri yang mempertahankan siklus tersebut melalui keputusan mereka?

Ketika akhirnya terungkap bahwa kutukan itu berkaitan dengan keputusan masa lalu dan kehendak kekuatan yang lebih tinggi, novel ini mencoba menggeser narasi dari “takdir yang tak terelakkan” menjadi “pilihan yang bisa diubah”.

Namun, di sinilah kekuatan sekaligus kelemahan Passion. Ambisi besar untuk menjelaskan asal-usul kutukan justru terasa kurang menggigit bagi sebagian pembaca. Penjelasan yang muncul cenderung sederhana dibanding kompleksitas perjalanan yang telah dilalui.

Selain itu, fokus yang terlalu besar pada pengulangan kisah cinta masa lalu membuat alur terasa lambat, terutama bagi pembaca yang sudah memahami premis sejak dua buku sebelumnya, Fallen dan Torment.

Meski begitu, daya tarik emosional novel ini tetap kuat. Kutipan-kutipan reflektif tentang cinta, waktu, dan kehilangan menjadi kekuatan utama.

Gagasan bahwa cinta layak diperjuangkan melampaui ruang dan waktu menjadi benang merah yang mengikat keseluruhan cerita. Bagi pembaca remaja, tema ini tetap relevan dan menggugah, meskipun dibungkus dalam narasi fantasi yang kompleks.

Dari sisi gaya penulisan, Lauren Kate tetap konsisten menghadirkan bahasa yang puitis dan atmosferik. Deskripsi tempat dan suasana terasa hidup, meski kadang mengorbankan kecepatan alur. Terjemahan bahasa Indonesia pun relatif nyaman dibaca, meskipun terdapat beberapa bagian yang terasa kurang luwes.

Bagi penggemar seri ini, Passion menawarkan pemahaman lebih dalam tentang cinta yang tidak hanya romantis, tetapi juga penuh konsekuensi.

Passion mengingatkan bahwa cinta, sekuat apa pun, tidak selalu cukup jika tidak disertai keberanian untuk mengubah takdir.

Identitas Buku

  • Judul: Passion: Terbakar
  • Penulis: Lauren Kate
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
  • Tahun Terbit: 2013 
  • Tebal: 416 halaman
  • ISBN: 978-979-22-9419-4
  • Genre: Fantasi, Romansa Paranormal

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda