Ulasan

Mencuri Raden Saleh: Ketika Anak Muda Nekat Merampok Istana Negara

Mencuri Raden Saleh: Ketika Anak Muda Nekat Merampok Istana Negara
Mencuri Raden Saleh (IMDB)

Mencuri Raden Saleh adalah film heist Indonesia yang dirilis tahun 2022 dan disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko.

Diproduksi oleh Visinema Pictures, film ini menjadi salah satu karya yang cukup menyegarkan di perfilman Indonesia karena membawa genre perampokan modern ala Hollywood ke dalam konteks lokal yang sangat dekat dengan generasi muda.

Film ini dibintangi deretan aktor muda populer seperti Iqbaal Ramadhan, Angga Yunanda, Aghniny Haque, Rachel Amanda, Umay Shahab, dan Ari Irham. Masing-masing memiliki peran unik dalam komplotan pencuri amatir yang nekat mencuri lukisan legendaris karya Raden Saleh berjudul Penangkapan Pangeran Diponegoro.

Sinopsis Mencuri Raden Saleh

Premis film ini sebenarnya sederhana, tetapi langsung menarik perhatian. Piko, mahasiswa seni yang ahli memalsukan lukisan, membutuhkan uang besar untuk membebaskan ayahnya dari penjara. Bersama sahabatnya Ucup, seorang hacker, ia menerima tawaran untuk membuat replika lukisan Raden Saleh.

Namun masalah menjadi jauh lebih besar ketika mereka diminta menukar lukisan palsu tersebut dengan lukisan asli yang tersimpan di Istana Negara.

Dari sinilah film berkembang menjadi aksi perampokan penuh strategi, ketegangan, sekaligus drama persahabatan.

Yang membuat Mencuri Raden Saleh terasa menarik adalah karakter-karakternya bukan pencuri profesional. Mereka hanyalah anak muda biasa dengan kemampuan yang kebetulan cocok untuk menjalankan misi besar.

Sarah adalah petarung sekaligus atlet PON, Tuktuk ahli mengemudi, Gofar mekanik berbakat, sementara Fella piawai bernegosiasi. Mereka seperti versi lokal dari film-film heist populer, tetapi tetap terasa membumi dengan gaya anak muda Indonesia.

Film ini juga terasa dekat dengan penonton karena banyak detail keseharian generasi sekarang dimasukkan ke dalam cerita. Mulai dari kopi kekinian, investasi kripto, logat Jaksel, sampai interaksi yang terasa natural. Bahkan product placement dalam film ini tergolong rapi dan tidak terlalu mengganggu, sesuatu yang cukup jarang ditemukan di film Indonesia.

Salah satu bagian paling menarik adalah proses pemalsuan lukisan yang dilakukan Piko. Film ini menunjukkan bagaimana seorang seniman memahami detail, tekstur, hingga filosofi karya seni sebelum menirunya. Adegan tersebut membuat karakter Piko terasa cerdas dan berkelas, bukan sekadar pemalsu biasa.

Selain itu, film ini juga berhasil mengangkat lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro bukan hanya sebagai benda mahal, tetapi simbol sejarah dan perlawanan. Lukisan itu sendiri menyimpan makna tentang pengkhianatan, kekuasaan, dan pemberontakan. Simbolisme tersebut kemudian dipakai untuk membangun konflik cerita.

Semakin mendekati akhir, film mulai dipenuhi berbagai plot twist. Ada pengkhianatan, manipulasi, hingga pengungkapan siapa sebenarnya dalang utama di balik rencana besar ini. Beberapa twist memang masih bisa ditebak, tetapi penyusunannya cukup rapi dan membuat penonton tetap penasaran.

Aksi kejar-kejaran dan pengawalan lukisan juga menjadi salah satu bagian paling seru. Kehadiran dua karakter polisi yang diperankan Ganindra Bimo dan Andrea Dian memberi nuansa investigasi yang memperkaya cerita. Meski begitu, motivasi karakter polisi sebenarnya masih kurang digali lebih dalam.

Kelebihan dan Kekurangan

Secara visual, Mencuri Raden Saleh tampil stylish. Pengambilan gambar, musik, dan ritme film terasa modern. Chemistry antar pemain muda juga menjadi kekuatan utama. Terutama hubungan antara Piko dan Ucup yang terasa natural sebagai sahabat yang sama-sama nekat tetapi sering panik menghadapi situasi besar.

Namun film ini memang tidak sepenuhnya sempurna. Dengan modal aktor kuat dan premis menarik, eksekusinya terkadang terasa kurang matang. Beberapa adegan masih terasa terlalu aman dan belum mampu memberikan ledakan emosional yang benar-benar memuaskan. Ada juga bagian yang terasa terlalu panjang di awal sebelum ketegangan utama benar-benar dimulai.

Meski begitu, Mencuri Raden Saleh tetap menjadi salah satu film Indonesia modern yang berhasil membawa genre heist dengan identitas lokal yang kuat. Film ini membuktikan bahwa perfilman Indonesia mampu menghadirkan tontonan aksi yang stylish, menghibur, dan tetap punya lapisan kritik sosial tentang kekuasaan, uang, serta pengkhianatan.

Dan mungkin yang paling menarik, di balik semua aksi pencurian itu, film ini sebenarnya sedang berbicara tentang anak muda yang berusaha melawan sistem besar yang menekan mereka.

Identitas Film

  • Judul: Mencuri Raden Saleh
  • Sutradara: Angga Dwimas Sasongko
  • Penulis Naskah: Angga Dwimas Sasongko & Husein M. Atmodjo
  • Produser: Cristian Imanuell
  • Rumah Produksi: Visinema Pictures 
  • Tanggal Rilis Bioskop: 25 Agustus 2022
  • Durasi: 154 menit
  • Genre: Aksi, Drama, Heist

Pemeran Utama:

  • Iqbaal Ramadhan sebagai Piko the Forger (Pemalsu Lukisan)
  • Angga Yunanda sebagai Ucup the Hacker (Peretas)
  • Aghniny Haque sebagai Sarah the Brute (Petarung)
  • Rachel Amanda sebagai Fella the Negotiator (Negosiator)
  • Umay Shahab sebagai Gofar the Handyman (Mekanik)
  • Ari Irham sebagai Tuktuk the Driver (Supir)

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda