Ulasan

Ulasan Lurker: Pesan Moral tentang Bahaya Obsesi di Dunia yang Terhubung!

Ulasan Lurker: Pesan Moral tentang Bahaya Obsesi di Dunia yang Terhubung!
Tangkapan layar poster film Lurker (IMDb)

Lurker merupakan film thriller psikologis Amerika yang dirilis pada tahun 2025, ditulis dan disutradarai oleh Alex Russell dalam debut penyutradaraannya. Russell, yang dikenal sebagai penulis dan produser di serial-seri ternama seperti The Bear dan Beef, menghadirkan karya yang tajam, menggugah, dan sangat penuh dengan dinamika budaya kontemporer.

Film ini dibintangi Théodore Pellerin sebagai Matthew Morning, seorang karyawan toko pakaian ritel di Los Angeles yang pendiam dan penuh perhitungan, serta Archie Madekwe sebagai Oliver, seorang penyanyi pop yang sedang naik daun. Dibantu pemeran pendukung seperti Zack Fox, Havana Rose Liu, Daniel Zolghadri, dan Sunny Suljic, Lurker mengeksplorasi tema obsesi, parasosial relationship, ambisi, serta kerapuhan batas antara ketenaran dan kehancuran.

Kritik Tajam Budaya Selebriti Modern yang Sangat Relevan Saat Ini

Tangkapan layar adegan di film Lurker (IMDb)
Tangkapan layar adegan di film Lurker (IMDb)

Dengan durasi sekitar 101 menit, film ini mengikuti perjalanan Matthew yang secara metodis menyusup ke lingkaran dalam Oliver. Pertemuan awal mereka terjadi di toko tempat Matthew bekerja, di mana ia dengan cerdik memutar lagu Nile Rodgers favorit Oliver yang diketahuinya dari media sosial. Dari situ, film ini mengikuti perjalanan Matthew yang secara metodis menyusup ke lingkaran dalam Oliver.

Pertemuan awal mereka terjadi di toko tempat Matthew bekerja, di mana ia dengan cerdik memutar lagu Nile Rodgers favorit Oliver yang berhasil mendapatkan undangan ke konser dan secara bertahap menjadi bagian tak terpisahkan dari entourage Oliver. Apa yang dimulai sebagai pendekatan penuh perhitungan berubah menjadi dinamika kekuasaan yang kompleks, di mana kedekatan dan akses menjadi masalah hidup dan mati.

Ulasan Film Lurker

Tangkapan layar adegan di film Lurker (IMDb)
Tangkapan layar adegan di film Lurker (IMDb)

Secara sinematik, Lurker unggul dalam membangun ketegangan melalui pendekatan yang halus dan restreint. Sinematografi Pat Scola menggunakan pencahayaan redup, grain, dan close-up pada ekspresi wajah yang membekas, terutama senyuman kosong Matthew yang menyeramkan. Skor musik oleh Kenny Beats mendukung atmosfer ketidaknyamanan tanpa berlebihan.

Film ini bukanlah thriller konvensional yang mengandalkan kekerasan fisik berlebih; melainkan studi karakter yang mendalam tentang manipulasi sosial di era media sosial. kemampuannya menangkap nuansa ambiguitas hubungan antar manusia modern, termasuk elemen persahabatan yang samar namun kuat.

Film ini tayang terbatas di bioskop pada 22 Agustus 2025 melalui MUBI, kemudian tersedia untuk streaming. Di HBO Max (sekarang Max), Lurker dapat ditonton mulai pertengahan Mei 2026, tepatnya sekitar 15 Mei 2026, dan saat ini sudah tersedia untuk pelanggan. Selain HBO Max, film ini juga dapat diakses melalui MUBI dan platform digital lainnya.

Salah satu adegan paling berkesan adalah pertemuan awal Matthew dan Oliver di toko pakaian. Adegan ini membangun fondasi seluruh cerita dengan presisi luar biasa. Matthew yang pura-pura tidak mengenali Oliver sambil memutar lagu favoritnya menciptakan ketegangan halus yang langsung menunjukkan sifat manipulatif karakter utama. Aku merasakan ketidaknyamanan sejak awal, karena kita tahu motif di balik tindakannya sementara Oliver terpesona oleh keaslian palsu tersebut.

Adegan gulat (wrestling scene) antara Matthew dan Oliver menjadi momen paling kuingat. Adegan ini penuh muatan emosional dan ambiguitas. Di tengah persaingan kekuasaan, gerakan fisik mereka menyiratkan kerentanan, keinginan, serta dominasi yang tak terucapkan.

Bukan sekadar konfrontasi fisik, melainkan metafor kuat tentang hubungan toksik di mana batas persahabatan, obsesi, dan ketergantungan kabur. Ekspresi wajah kedua aktor, dikombinasikan dengan arahan Russell yang cermat, membuat adegan ini terasa intens dan menghantui lama setelah film berakhir.

Adegan lain yang tak kalah berkesan adalah saat Matthew menggunakan rekaman kompromat untuk memeras Oliver, serta klimaks di bus tur ketika kelompok entourage menyerang Matthew. Akan tetapi, yang paling membekas adalah ending film dengan time jump. Di premiere dokumenter Matthew, Oliver tampak lebih autentik namun rapuh, sementara Matthew kini menjadi figur yang dikagumi. Pertanyaan seorang penggemar muda di akhir—“What do I have to do?”—menutup film dengan nada sinis yang kuat, mengingatkan bahwa siklus obsesi dan pencarian ketenaran tak pernah berakhir.

Lurker berhasil menjadi salah satu film terbaik tahun 2025. Kekuatannya terletak pada pemeranan brilian Pellerin dan Madekwe, serta skenario Russell yang cerdas dalam mengkritik budaya selebriti tanpa menjadi preachy. Film ini mengingatkanku bahwa di balik kilau ketenaran, terdapat dinamika kekuasaan yang gelap dan manusiawi yang rapuh. Meski kadang terasa terlalu ambigu, ketidaknyamanan yang diciptakannya justru menjadi nilai tambah.

Bagi pencinta thriller psikologis seperti Nightcrawler, Saltburn, atau The Talented Mr. Ripley, Lurker adalah tontonan wajib. Film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memprovokasi refleksi tentang hubungan parasosial di era digital. Dengan kualitas produksi yang tinggi dan pesan yang timeless, Lurker layak mendapat tempat di daftar film penting dekade ini. Rating pribadi: 7.9/10.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda