Ulasan

Review Serial It's Not Like That: Drama Keluarga dengan Sentuhan Iman

Review Serial It's Not Like That: Drama Keluarga dengan Sentuhan Iman
Poster serial It's Not Like That (IMDb)

Serial drama keluarga It's Not Like That merupakan salah satu produksi terbaru dari Wonder Project yang dirilis melalui Prime Video. Dibuat oleh Ian Deitchman dan Kristin Robinson—penulis yang dikenal dari seri Parenthood dan Life As We Know It—serial ini menawarkan narasi yang mendalam tentang grief, parenting, persahabatan, serta kemungkinan cinta di tengah kehilangan.

Dibintangi Scott Foley sebagai Pastor Malcolm Jeffries dan Erinn Hayes sebagai Lori Soto, serial ini berhasil menghadirkan pendekatan yang autentik dan menyentuh tanpa terasa berlebihan atau seperti propaganda religius.

Perjalanan Healing Pasca Kehilangan

Salah satu adegan di serial It's Not Like That (IMDb)
Salah satu adegan di serial It's Not Like That (IMDb)

Cerita berpusat pada dua keluarga yang saling terhubung erat di Atlanta. Malcolm, seorang pendeta yang baru saja kehilangan istri tercintanya, Jenny, karena kanker, berusaha membesarkan tiga anaknya sendirian: Flora (remaja), Penelope (usia sekolah menengah), dan Justin (anak yang berbakat memasak).

Di seberang jalan, Lori, sahabat Jenny yang baru bercerai dari suaminya David, juga menghadapi tantangan serupa dalam mendidik dua anak remajanya, Merritt dan Casey. Persahabatan lama antara Malcolm dan Lori, yang semakin diuji oleh kesedihan bersama, menjadi inti utama narasi. Pertanyaan mendasar yang diajukan serial ini adalah: apakah ikatan mereka hanya persahabatan, atau ada potensi romansa di baliknya? Judul It's Not Like That mencerminkan keraguan serta kompleksitas emosi yang dirasakan para tokoh.

Dengan delapan episode di musim pertama, serial ini mengeksplorasi berbagai isu kontemporer: kesedihan pasca-kematian dan perceraian, dinamika orang tua tunggal, konflik remaja (seperti bullying, tekanan sosial, dan identitas diri), serta peran iman sebagai pilar kekuatan.

Pendekatan terhadap elemen faith-based terasa organik, terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari tokoh tanpa mendominasi atau memaksa. Malcolm sebagai pendeta digambarkan sebagai manusia biasa yang bergulat dengan keraguan, sementara Lori mewakili perjuangan perempuan modern yang mencari keseimbangan antara peran ibu dan keinginan pribadi.

Penampilan Scott Foley dan Erinn Hayes sangat kuat; chemistry mereka alami dan penuh kedalaman, membuatku mudah berempati. Para aktor pendukung, termasuk J.R. Ramirez sebagai David serta para aktor muda, juga memberikan kontribusi signifikan dalam membangun dunia yang relatable.

Review Serial It's Not Like That

Salah satu adegan di serial It's Not Like That (IMDb)
Salah satu adegan di serial It's Not Like That (IMDb)

Intinya, It's Not Like That berhasil merevitalisasi genre family drama multigenerasional. Serial ini mengingatkan pada Parenthood dalam hal kehangatan dan kerumitan hubungan keluarga, tapi dengan sentuhan iman yang lebih halus. Produksi yang rapi, dialog yang natural, serta pacing yang nyaman membuatnya cocok untuk ditonton bersama keluarga.

Bisa dibilang serial ini karena kejujurannya dalam menggambarkan proses healing yang tidak instan, serta penghindaran klise berlebihan. Meski demikian, beberapa elemen romansa terasa predictable buat kamu yang berpengalaman nonton drama keluarga seperti ini. Untuk konflik remajanya kadang mengikuti pola umum. Akan tetapi, kekuatan utamanya terletak pada karakter yang autentik dan pesan harapan di tengah kesulitan.

Serial ini tayang perdana di channel Wonder Project pada Prime Video tanggal 25 Januari 2026 dengan dua episode awal. Semua episode musim pertama tersedia secara bertahap di sana. Untuk rilis global di Prime Video utama, seluruh delapan episode dirilis serentak pada 15 Mei 2026. Di Indonesia, kamu bisa mengaksesnya melalui akun Prime Video mulai tanggal tersebut, menjadikannya pilihan yang tepat untuk ditonton saat ini.

Beberapa adegan meninggalkan kesan mendalam. Adegan ciuman impulsif Malcolm dan Lori di malam hujan merupakan momen romantis yang ikonik—klasik trope "kiss in the rain" yang dieksekusi dengan intensitas emosional tinggi, mencerminkan kerapuhan dan ketertarikan yang tertahan lama. Adegan ini tidak hanya memicu ketegangan romansa, tetapi juga menyoroti konflik internal mereka mengenai timing dan kesetiaan terhadap kenangan Jenny.

Adegan lain yang paling berkesan secara pribadi menurutku adalah saat Lori meledakkan emosinya kepada Malcolm setelah konfrontasi dengan mantan suaminya. Bukan karena romansa, melainkan karena kerentanan Lori yang tulus. Erinn Hayes menyampaikan monolog tersebut dengan luar biasa, mengungkapkan tekanan sebagai ibu tunggal, kehilangan sahabat terbaik, dan keinginan untuk dilihat sebagai individu.

Momen ini menekankan tema utama serial: kebutuhan untuk didengar dan didukung di tengah krisis. Adegan-adegan Malcolm berbicara dengan bayangan Jenny atau saat ia bergulat dengan panggilan pastoralnya juga sangat mengharukan, menampilkan sisi manusiawi seorang pendeta yang sempurna di mata jemaat.

Adegan keluarga, seperti interaksi anak-anak di sekolah atau saat mereka berbagi makanan bersama, memberikan keseimbangan emosional. Momen Justin yang merasa terabaikan atau perjuangan Merritt di tim gulat menambah lapisan kedalaman, mengingatkan bahwa healing adalah proses kolektif. Nah, adegan-adegan ini paling kuingat karena kehangatan dan realisme mereka, meninggalkan perasaan haru dan optimisme.

Secara keseluruhan, It's Not Like That adalah serial yang tulus dan menyegarkan di era hiburan yang sering kali sensasional. Kusarankan untuk kamu yang mencari cerita keluarga berkualitas untuk menontonnya di Prime Video ya, Sobat Yoursay. Serial ini mengajarkan bahwa meski kehidupan penuh ketidakpastian, dukungan, iman, dan keberanian untuk melangkah maju dapat membawa harapan baru.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda