Ulasan

Dear You: Antara Cinta, Patah hati, dan Kisah yang Tak Pernah Usai

Dear You: Antara Cinta, Patah hati, dan Kisah yang Tak Pernah Usai
Sampul Buku Dear You (Dok. Pribadi/Akramunnisa Amir)

Ketika sedang jatuh cinta, semua kosa kata rasanya bisa dijadikan sebuah puisi oleh seseorang yang merasakannya. Kita bisa menulis tentang setiap sudut ruangan yang mengingatkan tentangnya, atau seluruh waktu yang pernah dihabiskan bersamanya. Semuanya bisa menjadi catatan kecil untuk mengabadikan kisah tersebut.

Sebagaimana yang ditulis oleh Moammar Emka dalam buku berjudul 'Dear You'. Buku ini merangkum semua catatan kenangan saat seorang penulis sedang jatuh cinta.

Buku yang saya miliki 10 tahun yang lalu ini memang merupakan kumpulan quotes dan puisi tentang cinta. Saat membaca beberapa halaman dan memutuskan untuk membelinya dulu, saya merasa bahwa apa yang ditulis oleh Moammar Emka saat itu sangat manis dan romantis.

Namun, berhubung saat itu sudah berlalu lebih dari 1 dekade, membaca tulisan-tulisan yang memantik nostalgia masa lalu itu mungkin agak sedikit cringe.

Tapi tak apa. Berhubung buku ini adalah salah satu buku yang menemani masa remaja saya dahulu, saya jadi ingin mengulas isinya.

Melalui Dear You ini, Moammar Emka merangkai puisi, quotes, dan prosa pendek tentang cinta. Mulai dari pertemuan, kenangan, kerinduan, perpisahan, dan kisah-kisah yang kenangannya seolah tak pernah usai.

Beberapa puisinya terkesan subjektif. Moammar Emka seperti sedang menulis pengalaman pribadinya dalam bentuk catatan pendek. Tapi ada juga beberapa tulisan yang terasa umum bagi orang lain.

Penggunaan diksinya cukup puitis. Moammar Emka banyak menggunakan metafora dalam menulis. Sebagaimana kutipan puisi berikut. 

"Sepasang mata menari. Mencuri pandang di relung-relung; merekam nyanyi sunyi. Hanya lirih, hanya perih. Biarkan saja rindu merintih. Biarkan mengepung gelisah dan nikmati saja keterpisahannya."

Beberapa kata favorit yang sangat sering digunakan penulis di antaranya adalah tentang cinta, hujan, rindu, senja dan kenangan. Kata-kata yang sebenarnya sangat khas dan populer ditemukan dalam buku-buku puisi tentang dua orang yang saling jatuh cinta. 

Sebenarnya, ada beberapa larik puisi yang bagi saya berkesan. Salah satunya adalah kutipan berikut.

"Setari napas kita pun memburu waktu. Mengerang di selarik kegelisahan untuk segera bertemu. Sapa pagi melipat kata enggan. Dan tetap ingin kukalimatkan rindu. Dari jauh, kusisipkan di dadamu."

Mungkin kutipan di atas terlalu berlebihan dan melankolis jika dibaca oleh versi diri saya yang sekarang. Tapi saat membacanya pertama kali beberapa tahun silam, saya cukup terkesan.

Oleh karena tema yang diangkat tentang cinta, buku yang terdiri atas 380 halaman ini sebenarnya agak melelahkan jika dibaca sekali duduk. Meski tema yang diangkat tergolong ringan, tapi membaca kalimat demi kalimat yang isinya hanya seputar cinta-cintaan yang pada realitanya tidak melulu selalu indah agaknya menjenuhkan. 

Secara keseluruhan, bukunya mungkin cukup menarik bagi mereka yang sedang jatuh cinta. Hanya saja isinya tidak relatable dengan kisah cinta semua orang. Kalau dibaca saat suasana hati sedang tidak baik-baik saja, barangkali buku ini akan sedikit membosankan.

Tapi terlepas dari hal tersebut, Dear You terbilang menarik bagi pembaca yang menyukai hal-hal yang bersifat romantis. Moammar Emka mengajak pembaca untuk mengenang kembali momen ketika kita menyukai seseorang hingga pada akhirnya harus merelakan kepergiannya. Mulai dari pertemuan, kenangan, kerinduan, hingga perpisahan.

Buku ini cocok untuk dijadikan hadiah bagi orang yang dicintai atau mungkin sebagai bacaan yang dinikmati seorang diri. Bagi Sobat Yoursay yang menyukai buku puisi dengan tema tentang cinta, buku ini bisa menjadi salah satu rekomendasi bacaan!

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda