Ulasan
Makan Siang di Kedai Sorpelem: Mencicipi Mie Ayam Barbar dengan Rasa Autentik yang Bikin Nagih
Kediri punya banyak sekali kafe estetik yang berjajar di pinggir jalan tengah kota. Namun, di antara semua kafe dengan desain modern dan spot-spot foto yang menarik, perhatian saya justru tertuju pada kedai sederhana yang terletak di depan rumah. Pemiliknya menamai warung tersebut dengan sebutan Kedai Sorpelem.
Mulanya, saya datang ke tempat itu karena tergoda promosi dari seorang kreator di Tiktok, tapi setelah mencicipi salah satu menunya, saya mengerti mengapa kedai sederhana tersebut ramai pengunjung. Bukan karena dekorasinya yang mewah atau tempatnya yang cocok dijadikan latar foto Instagram, melainkan karena rasa, harga, juga porsi makanannya yang membuat pelanggan ingin kembali.
Saya tiba di sana sekitar pukul 11.30. Bertepatan dengan jam makan siang. Area parkir tampak sudah dipenuhi kendaraan pelanggan. Tempat dine in yang tak terlalu luas sudah penuh. Sebagian memilih pesan dibungkus saja. Sembari menunggu antrean, akhirnya ada satu bangku kosong di bawah pohon mangga. Iya, seperti namanya, kedai ini memang terletak tepat di bawah pohon mangga depan rumah. Kakak saya duduk demi mengamankan tempat. Sementara saya masih berdiri mengantre.
Kami memesan dua porsi menu yang menjadi primadona di sana, yaitu mie ayam barbar seharga Rp15.000. Minumnya es jeruk yang menyegarkan di tengah panasnya matahari siang di Kediri. Tentunya, ada beragam pilihan menu mie lainnya dengan harga kisaran Rp10.000-an saja.
Sekitar satu jam menunggu, akhirnya dua mangkuk mie ayam yang kami tunggu-tunggu tiba. Dari awal diletakkan di meja kami, tampilan mie ayam ini sudah menarik perhatian. Terutama karena porsinya yang benar-benar barbar, bahkan sejak pertama disajikan, mangkuk terlihat penuh dengan topping potongan ayam yang melimpah.
Menariknya lagi, topping ayam di sini benar-benar hanya berupa daging saja, tanpa tulang. Potongan dagingnya cukup besar dengan bumbu kecap gurih yang terasa meresap hingga ke dalam. Jumlahnya pun cukup banyak hingga beberapa bagian mie nyaris tertutupi topping ayam tersebut. Bagi pencinta mie ayam dengan topping melimpah, menu seperti ini tentu terasa memuaskan.
Dari segi rasa, mie ayam ini memiliki cita rasa gurih yang cukup kuat. Tekstur mienya lembut, tetapi masih terasa kenyal saat dikunyah. Bumbu minyak ayamnya juga terasa cukup merata, membuat setiap suapan terasa gurih, bahkan tanpa saya tambahkan saus ataupun kecap.
Hal yang paling saya suka justru ada pada topping ayamnya. Selain jumlahnya banyak, rasa ayamnya juga terasa lebih dominan dibanding beberapa mie ayam lain yang pernah saya coba. Potongan dagingnya empuk dan bumbunya cukup terasa hingga ke bagian dalam. Perpaduan rasa gurih dan sedikit manis dari bumbu kecap membuat mie ayam ini terasa semakin nikmat disantap saat masih hangat.
Tambahan irisan daun bawang di atas mie juga memberi aroma segar yang membuat rasanya semakin lengkap. Meski terlihat sederhana, kombinasi mie, topping ayam, dan kuah kaldu ringan di menu ini terasa pas dan nyaman di lidah.
Yang menarik, kedai seperti ini biasanya justru memiliki daya tarik tersendiri. Tempatnya mungkin tidak semewah kafe kekinian, tetapi soal rasa dan porsi sering kali mampu bersaing. Bahkan, tidak sedikit pelanggan yang rela datang kembali hanya karena ingin menikmati semangkuk mie ayam dengan rasa yang sudah cocok di lidah mereka.
Menurut saya, di tengah tren tempat makan yang kini lebih mengutamakan konsep estetik dan visual, kedai-kedai sederhana seperti ini tetap punya tempat tersendiri bagi para pecinta kuliner. Karena meski tak sedikit anak muda hari ini yang lebih memilih makan di tempat-tempat estetik, masih banyak orang yang tetap mencari rasa enak, harga murah, dan porsi yang bikin kenyang.
Bagi pencinta mie ayam, terutama yang suka topping ayam melimpah seperti ini, mie ayam barbar dari Kedai Sorpelem yang berlokasi di Kelurahan Tinalan, Kota Kediri ini memang layak untuk dicoba.