Ulasan
Neko to Kiss: Mengadopsi Kucing yang Merupakan Jelmaan Teman Satu Kelas
Kucing bermotif tuxedo alias kucing motif sapi umumnya agak malas, mager, dan hobinya rebahan. Nggak macam kucing oren yang aktif, hobi tawuran, dan semena-mena. Nah, ngomongin kucing motif sapi, aku jadi teringat satu manga bertajuk Neko to Kiss, yang menampilkan kucing bermotif demikian.
Melansir Anime Planet, Neko to Kiss atau yang memiliki judul alternatif Kiss With A Cat merupakan karya Miko Senry, yang rilis lewat majalan Bessatsu Friend terbitan Kodansha pada tahun 2020 dengan total 6 volume. Manga ini menyajikan romansa yang dipadukan dengan unsur fantasi dan tema utama yakni cat lovers.
Cowok Paling Cool di Kelasmu adalah Siluman Kucing
Neko to Kiss sendiri menceritakan seorang siswi SMA bernama Erina Wada, yang suatu hari menemukan seekor kucing bermotif tuxedo di luar jendela kamarnya. Kucing tersebut mengalami luka di kaki, sehingga Erina memutuskan untuk mengadopsi si gembul tersebut dan menamainya dengan Noriben.
Kendati Erina berlaku lembut dalam merawat si kucing, bocah berbulu itu tetap galak. Bahkan setelah kakinya sembuh, kucing itu malah pergi. Hingga beberapa hari berikutnya, si kucing kembali. Erina yang senang lantas menciumi kucing gembul itu, hingga fenomena aneh terjadi.
Sang kucing bertransformasi menjadi seorang pemuda rupawan, yang adalah kawan sekelas Erina sendiri bernama Kou Nekoyama. Salah satu siswa paling pendiam, cool, dan sering terlihat memakai masker wajah, ternyata adalah siluman kucing?!
Berangkat dari situ, Kou jadi pengawas dadakan dalam hidup Erina karena tidak mau rahasianya sebagai siluman kucing terbongkar.
Kucing Posesif Minta Digeplak
Dalam penggambaran visual Kou versi kucing alias Noriben, Miko Senry berhasil membuatku gemas. Pasalnya, Noriben betul-betul lucu, menggemaskan, gembul, dan mukanya itu seperti ada plonga-plongonya. Dengan sekian tingkah absurd khas kucing, termasuk hobi rebahan dan semena-mena pada manusia, walaupun dia tetap memiliki kesadaran Kou.
Pun ketika bertransformasi menjadi manusia pun, Kou memiliki visual menawan yang bikin aku teringat pada manga Ojou to Banken-kun. Termasuk sifatnya yang bisa clingy, posesif khas kucing, hingga ketus ketika ada yang mengusik egonya.
Terlebih lagi, Miko Senry berani menyajikan genre tabrakan yang menawan. Dimana unsur fantasi tentang siluman hewan, disatukan dengan dunia modern dan mengambil latar masa sekolah. Jadilah, manga ini memiliki kesan tersendiri, dan mudah dicari dalam ingatan.
Story Building yang Kurang Detail, Tapi Alur Manga Tetap Okelah…
Bagiku sendiri yang suka dengan genre fantasi, Miko Senry terasa kurang mengembangkan ide briliannya. Alih-alih membuat detail yang lebih dalam mengenai kehidupan para karakter, tetapi kisahnya disajikan hambar. Apa ya, pembaca hanya diajak mengikuti kisah Erina dan Kou yang mulus-mulus saja, tanpa bumbu lainnya.
Seperti semisal pertentangan dari pihak keluarga Erina, kala tahu bahwa Kou adalah siluman. Atau beberapa konflik batin yang seharusnya lebih menghidupkan cerita. Namun, Neko to Kiss justru disajikan ala kadarnya, dengan romansa ringan yang bisa ditebak alurnya. Buatku, justru konflik Kou dengan Yuto Inui si siluman anjing, dan kecemburuan Kou terhadap kucing lain lebih terasa ‘hidup’ ketimbang romansa yang dijanjikan.
Namun, kalau membicarakan alur cerita yang ringan dan menyenangkan, aku setuju. Manga ini nggak menampilkan konflik berat sama sekali, bahkan cenderung biasa saja. Malahan, hal yang dalam real life berat pun berhasil dieksekusi dengan sepele dalam manga ini. So, bagi kamu penyuka alur ringan, bisa deh baca Neko to Kiss.
Beragam Plot Hole dari Awal
Walau aku menyukai alur dan konflik ringan, tetapi otakku tetap mempertanyakan sekian plot hole yang tersaji dari awal. Pertama, bukankah Noriben a.k.a Kou mengalami luka di kaki dan dalam perawatan Erina? Otomatis dia bolos sekolah kan? Kok nggak ketahuan? Apa nggak ada absensi sekolah?
Oke, semisal Kou rupanya berhasil pergi dari rumah Erina dan pergi sekolah, masa iya nggak ada yang notice kalau kakinya sakit? Minimal ada pincang-pincangnya gitu?
Kedua, pada kehadiran Yuto Inui si siluman anjing. Maksudku, di real life biasanya anjing bakal agresif dan full uring-uringan pada kucing. Namun di manga ini kok malah Yuto fine-fine saja saat bersama Erina dan Kou? Malah Kou yang pasang wajah mau meledak, dan sifat posesifnya meluap.
Manga Kucing 17+
Sejujurnya, dari awal pun sikap clingy Kou dan flirting-nya pada Erina sudah ketahuan. Berawal dari pendekatan, dan berakhir dengan kebersamaan atas nama romansa.
Manga ini sendiri memang memiliki rating 17+, yang malah kian terasa aneh kalau kita pikirkan secara logika. Hal ini mengenai ritual supaya Kou tidak mengalami transformasi wujud kala berciuman dengan Erina. Masa iya caranya pakai ‘hubungan badan’? Kenapa nggak dibuat sedikit gila dengan ritual darah?
After all, mengingat adanya unsur dewasa tadi–walau Neko to Kiss bukan tipe eksplisit–manga ini memang nggak bisa dibaca segala umur. Wajib berusia 18 tahun ke atas sih kataku mah. Kalaupun membacanya, yah cukup dijadikan hiburan saja, bukan berarti harus mempercayai atau meniru apa yang ada di sana. Sebab, ada perbedaan budaya sosial kita dengan negara asal manga ini. So, aku memberikan nilai 7/10 untuk Neko to Kiss.
Identitas Manga
Judul: Neko to Kiss
Judul Alternatif: Kiss With A Cat
Author: Miko Senry
Rilis: Majalah Bessatsu Friend 2020
Penerbit: Kodansha
Genre: fantasi, shoujo, animal, romance
Negara Asal: Jepang
Total Volume: 6 volume