Ulasan

Menyingkap Jejak Sejarah Kesultanan Ternate dalam Petualangan Matara

Menyingkap Jejak Sejarah Kesultanan Ternate dalam Petualangan Matara
Novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi (Dok. Pribadi/ Chairun Nisa)

Mata dan Rahasia Pulau Gapi merupakan buku pertama yang saya baca dari tetralogi Mata karya Okky Madasari. Meskipun saya sudah cukup familiar dengan karya-karya Okky lainnya, ini adalah pengalaman perdana saya menyelami petualangan Matara.

Sebagai sebuah novel sastra anak, seri ini menyimpan kedalaman narasi sejarah yang sangat kuat, terutama dalam memotret dinamika dan pergolakan di Kesultanan Ternate yang selama ini jarang sekali diulas secara mendalam di buku-buku pelajaran sekolah.

Buku ini membuka wawasan saya tentang kekayaan sejarah Ternate. Latar tempatnya, Pulau Gapi, ternyata adalah pulau ikonik yang tampak pada gambar uang kertas pecahan Rp1.000 emisi lama, bersanding dengan Pulau Maitara dan Pulau Tidore.

Okky Madasari membawa pembaca menyelami sejarah peradaban Kota Kesultanan Ternate yang telah gemilang sejak abad ke-16.

Ia dengan sangat detail menceritakan bagaimana Ternate menjadi pusat perhatian dunia karena rempah-rempahnya, yang kemudian memicu kedatangan bangsa-bangsa kulit putih seperti Portugis, Spanyol, Belanda, hingga Jepang. Mereka datang dengan ambisi monopoli perdagangan cengkeh serta perebutan kekuasaan yang seringkali mengorbankan penduduk lokal.

Narasi sejarah ini menjadi semakin hidup saat Matara bertemu dengan Molu, kucing hitam yang telah menjadi saksi bisu sejarah selama 500-an tahun sejak letusan dahsyat Gunung Gamalama.

Melalui Molu, saya diajak menyusuri kisah pilu saat Sultan Hairun, penguasa agung Pulau Gapi, dijebak oleh Portugis dalam sebuah perjamuan "pertemanan" yang berujung pada pengkhianatan dan pembunuhan kejam.

Sultan hanya datang ditemani anjingnya tidak membawa pengawal dan berakhir dipenggal di meja makan. Namun, alih-alih membalas dengan dendam yang memusnahkan, Sultan Baabullah yang menggantikan tahta justru memberikan pelajaran tentang kemuliaan hati.

Ia mengampuni Adao, seorang serdadu Portugis yang memohon ampun, dan memberinya tugas untuk menjaga harta karun sultan di Danau Tolire bersama istrinya, Faida. Konon, hingga akhir hayat, keduanya tetap setia menjalankan tugas menjaga harta karun kesultanan di dasar danau, bahkan dikisahkan mereka menjelma menjadi dua buaya putih yang terus mengabdi kepada Sultan.

Di luar megahnya sejarah tersebut, novel ini tetap membumi dengan konflik realis yang dialami Matara. Kepindahannya ke Ternate dipicu oleh kekecewaan karena gagal masuk SMP favorit di Jakarta, yang membuat ibunya menerapkan sistem homeschooling yang sangat keras dan menuntut.

Namun, justru di tengah tekanan pendidikan formal tersebut, Matara menemukan "sekolah" yang sesungguhnya di pelabuhan dan benteng-benteng tua, dibimbing oleh Molu dan Gama si laba-laba jelmaan anjing Sultan untuk melindungi situs bersejarah dari proyek pembangunan hotel dan mal yang dipimpin oleh ayahnya sendiri.

Menurut saya, buku ini sangat memikat karena keberhasilannya memadukan realitas sejarah, fabel, dan magical realism.

Kita tidak hanya disuguhkan petualangan anak-anak, tetapi juga kritik sosial mengenai obsesi terhadap sekolah favorit serta isu pembangunan infrastruktur yang seringkali mengorbankan jejak sejarah demi keuntungan segelintir kelompok.

Membaca novel ini seperti melakukan napak tilas ke Ternate; narasi deskriptif Okky mampu menghidupkan kembali memori tentang indahnya pelabuhan, benteng-benteng peninggalan kolonial, gagahnya Gunung Gamalama, hingga Danau Tolire yang sarat mitos.

Pesan moralnya sangat kuat: pendidikan tidak terbatas pada ruang kelas, dan rasa kepemilikan atas kekayaan sejarah bangsa harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki rasa cinta tanah air yang kokoh.

Identitas Buku
Penulis: Okky Madasari
Ilustrator: Restu Ratnaningtyas
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2018
Tebal: 256 halaman
Ukuran: 20 cm
ISBN: 978-602-06-1938-5

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda