Ulasan

Pengalaman Trekking Gunung Sindoro Via Kledung Wonosobo

Pengalaman Trekking Gunung Sindoro Via Kledung Wonosobo
Puncak Gunung Sindoro (Dok. Pribadi/Azizul Afidah)

Mendaki gunung menjadi hobi baruku sejak tahun 2016. Pertengahan bulan Juli 2023, aku berencana mendaki Gunung Sindoro via Kledung, Wonosobo. Ini pertama kalinya aku akan naik Gunung Sindoro, jadi aku berusaha mencari teman pendakian yang benar-benar nyaman menurutku.

Mencari teman pendakian itu susah-susah gampang. Terkadang ada yang ingin ikut, tapi tidak ada uang. Terkadang ada juga yang ingin ikut, tapi tidak punya waktu. Bahkan ada juga yang mempunyai uang dan waktu, tetapi tidak diizinkan oleh orang tua.

Buatku, teman pendakian itu harus yang satu frekuensi, karena perjalanan menuju puncak sangat panjang dan tidak mudah. Akhirnya, saat itu aku hanya mendaki bersama adik kelasku saat kami SMA.

Kami mulai melakukan pendakian pukul 09.00 pagi. Dari basecamp sampai pos satu setengah, kami setuju untuk menggunakan jasa ojek gunung. Lumayan untuk mengurangi durasi perjalan. Kami cukup membayar Rp25.000 saja. Pengalaman pertama menggunakan ojek gunung sangat seru, mirip naik wahana naik roller coster

Setelah sampai di pertengahan pos satu dan dua, kami langsung melanjutkan perjalanan. Rutenya masih sangat friendly, jalur masih berupa tanah dan pepohonan menjulang tinggi sehingga terasa sangat rindang. Kami berdua sebenarnya merasa khawatir jika di jalur ini kami bertemu dengan babi hutan. Sebelum kami berangkat mendaki, kami sempat mencari informasi, dan beberapa pendaki pernah bertemu babi hutan antara pos satu hingga pos dua.

Saat nafas masih teratur dan kaki belum terlalu lelah, ternyata kami sudah tiba di pos dua sekitar pukul 12.30 WIB, dan kekhawatiran kami bertemu babi hutan tidak terjadi. Kami istirahat sebentar di pos dua dan kembali melanjutkan perjalanan. Rute pos dua sampai pos tiga sebenarnya tidak terlalu jauh, hanya saja jalur pendakian semakin sulit. Jalur yang sebelumnya berupa tanah kini berubah menjadi jalur yang terjal.

Tidak ada lagi jalur landai, semua berubah menjadi tanjakan batu. Bahkan, beberapa kali kami harus melewati tanjakan yang sangat tinggi. Orang-orang menyebutnya dengan "lutut bertemu dada." Di sini, nafas mulai terengah-engah, kaki mulai gemetar, dan pundak terasa pegal, sehingga kami sering berhenti sebentar untuk sekedar istirahat.

Pos tiga hampir sampai, ternyata jalur pendakian semakin curam. Di sini, bukan lagi tanjakan batu yang sangat tinggi, tetapi sudah berubah lagi menjadi trek jurang. Kami harus ekstra hati-hati. Untungnya, di trek ini sudah disediakan tali tambang yang bisa digunakan oleh pendaki sebagai pegangan. Meskipun sangat sulit, tapi akhirnya kami bisa melewatinya dengan selamat.

Akhirnya, tibalah kami di pos tiga atau sunrise camp sekitar pukul 17.00 WIB. Lokasi ini sering dijadikan tempat istirahat dan titik persiapan akhir sebelum melakukan summit attack. Di pos tiga juga terdapat shelter yang dapat digunakan oleh pendaki apabila terjadi hujan badai atau gangguan yang lainnya sebagai tempet perlindungan.

Kami tiba di pos tiga langsung disambut dengan lautan awan dan sunset yang sangat eksotik. Kami tidak langsung mendirikan tenda. Kami memilih istirahat sembari menikmati keindahan yang tidak akan pernah kami temukan di perkotaan.

Saat langit mulai gelap, kami bergegas mendirikan tenda kemudian melaksanakan salat jamak Zuhur dan Asar. Kondisi mulai dingin, kami pun memutuskan untuk memasak dan membuat minuman hangat sambil berbincang tentang banyak hal.

Malam ini, banyak sekali pendaki yang mendirikan tenda di sekitar kami, suasana menjadi lebih hangat dan ramai. Pukul 20.00 WIB kami memutuskan untuk tidur agar besok pagi kami tidak bangun kesiangan karena akan melakukan summit attack.

Malam menjadi terasa sangat panjang karena aku tidak bisa tidur, sementara temanku sudah tidur nyenyak. Aku tiba-tiba tidak enak badan, ditambah semakin malam suhu semakin dingin. Meskipun sudah memakai sleeping bag, tetap saja dingin itu menusuk hingga tulang.

Aku tetap memaksa tidur sambil sesekali bangun untuk minum air putih, berharap besok pagi badanku terasa lebih enak. Tapi ternyata saat pagi datang, badanku masih sama dengan kondisi semalam. Kami bangun dan melaksanakan salat Subuh, dilanjutkan persiapan untuk summit attack.

Dengan kondisi yang kurang fit, aku masih tetap semangat untuk melanjutkan perjalanan sampai puncak Sindoro. Kami berangkat summit attack bersama pendaki lain. Di tengah perjalanan, kami sempat tersesat, hingga akhirnya kami kembali ke jalan yang benar.

Namun, di tengah jalur kami berpisah dengan pendaki lain karena kecapatan jalan yang berbeda. Kami sedikit lebih lambat dibandingkan mereka karena trek pendakian yang semakin menyiksa. Tetapi, kami tetap sampai puncak di saat Matahari sudah mulai menyengat.

Akhirnya, pukul 09.00 pagi kami tiba di puncak Sindoro. Rasanya sangat lega, lelah di seluruh tubuh langsung hilang, bahkan badanku menjadi sedikit lebih baik. Perasaan sangat bahagia itu ada, bukan karena kami berhasil menaklukan puncaknya, tetapi karena kami bisa sabar melewati setiap jalur yang tidak bisa dilewati dengan mudah, bahkan dengan kondisi tubuh yang lemah.

Kami berselebrasi, berfoto, dan menikmati keindahan yang tidak ada duanya. Yah, kami berhasil. Ternyata, mendaki gunung tanpa didampingi laki-laki tetap bisa, asalkan dengan teman pendakian yang tepat.

Kami hanya menghabiskan waktu satu jam di puncak, selanjutnya kami turun dan kembali ke pos tiga mengingat hari semakin siang. Sesampainya di pos tiga kami makan siang, kemudian lanjut berkemas dan segera turun menuju basecamp sebelum malam datang. Alhamdulillah, pendakian kami lancar meski disertai penat dan lelah yang baru akan pulih lima hari kemudian.

Mungkin jika ditanya akan kembali lagi ke Gunung Sindoro atau tidak, jawabannya adalah iya. Bagaimana pun pengalamannya, tempat yang akan kita datangi di lain waktu pasti akan memberikan pengalaman yang lain juga.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda