Ulasan
Review The Nine Moons of Han Yu and Luli: Perjalanan 2 Anak Melintasi Waktu
Ada buku yang terasa seperti memasuki tempat yang sudah lama kita kenal, meskipun sebenarnya belum pernah kita kunjungi. The Nine Moons of Han Yu and Luli karya Karina Yan Glaser adalah salah satunya.
Novel ini diterbitkan pada 2025 dan memperoleh penghargaan Newbery Honor, selain mendapat banyak ulasan berbintang dari publikasi buku besar.
Membaca novel ini seperti berjalan-jalan di taman pada hari yang sempurna: udaranya nyaman, suasananya menyenangkan, lalu tiba-tiba truk makanan favorit datang untuk membuat pengalaman itu semakin lengkap.
Novel ini menghadirkan dua kisah yang berlangsung di tempat dan zaman berbeda. Han Yu tinggal di Chang’An pada tahun 731, sementara Luli hidup di kawasan Pecinan New York pada 1931, ketika Amerika Serikat berada dalam masa Depresi Besar.
Meski terpisah lebih dari seribu tahun, kehidupan keduanya perlahan terhubung melalui keluarga, seni, puisi, makanan, dan sebuah rahasia yang melintasi waktu.
Han Yu menjalani kehidupan sederhana dengan menjual roti kukus bersama keluarganya di pasar. Namun, ia memiliki kemampuan unik untuk dekat dengan berbagai binatang dan bahkan dikabarkan mampu memanggil harimau.
Ketika wabah menyerang Chang’An dan keluarganya berada dalam bahaya, Han Yu harus meninggalkan kehidupan yang dikenalnya untuk melakukan perjalanan berbahaya demi menyelamatkan orang-orang yang ia cintai.
Di sisi lain, Luli tumbuh di restoran keluarga di Chinatown. Ia memiliki kehidupan yang hangat, tetapi keadaan ekonomi yang sulit mulai mengancam keluarganya.
Ketertarikannya pada seni Tiongkok kemudian membawanya menemukan petunjuk penting yang berhubungan dengan sutra dan puisi. Dari sinilah petualangannya dimulai.
Salah satu kekuatan terbesar novel ini adalah bagaimana dua alur cerita tersebut berjalan secara paralel. Kisah Han Yu dan Luli tidak terasa dipaksakan untuk saling terhubung. Hubungan keduanya justru berkembang perlahan, lembut, dan penuh kejutan.
Novel ini berhasil menghadirkan gambaran budaya dan sejarah yang kaya tanpa kehilangan sisi emosionalnya.
Setiap perjalanan terasa memiliki makna, sementara hubungan keluarga menjadi inti yang membuat kisah ini terasa hangat. Sebuah bacaan yang cocok bagi pembaca yang menyukai petualangan penuh hati.
Saat Han Yu melakukan perjalanan bersama Du Fu dan menghadapi gua-gua pegunungan, badai gurun, para pencuri, serta berbagai bahaya di Jalur Sutra, Luli berusaha memahami rahasia yang tersembunyi dalam karya seni dan puisi.
Karina Yan Glaser menulis kisah ini dengan gaya yang hangat dan penuh imajinasi. Petualangannya menegangkan, tetapi tetap memiliki kelembutan yang membuat novel ini terasa cocok untuk pembaca muda maupun orang dewasa.
Tema keluarga, kehilangan, keberanian, persahabatan, seni, dan kemampuan untuk menghadapi sesuatu yang belum diketahui disampaikan tanpa terasa menggurui.
Yang paling menarik, The Nine Moons of Han Yu and Luli tidak hanya bercerita tentang perjalanan menyelamatkan keluarga.
Novel ini juga menunjukkan bahwa seni, cerita, makanan, dan kenangan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan manusia, bahkan ketika mereka dipisahkan oleh tempat dan waktu.
Dengan perpaduan historical fiction, petualangan, misteri, dan sedikit sentuhan magis, novel ini menawarkan pengalaman membaca yang indah.
Kisah Han Yu dan Luli terasa seperti memasuki restoran favorit pada malam musim dingin: hangat, nyaman, dan membuat kita ingin tinggal lebih lama.
The Nine Moons of Han Yu and Luli adalah novel tentang keberanian untuk meninggalkan dunia yang familiar demi menyelamatkan sesuatu yang paling berharga.
Sebuah kisah penuh keajaiban yang mengingatkan kita bahwa petualangan besar sering kali dimulai dari keinginan sederhana: melindungi keluarga dan orang-orang yang kita cintai.