Ulasan

Review Golden Kamuy: Konflik Berdarah Para Narapidana Kelas Kakap di Jepang

Review Golden Kamuy: Konflik Berdarah Para Narapidana Kelas Kakap di Jepang
Poster film Golden Kamuy: Assault on Abashiri Prison (IMDb)

Golden Kamuy: Assault on Abashiri Prison, atau dikenal juga sebagai Golden Kamuy: The Abashiri Prison Raid, merupakan film live-action ketiga dalam seri adaptasi manga Satoru Noda yang sukses. Disutradarai oleh Kenji Katagiri dan diproduksi oleh Toho, film ini dirilis di bioskop Jepang pada 13 Maret 2026 dan tersedia secara eksklusif untuk streaming di Netflix mulai 13 Juli 2026.

Bagi penonton di wilayah Indonesia, film ini telah dapat dinikmati sejak tanggal tersebut di platform Netflix, lengkap dengan subtitle bahasa Indonesia dan opsi dubbing atau audio asli Jepang. Durasi film sekitar 122 menit, bergenre action, drama, dan petualangan dengan rating TV-MA yang sesuai untuk penonton dewasa.

Mengungkap Misteri Ayah Asirpa di Penjara Abashiri

Tangkapan layar adegan di film Golden Kamuy: Assault on Abashiri Prison (youtube.com/Netflix Anime)
Tangkapan layar adegan di film Golden Kamuy: Assault on Abashiri Prison (youtube.com/Netflix Anime)

Film ini melanjutkan perjalanan Saichi Sugimoto (diperankan oleh Kento Yamazaki), veteran perang Russo-Jepang yang dijuluki Immortal Sugimoto karena ketangguhannya yang luar biasa, bersama Asirpa (Anna Yamada), gadis Ainu yang cerdas dan tangguh. Mereka berdua mengejar harta emas Ainu yang legendaris, yang lokasinya tersembunyi melalui tato pada tubuh 24 narapidana. Cerita mencapai klimaks saat ketiga faksi—Sugimoto dan sekutunya, Divisi Ketujuh yang dipimpin Letnan Tsurumi (Hiroshi Tamaki), serta kelompok narapidana yang dipimpin Hijikata Toshizo (Hiroshi Tachi)—bertabrakan di Penjara Abashiri yang dijaga ketat.

Plot film ini kaya akan elemen sejarah Meiji era di Hokkaido, budaya Ainu, serta tema persahabatan, balas dendam, dan ambisi kekuasaan. Sugimoto dan Asirpa berusaha mencapai penjara untuk mengungkap identitas Noppera-bo, sosok misterius yang terkait dengan pembunuhan ayah Asirpa dan rahasia emas tersebut. Sementara itu, Tsurumi menggunakan strategi militer canggih untuk menyerbu penjara, sementara Hijikata dan para narapidana berjuang mempertahankan posisi mereka. Adaptasi ini berhasil menangkap esensi manga dengan visual yang memukau, khususnya lanskap salju Hokkaido yang dingin dan mencekam, serta rekonstruksi penjara yang imersif.

Review Film Golden Kamuy: Assault on Abashiri Prison

Tangkapan layar adegan di film Golden Kamuy: Assault on Abashiri Prison (youtube.com/Netflix Anime)
Tangkapan layar adegan di film Golden Kamuy: Assault on Abashiri Prison (youtube.com/Netflix Anime)

Dari segi akting, Kento Yamazaki kembali menghadirkan Sugimoto yang karismatik—campuran antara ketangguhan fisik dan kedalaman emosional. Anna Yamada sebagai Asirpa memberikan nuansa kekuatan perempuan Ainu yang bijaksana. Penampilan Hiroshi Tachi sebagai Hijikata Toshizo, mantan samurai legendaris, menjadi salah satu highlight. Chemistry antar karakter, terutama dinamika Sugimoto-Asirpa, tetap kuat dan menyentuh hati di tengah kekerasan. Sinematografi dan koreografi aksi patut dipuji; pertarungan terasa realistis dan brutal, sesuai dengan tone manga yang sering memadukan humor gelap, kekerasan, dan momen emosional.

Salah satu adegan aksi paling menegangkan adalah serangan besar-besaran terhadap Penjara Abashiri. Divisi Ketujuh menggunakan kapal perang dan taktik militer untuk menghancurkan benteng yang dianggap tak tertembus. Suasana tegang dibangun melalui tembakan senjata api, ledakan, dan pertarungan jarak dekat di tengah salju. Ketegangan mencapai puncak saat pasukan menghadapi perlawanan sengit dari penjaga penjara dan narapidana, dengan elemen pengkhianatan dan jebakan yang membuatku terus menebak-nebak. Adegan ini menampilkan kekacauan perang yang intens, di mana setiap keputusan bisa berujung kematian, mencerminkan kekejaman pertempuran era tersebut.

Adegan paling berkesan yang terus teringat adalah duel akhir antara Hijikata Toshizo melawan Inudou. Laga ini tidak hanya menampilkan aksi fisik, melainkan menjadi sebuah dialog filosofis tentang eksistensi masa lalu samurai di pengujung era Meiji. Koreografi rantai dan pedang yang digunakan Hijikata terasa epik dan penuh gravitas. Momen ini menyatukan tema kesetiaan, penebusan dosa, dan akhir sebuah era, disertai sinematografi dramatis yang membuatku sempat terpaku. Kurasa ini yang menjadi puncak emosional film, di mana aksi bertemu dengan kedalaman karakter.

Jadi kesimpulannya, Golden Kamuy: Assault on Abashiri Prison adalah penutup yang memuaskan bagi arc Abashiri dalam seri live-action ini. Film ini unggul dalam aksi yang mendebarkan, pengembangan karakter, dan penghormatan terhadap budaya Ainu serta sejarah Jepang. Meski kritikku tentang humor yang kadang kurang pas di momen dramatis, tapi kekuatan visual dan narasi tetap mendominasi. Bagi penggemar manga atau anime, adaptasi ini layak ditonton sebagai tontonan yang menghibur sekaligus mendidik. Bagi penonton baru, film ini dapat berdiri sendiri meski lebih optimal jika menonton bagian sebelumnya.

Dengan ketersediaan di Netflix Indonesia sejak 13 Juli 2026, film ini mudah diakses dan menjadi pilihan tepat bagi pecinta genre action historis. Rekomendasi tinggi untuk ditonton dalam satu sesi, karena ritme ceritanya yang cepat dan klimaks yang memuaskan. Rating pribadi: 8/10.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda