Ulasan
Stuart Fails to Save the Universe: Suguhkan Aksi Antardimensi yang Kocak!
Stuart Fails to Save the Universe merupakan serial komedi fiksi ilmiah Amerika Serikat yang diciptakan oleh Chuck Lorre, Zak Penn, dan Bill Prady. Serial ini menjadi bagian keempat dalam waralaba The Big Bang Theory serta spin-off langsung kedua dari serial utama tersebut. Premiernya berlangsung pada 23 Juli 2026 di HBO Max untuk wilayah Amerika Serikat, sementara di wilayah Asia, termasuk Indonesia, serial ini tersedia mulai 24 Juli 2026. Musim pertama terdiri atas sepuluh episode yang dirilis secara mingguan.
Misi Penyelamatan Dunia Versi Stuart

Premis utamanya berpusat pada Stuart Bloom, pemilik toko buku komik yang diperankan kembali oleh Kevin Sussman. Setelah secara tidak sengaja merusak perangkat interferensi kuantum yang diciptakan oleh Sheldon Cooper dan Leonard Hofstadter, Stuart harus mencegah Armageddon multiverse yang timbul akibat kerusakan tersebut. Ia dibantu oleh Denise (Lauren Lapkus), Bert Kibbler (Brian Posehn), dan Barry Kripke (John Ross Bowie). Perjalanan mereka melibatkan perpindahan antar-realitas alternatif, di mana mereka bertemu versi berbeda dari karakter-karakter yang dikenal dari The Big Bang Theory. Seperti tersirat dalam judulnya, upaya penyelamatan tersebut kerap mengalami kegagalan.
Review Serial Stuart Fails to Save the Universe

Serial ini menandai pergeseran signifikan dari format sitkom multi-kamera tradisional menuju komedi petualangan fiksi ilmiah dengan elemen efek visual dan dunia distopia. Chuck Lorre menyatakan bahwa proyek ini merupakan tantangan baru baginya, mengingat kariernya sebelumnya banyak berfokus pada dialog di ruang tertutup. Hasilnya adalah perpaduan humor gelap, absurdisme, dan referensi ilmiah yang lebih berani dibandingkan pendahulunya. Kalau boleh jujur, aku memuji keberanian konsep multiverse dan pengembangan karakter pendukung menjadi protagonis, sementara tone-nya terkadang terasa sour atau kurang konsisten dibandingkan The Big Bang Theory yang lebih ringan.
Di Indonesia, Stuart Fails to Save the Universe dapat ditonton secara streaming eksklusif melalui HBO Max sejak 24 Juli 2026. Episode baru dirilis setiap hari Jumat berikutnya. Penonton di Indonesia dapat mengaksesnya melalui aplikasi atau situs resmi HBO Max dengan berlangganan layanan tersebut. Ketersediaan konten mengikuti jadwal regional Asia yang biasanya satu hari setelah rilis Amerika Serikat.
Dari segi adegan, serial ini kaya akan momen absurd dan dramatis, terutama terlihat sejak episode perdana yang berjudul Spoiler: Gary Dies. Salah satu adegan paling absurd terjadi di dunia Pasadena pasca-apokaliptik. Toko komik Stuart masih beroperasi di tengah puing-puing, di mana pelanggan menukar buku komik dengan makanan kaleng. Debat sepele mengenai apakah Hawkeye pantas berada di Avengers berakhir dengan penusukan mematikan di antara pelanggan. Di luar toko, ngengat raksasa, zombie, dan sobekan realitas yang berfungsi sebagai portal vakum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Versi alternatif Stuart dari realitas lain muncul untuk menjelaskan misi penyelamatan, sementara Kripke muncul sebagai penguasa lokal yang kejam dengan aksen bicara khasnya yang tetap dipertahankan. Kombinasi elemen distopia, humor nerd, dan ketidakberdayaan karakter menciptakan situasi yang sangat tidak masuk akal namun menghibur.
Adegan paling dramatis muncul ketika kelompok tersebut berhasil mencapai perangkat di Caltech. Versi alternatif Raj Koothrappali, yang diperankan oleh Kunal Nayyar, mencoba memperbaiki mesin tersebut. Ia sempat mengalami momen kebahagiaan singkat dalam realitas yang hancur itu sebelum tewas ditembak oleh Kripke. Kematian tersebut terjadi setelah Raj mengalami halusinasi, dan disusul oleh upaya sia-sia Stuart serta Denise membaca manual perangkat. Kesalahan kecil dalam langkah perbaikan menyebabkan mesin menelan Stuart, Bert, dan Kripke, melontarkan mereka ke realitas baru. Momen ini tidak hanya menegaskan konsekuensi fatal dari kegagalan, tetapi juga menggambarkan beban tanggung jawab yang ditanggung Stuart—karakter yang selama ini digambarkan sebagai orang yang paling sial dan kurang percaya diri. Ketegangan emosional tercampur dengan rasa kehilangan terhadap karakter yang dikenali olehku, menciptakan kontras tajam dengan absurdisme di sekitarnya.
Secara keseluruhan, Stuart Fails to Save the Universe menawarkan pendekatan segar terhadap waralaba The Big Bang Theory. Ia tidak sekadar mengulang formula lama, melainkan mengeksplorasi potensi fiksi ilmiah dengan karakter-karakter yang sebelumnya berada di pinggiran. Meskipun tidak semua elemen berjalan sempurna dan aku rasa hasilnya tidak merata, serial ini berhasil menghadirkan hiburan yang inventif bagi penggemar yang bersedia menerima perubahan tone kok, guys. Bagi penonton di Indonesia, ketersediaan langsung di HBO Max sejak 24 Juli 2026 memungkinkan akses segera ke petualangan multiverse yang penuh kejutan ini. Serial ini layak ditonton bagi mereka yang mengapresiasi komedi yang berani bereksperimen, meskipun tetap menghormati akar naratifnya di dunia The Big Bang Theory.