Ulasan
Are You Afraid of the Dark? Ketika Ambisi Berubah Jadi Konspirasi Mematikan
Sidney Sheldon selalu punya cara membuat pembaca berkata, "Satu bab lagi" lalu tanpa sadar telah menghabiskan puluhan halaman dalam sekali duduk. Itulah yang kembali terasa dalam Are You Afraid of the Dark?, novel thriller setebal 440 halaman yang memadukan misteri, konspirasi ilmiah, dan aksi menegangkan dalam satu paket yang sulit dilepaskan.
Diterbitkan Gramedia Pustaka Utama pada 2004, novel ini kembali menunjukkan mengapa Sheldon begitu identik dengan cerita beralur cepat, penuh kejutan, tetapi tetap mudah diikuti. Tidak ada kalimat yang terasa mubazir. Hampir setiap bab ditutup dengan pertanyaan baru yang membuat pembaca penasaran untuk terus melanjutkan.
Sinopsis Novel
Cerita dibuka dengan serangkaian kematian misterius yang terjadi hampir bersamaan di berbagai belahan dunia. Di Berlin, sepasang suami istri ditemukan tewas. Di Denver, seorang pilot meninggal dalam kecelakaan pesawat kecil. Di Paris, seorang pria jatuh dari Menara Eiffel. Sementara di New York, mayat pria lain ditemukan mengambang di sungai dan diduga menjadi korban mafia.
Sekilas, keempat kematian itu tampak tidak saling berkaitan. Polisi di masing-masing negara memiliki kesimpulan berbeda. Ada yang dianggap kecelakaan, bunuh diri, hingga pembunuhan oleh kelompok kriminal. Namun perlahan muncul sebuah benang merah yang menghubungkan semuanya.
Benang merah itu adalah Kingsley International Group (KIG), sebuah perusahaan teknologi dan riset yang menaungi para ilmuwan terbaik dunia.
Dari sinilah cerita mulai bergerak semakin cepat.
Dua perempuan yang sama-sama kehilangan suami, Diane Stevens dan Kelly Harris, dipertemukan oleh keadaan. Awalnya mereka tidak saling mengenal. Namun semakin banyak fakta yang mereka temukan, semakin jelas bahwa kematian suami mereka bukanlah kebetulan. Mereka menjadi target berikutnya karena tanpa sadar berada terlalu dekat dengan sebuah rahasia besar yang melibatkan KIG.
Menariknya, Sheldon tidak menjadikan kedua tokoh utama ini sebagai agen rahasia atau mantan tentara dengan kemampuan bertarung luar biasa. Diane dan Kelly hanyalah dua perempuan biasa yang sedang berduka. Mereka ketakutan, bingung, bahkan beberapa kali membuat kesalahan. Justru karena itulah mereka terasa sangat manusiawi. Pembaca dapat ikut merasakan kecemasan ketika mereka harus melarikan diri tanpa benar-benar tahu siapa yang sedang memburu mereka.
Kelebihan dan Kekurangan
Salah satu kekuatan terbesar novel ini adalah ritmenya. Sidney Sheldon hampir tidak memberi kesempatan pembaca bernapas terlalu lama. Setiap kali satu misteri terjawab, muncul teka-teki baru yang lebih besar. Kilas balik memang cukup sering digunakan, tetapi penyampaiannya singkat dan efektif sehingga tidak mengganggu alur utama.
Yang juga menarik adalah keputusan Sheldon memperlihatkan identitas dalang di balik konspirasi relatif lebih awal. Biasanya novel thriller menyimpan identitas pelaku hingga bab terakhir. Namun di sini, pembaca sudah mengetahui siapa musuh sebenarnya, sementara ketegangan justru bergeser pada pertanyaan lain: apakah Diane dan Kelly bisa selamat, dan bagaimana mereka menghentikan rencana tersebut?
Konspirasi yang menjadi inti cerita pun terasa menarik karena mengangkat gagasan yang terdengar seperti fiksi, tetapi memiliki dasar ilmiah yang membuatnya terasa masuk akal. KIG ternyata menyimpan penelitian tentang teknologi pengendali cuaca. Bayangkan jika hujan, badai, kekeringan, atau angin topan dapat diciptakan sesuai keinginan manusia. Teknologi semacam itu tentu bisa menjadi penemuan luar biasa untuk membantu pertanian atau mengurangi dampak bencana.
Namun, seperti banyak penemuan besar lainnya, teknologi tersebut juga bisa berubah menjadi senjata yang sangat berbahaya. Jika cuaca dapat dikendalikan demi kepentingan politik atau perang, maka keseimbangan dunia akan berada di tangan segelintir orang. Sheldon memanfaatkan premis ini untuk mengangkat tema tentang kerakusan, penyalahgunaan ilmu pengetahuan, dan obsesi terhadap kekuasaan.
Pesan Moral
Meski ditulis lebih dari dua dekade lalu, isu tersebut masih terasa relevan. Hari ini, dunia terus membahas perubahan iklim, rekayasa cuaca, hingga etika penggunaan teknologi. Hal itu membuat cerita dalam novel ini tetap menarik untuk dibaca, meskipun beberapa aspek teknologinya tentu sudah berkembang dibandingkan ketika novel ini pertama kali diterbitkan.
Seperti karya-karya Sidney Sheldon lainnya, kekuatan novel ini bukan hanya terletak pada misterinya, tetapi juga pada cara ia menulis. Kalimat-kalimatnya ringkas, dialognya tajam, dan perpindahan adegan berlangsung cepat tanpa membuat pembaca kehilangan arah. Bahkan adegan romantis pun ditulis seperlunya, tanpa berlarut-larut.
Meski demikian, beberapa pembaca mungkin merasa beberapa kebetulan dalam cerita terlalu "pas" dan beberapa karakter pendukung tidak mendapat pendalaman yang cukup. Namun kelemahan tersebut nyaris tertutupi oleh alur yang terus bergerak dan kemampuan Sheldon membangun ketegangan hingga halaman terakhir.
Are You Afraid of the Dark? membuktikan bahwa thriller yang baik tidak selalu bergantung pada aksi spektakuler atau teknologi canggih. Sidney Sheldon menghadirkan sebuah novel yang mengajak pembaca merenungkan harga yang harus dibayar ketika ambisi manusia berusaha mengambil alih sesuatu yang semestinya berada di luar kendalinya.
Identitas Buku
- Judul: Are You Afraid of the Dark?
- Penulis: Sidney Sheldon
- Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
- Tahun Terbit: 2004
- ISBN: 978-979-22-1157-3
- Tebal: 440 halaman
- Genre: Fiksi Suspense, Misteri, dan Thriller