Ulasan
Mengurai Mitos, Ritual Sesat, dan Pengusiran Setan di Film The Tao Exorcist
The Tao Exorcist merupakan film horor-thriller Taiwan yang disutradarai oleh Chiou Hau-jou. Film ini dibintangi oleh Tsao Yu-ning sebagai Xiao Tuo, Chloe Xiang sebagai Nianqi, Tien Hsin, Kaiser Chuang sebagai Zhen-Kai, serta sejumlah aktor pendukung lainnya. Diproduksi oleh Star Shine Film, film berdurasi sekitar 109 menit ini dirilis secara teatrikal di Taiwan pada 30 April 2026.
Di Indonesia, The Tao Exorcist mulai tayang di bioskop mulai hari ini, 5 Agustus 2026. Antara lain di jaringan Cinépolis Cinemas, CGV, dan Flix Cinema. Informasi ini dikonfirmasi melalui pengumuman resmi bioskop dan akun-akun informasi film lokal.
Misteri Belasan Tahun Lalu di Balik Ritual Aliran Hitam

Kisah berlatar sebuah keluarga yang dililit utang dan terdesak oleh penagih utang. Ayah tiri, Zhen-Kai, yang putus asa, memutuskan untuk menghidupkan kembali ritual gelap terlarang yang pernah dipelajarinya. Ia mengorbankan keberuntungan anak-anaknya demi mendapatkan kekayaan secara cepat. Ritual tersebut berhasil mendatangkan uang, namun konsekuensinya jauh lebih mengerikan.
Xiao Tuo, seorang mahasiswa muda yang memiliki latar belakang sebagai pengusir setan dari keluarga yang terkait dengan praktik spiritual Tao, mulai mencurigai teman sekelasnya, Nianqi. Ia menyadari bahwa Nianqi dan saudara-saudaranya menunjukkan tanda-tanda kerasukan. Seiring penyelidikan, Xiao Tuo menemukan bahwa roh jahat tersebut dapat berpindah dari satu saudara ke saudara lainnya. Zhen-Kai sendiri merencanakan pembersihan mematikan terhadap keluarga. Keterkaitan roh jahat ini ternyata menjangkau ayah Xiao Tuo yang cedera serta sebuah kasus orang hilang yang terjadi lima belas tahun sebelumnya. Film ini mengeksplorasi tema keserakahan, pengorbanan keluarga, dan harga yang harus dibayar dari praktik okultisme.
Review Film The Tao Exorcist

The Tao Exorcist mengangkat tema yang relevan dengan budaya Asia Timur, yaitu pesugihan atau ritual pengorbanan demi kekayaan. Film ini mencoba menggabungkan elemen horor supernatural dengan drama keluarga dan misteri. Pendekatan yang digunakan lebih menekankan pada dampak psikologis dan moral daripada sekadar jump-scare berulang. Suasana tegang dibangun melalui latar rumah yang terasa menekan, perilaku aneh anggota keluarga, serta pengungkapan rahasia masa lalu secara bertahap.
Dari sisi akting, para pemain memberikan performa yang solid. Tsao Yu-ning menampilkan sosok pengusir setan muda yang berkomitmen, sementara Chloe Xiang berhasil menggambarkan karakter yang tertekan dan rentan. Kaiser Chuang sebagai ayah yang terdorong ke jurang keputusasaan memberikan nuansa gelap yang kuat, dan Tien Hsin memperkuat dimensi emosional keluarga. Kalau menurutku sih interaksi antar tokoh dan adegan action yang melibatkan elemen spiritual sudah cukup bagus sih.
Akan tetapi, film ini tidak luput dari kritik dariku, terlebih pada plot yang menjadi terlalu rumit di bagian akhir, dengan beberapa lubang cerita dan kecenderungan melodramatis yang berlebihan. Elemen eksorsisme tradisional Tao (seperti penggunaan jimat, pedang kayu peach, atau ritual formal) kurang menonjol dibandingkan yang diharapkan dari judul film ini. Fokus justru lebih banyak pada konflik keluarga dan konsekuensi moral daripada pertarungan supernatural yang intens. Musik latar juga dikritik karena kurang mendukung atmosfer horor secara optimal.
Jadi kesimpulannya, The Tao Exorcist berfungsi sebagai peringatan tentang bahaya keserakahan yang melibatkan anggota keluarga sendiri. Film ini lebih cocok buat kamu yang menyukai horor dengan lapisan drama dan tema sosial-spiritual, bukan sekadar tontonan yang mengandalkan teror visual semata ya, Sobat Yoursay.
Salah satu adegan yang paling menakutkan adalah saat pembukaan film. Di tengah malam, seorang ayah melempar anak-anaknya ke dalam kiln (tungku pembakaran) sambil bergumam, “Mereka sudah bukan milik kita lagi.” Jeritan anak-anak yang perlahan tenggelam dalam api menciptakan kesan mengerikan yang kuat. Adegan ini tidak hanya brutal secara visual, tetapi juga menggambarkan kehancuran moral seorang ayah yang rela mengorbankan keturunannya demi keuntungan materi. Suasana gelap, suara jeritan yang memudar, serta dialog yang dingin membuat adegan tersebut terasa sangat merinding dan sulit kulupakan.
Adegan lain yang intens melibatkan perilaku mengganggu saudara-saudara Nianqi ketika kerasukan mulai menyebar. Perubahan sikap yang tiba-tiba, ekspresi wajah yang tidak wajar, serta ancaman pembersihan yang direncanakan Zhen-Kai menambah ketegangan secara psikologis.
Untuk adegan yang paling membekas adalah momen ketika Xiao Tuo dan Nianqi bersama-sama mengungkap kebenaran di balik ritual dan kasus orang hilang lima belas tahun silam. Pengungkapan keterkaitan antara roh jahat, ayah Xiao Tuo, dan keluarga Nianqi memberikan dampak emosional sekaligus menakutkan. Tak hanya itu, bentrokan antara Xiao Tuo dan kekuatan gelap yang memadukan dimensi fisik serta spiritual, ditambah dinamika hubungannya dengan figur-figur senior dalam keluarga, hal ini sebagai bagian yang paling meninggalkan kesan mendalam sih buatku dan mungkin sebagian penonton di bioskop. Kombinasi antara pengorbanan, pengkhianatan, dan konsekuensi spiritual membuat bagian-bagian tersebut bertahan lama di benakku.
The Tao Exorcist layak ditonton bagi penggemar film horor Asia yang tertarik pada tema ritual gelap dan dampaknya terhadap keluarga. Meskipun memiliki kekurangan dalam konsistensi narasi, film ini berhasil menyampaikan pesan moral yang kuat tentang harga yang harus dibayar dari ambisi yang tak terkendali. Dengan penayangan yang baru dimulai di bioskop Indonesia mulai hari ini, 5 Agustus 2026. Film ini memberikan alternatif tontonan horor yang berbeda dari produksi lokal maupun Barat. Rating pribadi: 7/10.