Ulasan
Why You Should Read Children's Books: Pengingat untuk Orang Dewasa
Why You Should Read Children's Books, Even Though You Are So Old and Wise karya Katherine Rundell adalah esai singkat yang mengajak pembaca dewasa melihat sastra anak dari sudut pandang berbeda.
Buku ini mempertanyakan anggapan bahwa cerita anak hanya cocok untuk pembaca kecil. Rundell justru menunjukkan bahwa sastra anak dapat menghidupkan kembali imajinasi, rasa kagum, dan kepekaan yang sering memudar ketika seseorang bertambah dewasa.
Melalui tulisan yang ringan dan persuasif, penulis membahas mengapa buku anak tetap penting dibaca bahkan setelah kita merasa sudah terlalu tua. Ia juga mengajak pembaca menikmati kembali emosi, keceriaan, dan kebebasan imajinasi yang menjadi kekuatan utama cerita anak.
Salah satu gagasan menarik dalam buku ini adalah bahwa membaca sastra anak bukan bentuk pelarian dari kehidupan.
Buku anak justru dapat menjadi tempat untuk mencari sesuatu yang mungkin hilang dari keseharian, seperti rasa ingin tahu, keberanian bermimpi, dan kemampuan melihat dunia dengan lebih terbuka.
Karena itu, membaca cerita anak saat dewasa tidak seharusnya membuat seseorang merasa malu atau menganggap dirinya sedang kembali kekanak-kanakan.
Rundell juga menyoroti bagaimana fiksi anak memiliki kemampuan menghadirkan emosi secara lebih jujur. Cerita anak tidak selalu berusaha menyembunyikan rasa takjub, kegembiraan, kesedihan, atau harapan di balik bahasa yang terlalu rumit.
Keterusterangan tersebut justru dapat membuat pembaca dewasa kembali merasakan sesuatu yang mungkin lama mereka abaikan.
Esai ini terasa menyenangkan karena tidak hanya berbicara tentang manfaat membaca, tetapi juga merayakan keberadaan sastra anak itu sendiri.
Rundell membahas asal-usul sastra anak, tempatnya dalam masyarakat, serta kekuatan cerita untuk memengaruhi pembaca dari berbagai usia.
Pembahasannya memberikan gambaran singkat mengenai sejarah dan perkembangan bacaan anak sekaligus membuka keinginan untuk mengenal lebih jauh dunia sastra tersebut.
Keunikan buku ini terletak pada keberaniannya membalik anggapan umum tentang bacaan yang dianggap serius. Buku dengan tokoh anak, petualangan, fantasi, atau emosi yang terang-terangan sering kali dipandang kurang penting dibandingkan karya yang dianggap lebih dewasa.
Rundell menolak pandangan tersebut dan mengingatkan bahwa kesederhanaan bukan berarti dangkal, sementara kegembiraan tidak berarti kehilangan kedalaman.
Gaya bahasa Rundell terasa cerdas, hangat, dan penuh semangat. Ia menyampaikan gagasan yang cukup serius tanpa membuat esainya terasa seperti kajian akademis yang kaku.
Hasilnya adalah bacaan pendek yang mudah dinikmati, tetapi tetap meninggalkan banyak pemikiran setelah halaman terakhir selesai dibaca.
Bagi pembaca dewasa yang mulai merasa jauh dari buku anak, esai ini bisa menjadi pengingat yang menyenangkan. Tidak ada alasan untuk menyembunyikan novel anak di balik sampul buku yang terlihat lebih serius hanya agar tidak merasa malu membacanya di tempat umum.
Justru dengan membacanya secara terbuka, kita dapat mengakui bahwa imajinasi, rasa kagum, dan kegembiraan bukan milik masa kanak-kanak saja.
Buku ini juga cocok bagi siapa saja yang sedang mencari bacaan reflektif tentang hubungan manusia dengan cerita. Setelah membacanya, kita mungkin terdorong membuka kembali buku masa kecil atau mencoba cerita anak yang belum pernah dibaca.
Dari sana, pengalaman membaca dapat terasa lebih personal, hangat, dan penuh kejutan.
Pesan terpentingnya sederhana: menjadi dewasa tidak berarti harus meninggalkan rasa takjub yang pernah membuat dunia terasa begitu luas dan penuh kemungkinan, tetap relevan sepanjang usia.
Pada akhirnya, Why You Should Read Children's Books, Even Though You Are So Old and Wise adalah perayaan kecil terhadap kekuatan sastra anak. Buku ini mengajak kita berhenti mengukur kualitas bacaan berdasarkan usia pembacanya.
Jika sebuah cerita mampu membuat kita kembali penasaran, berani bermimpi, dan memandang dunia dengan perspektif baru, mungkin kita memang tidak pernah terlalu tua untuk membacanya.