Ulasan

Never-Ending Summer: Drama dengan Opening Bergaya Donghua yang Colorful

Never-Ending Summer: Drama dengan Opening Bergaya Donghua yang Colorful
Drama Never-Ending Summer (IQIYI)

Masih belum bisa move on dari pesona setting lokasi asri di drama Our Generation, aku lantas menjumpai drama baru Never-Ending Summer dengan vibes serupa.

Mengutip Mydramalist, Never-Ending Summer merupakan drama yang diadaptasi dari web novel berjudul Zhui Luo karya Tian Cu Yu yang mengusung genre romance dan youth. Drama ini disutradarai oleh Hsu Chao Jun yang rilis pada 16 - 30 Juni 2026 dan tayang lewat platform MangoTV hingga Iqiyi dengan total 29 episode.

Romansa Light Ala Youthfull

Never-Ending Summer mengisahkan seorang siswi SMA cerdas bernama Zhou Wan (Bao Shang En) yang menjual catatan-catatan materi pelajaran secara ilegal dengan harga fantastis di bawah nama samaran Mr. Bow Uang hasil penjualan dia pakai untuk bertahan hidup, biaya berobat sang nenek, hingga membayar sewa rumah.

Aksinya ini diketahui oleh sahabatnya yakni Jiang Yan (Zhao Ying Bo) yang sama-sama murid cerdas bahkan masuk peringkat besar nasional.

Suatu hari, seorang siswa berandalan bernama Lu Xi Xiao (Daniel Zhou) berniat membeli catatan pelajaran kepada Mr. Bow atas petunjuk Jiang Fan (Fu Wei Lun), seorang siswa kocak nan jenaka. Namun, Mr. Bow mendadak hilang bahkan sampai menghapus akun WeChat.

Berbekal foto profil Mr. Bow, Xi Xiao lantas melakukan penyelidikan mandiri dan menemukan rahasia besar Zhou Wan, yang menyeret mereka ke dalam akar masalah paling riweuh dan brutal.

Tentang Mr. Bow, silsilah keluarga Xi Xiao yang mendalangi motif minggatnya ibu Zhou Wan, hingga misteri kematian ayah Zhou Wan. Akankah mereka berdua tetap bertahan atas nama cinta, atau saling melenyapkan dengan nestapa?

Pshycological Brutal yang Dieksekusi Light

Takjub sekaligus terpekur, itulah reaksiku setelah menonton Never-Ending Summer. Drama ini memiliki opening berupa animasi khas donghua, dengan pemilihan colouring yang joyfull yang menjadi ciri khas. Hal ini mirip dengan format drama Derailment yang ber-opening kota futuristik kental, ya.

Menggunakan gaya sinematografi ber-tone hangat khas youth, dan polesan genre bad boy x clever girl yang gamblang, penonton kian dibuat baper bahkan delulu sejak menit pertama. Namun begitu memasuki konflik nyatanya, penonton seketika disuguhi intrik gelap antara dominasi dunia yang nggak pernah adil.

Drama ini secara bertahap menunjukkan pesona plot membara tentang eksplanasi konflik. Kendati story-nya cukup klise dan pernah kujumpai model serupa di platform-platform online, tetapi emosi penonton tetap dikuras tanpa ampun. Alih-alih baper ala cinta monyet, sajian kekekalan energi dendam beradu kecerdasan dan kelicikan yang tentu relate dalam real life terasa lebih jleb.

Daniel Zhou Terasa Natural Sebagai Bad Boy Ketimbang CEO

Dari pemilihan visual pemeran, set lokasi syuting yang asri, sampai intrik konflik pekat yang sukses dieksekusi brutal, aku akui Never-Ending Summer berhasil menyuguhkan vibes estetik ala youthfull. Story-nya mungkin agak klise, tapi dramanya kukuh meninggalkan kesan mendalam di hati.

Kendati demikian, aku agak menyoroti akting Daniel Zhou yang rasanya lebih cocok kala memerankan Xi Xiao versi siswa bad boy tengil. Bagiku, karakternya lebih ngena, ketimbang saat menjadi petinggi perusahaan. Wajahnya terlalu light untuk vibes gelap penuh balas dendam. Walau begitu, akting Daniel Zhou tetaplah menawan dan terasa totalitas.

Juga pada akting Huang Yi sebagai Guo Xiang Ling yakni ibu kandung Zhou Wan yang layak diacungi jempol. Dia sukses menyajikan perbedaan karakter yang mencolok, pun pada ekspresi wajah yang nggak kaleng-kaleng. Menjadi protagonis, pekerja keras, membunuh nurani, hingga saat menjadi villain, semuanya dilibas. Dibarengi dengan fashion yang menunjang, ya. Bagiku, penampilan Huang Yi terasa relate dengan kehidupan sosial saat ini.

Sedangkan Bao Shang En berhasil memukau penonton lewat karakter Zhou Wan, baik sebagai siswi SMA maupun pegawai kantoran. Baik ekspresi polos nan cerdik, maupun sedikit liciknya tuh masih meninggalkan kesan. Apa ya, berasa dapat transferan ilmu gratis tentang manipulasi psikologis, ambisi, hingga pengorbanan mutlak.

Aku justru kurang sreg dengan akting Wang Ce yang memerankan Lu Zhong Yue, yaitu ayah Xi Xiao. Buatku, dia terkesan konyol ketimbang jahat. Aku nggak tahu apakah memang disetting demikian. Namun kalau boleh jujur, karakternya kebanting dengan Guo Xiang Ling yang elegan tapi berbahaya. Dia terasa lebih sebagai pelengkap ringan, alih-alih villain mengingat karakternya sangat krusial. Sangat disayangkan, sih.

Youthfull Warna-warni Duniawi

Sebetulnya, drama ini berusaha menyampaikan rincian konflik yang ruwet, njelimet, dan bikin mumet. Namun cara penyampaiannya sangat ringan, runut, tidak bertele-tele, dan dibumbui romansa light. Bukan ujug-ujug didominasi oleh karakter tsundere macam Pursuit of Jade, tapi esensinya mudah ditangkap.

Tipikal drama ringan, lah. Bagiku, Never-Ending Summer memiliki satu vibes dengan Hidden Love, Our Generation, sampai Lighter and Princess dari segi konflik yang dibuat light. Namun, kesan psikologisnya dapat banget.

Drama ini mungkin patutnya ditonton untuk usia 16 tahun ke atas, ya. Selain menikmati visual kece, penonton juga diajak berpikir logis bahwa dunia itu nggak adil, dan tiap-tiap orang diberi ujian dan pilihan baik di masa susah maupun senang. Tapi percayalah, real life itu lebih kejam ketimbang drama. Anyway, aku memberikan nilai 8/10 untuk drama ini.

Identitas Drama

  • Judul: Never-Ending Summer
  • Adaptasi: Web Novel Zhui Luo karya Tian Cu Yu
  • Sutradara: Hsu Cao Jun
  • Genre: Youth, Drama, Psychological, Comedy, Slice of Life, Romance
  • Rilis: 16 - 30 Juni 2026
  • Platform: MangoTV, Iqiyi
  • Negara Asal: China
  • Bahasa: Mandarin
  • Jumlah Episode: 29

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda