Ulasan
Power Crazy Ms Wiz: Petualangan Kocak yang Mengajarkan Arti Kekuasaan
Sadar nggak sih kalau dipikirkan, buku anak jauh lebih complicated bahasannya dibanding buku orang dewasa. Meski dikemas dengan cara kreatif dan mudah dimengerti, bobot bahasannya kadang bisa sangat menakjubkan. Dan ironinya, orang dewasa pun kadang tidak tahu. Seperti di buku ini, meski bergenre buku anak yang lucu, tapi bahasannya sudah di ranah geopolitik. Bagaimana jadinya kalau seorang guru penyihir merasa punya kekuatan untuk mengatur pemerintahan sebuah negara? Kacau, absurd, tetapi juga sangat menghibur. Itulah yang terjadi dalam Power-Crazy Ms Wiz atau Ms Wiz Gila Kuasa, buku ke-8 dari seri populer Ms Wiz karya Terence Blacker.
Novel anak ini diterbitkan Gramedia Pustaka Utama pada 2003. Edisi yang beredar di Indonesia hadir dalam format dwibahasa Inggris-Indonesia, sehingga selain menawarkan cerita yang ringan, buku setebal 128 halaman ini juga bisa menjadi teman belajar kosakata bahasa Inggris bagi pembaca muda.
Isi Buku
Tokoh utamanya tentu saja Ms Wiz, seorang guru yang sama sekali tidak biasa. Di balik sosok gurunya, ia ternyata memiliki kemampuan sihir dan kekuatan supernatural. Dalam seri ini, kemampuan tersebut berkali-kali membuat kehidupan sekolah menjadi jauh lebih heboh daripada yang seharusnya.
Kali ini, masalah dimulai dari Podge. Podge sedang menghadapi situasi yang membuatnya kesal. Orang tuanya melarangnya makan biskuit cokelat karena menganggap berat badannya sudah berlebihan. Tidak berhenti sampai di situ, mereka bahkan ingin memindahkannya ke sekolah lain.
Bagi Podge, keputusan tersebut tentu terasa menyebalkan. Namun bagi Ms Wiz, masalah itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Alih-alih sekadar menasihati orang tua Podge, Ms Wiz justru berpikir terlalu jauh. Kalau orang tua boleh memaksa anak melakukan sesuatu yang tidak disukainya, mengapa tidak dibuat saja aturan yang melarang hal tersebut?
Dan bagaimana cara membuat aturan itu? Tentu saja dengan menemui orang paling berkuasa di pemerintahan. Perdana Menteri!
Di sinilah kekonyolan cerita mulai meningkat. Ms Wiz nekat membawa masalah Podge sampai ke tingkat pemerintahan. Ia ingin memengaruhi Perdana Menteri agar membuat undang-undang yang melarang orang tua memaksa anak-anak mereka.
Rencana tersebut sebenarnya sudah terdengar gila. Namun dalam dunia Ms Wiz, sesuatu yang gila justru sering kali menjadi kenyataan.
Dengan kekuatan sihirnya, Ms Wiz berhasil mengendalikan Perdana Menteri. Para politisi pun ikut terkena dampaknya. Bahkan, mereka disihir menjadi monyet. Bayangkan sebuah pemerintahan yang tiba-tiba dipenuhi politisi berbentuk monyet. Kacau? Jelas. Lucu? Sangat.
Tetapi persoalan sebenarnya justru baru dimulai. Ms Wiz yang awalnya menggunakan kekuatannya untuk membantu Podge perlahan menikmati kekuasaan yang dimilikinya. Ia mulai kehilangan kendali dan berubah menjadi sosok yang benar-benar power-crazy alias gila kuasa.
Kelebihan dan Kekurangan
Di sinilah cerita yang awalnya tampak seperti lelucon sederhana berubah menjadi sesuatu yang cukup menarik untuk direnungkan.
Anak-anak diperkenalkan pada gagasan bahwa memiliki kekuasaan tidak otomatis membuat seseorang berhak melakukan apa saja. Bahkan niat awal yang baik bisa berubah menjadi masalah apabila seseorang mulai menikmati kendali atas orang lain.
Terence Blacker menyampaikan pesan tersebut tanpa membuat ceritanya berubah menjadi ceramah moral. Justru humor dan situasi absurd menjadi kendaraan utamanya. Pembaca diajak tertawa dulu, kemudian perlahan menyadari bahwa ada persoalan serius di balik kekonyolan Ms Wiz.
Selain ceritanya yang menghibur, format dwibahasa menjadi daya tarik tersendiri. Pembaca bisa menikmati cerita dalam bahasa Inggris sekaligus memahami terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Dengan demikian, buku ini cukup cocok untuk pembaca muda yang sedang memperkaya kosakata tanpa merasa sedang mengikuti pelajaran bahasa Inggris yang kaku.
Kalimat-kalimat sederhana, dialog yang hidup, dan berbagai kejadian tidak masuk akal membuat buku ini relatif mudah diikuti. Beberapa adegannya bahkan cukup kocak untuk membuat pembaca dewasa ikut tersenyum.
Rekomendasi Pembaca
Power-Crazy Ms Wiz juga menunjukkan karakter khas seri Ms Wiz: seorang guru dengan kemampuan luar biasa yang justru sering membuat masalah menjadi semakin besar ketika berusaha menyelesaikannya.
Pesona ceritanya bukan pada sihir semata, melainkan pada bagaimana kekuatan tersebut digunakan untuk menghadapi persoalan sehari-hari. Dari masalah biskuit cokelat Podge, cerita berkembang menjadi persoalan pemerintahan, kekuasaan, kebebasan, hingga tanggung jawab.
Pada akhirnya, Ms Wiz Gila Kuasa bukan cuma cerita tentang penyihir yang mengendalikan Perdana Menteri. Di balik humor dan kekacauannya, buku ini mengajak pembaca memahami satu hal sederhana: kekuasaan akan menjadi berbahaya ketika seseorang mulai lupa untuk apa kekuasaan itu digunakan.
Dan tentu saja, kalau yang memegang kekuasaan adalah Ms Wiz, jangan berharap semuanya berjalan normal.
Identitas Buku
- Judul: Power-Crazy Ms Wiz
- Penulis: Terence Blacker
- Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
- Tahun Terbit: 2003
- Tebal: 128 halaman
- ISBN: 979-22-0333-8
- Genre: Fiksi anak