Ulasan

Demi Meninggalkan Jalanan, Ia Menukar Namanya dengan Sebuah Petualangan

Demi Meninggalkan Jalanan, Ia Menukar Namanya dengan Sebuah Petualangan
Bloody Jack (Dok. Pribadi/ Chairun Nisa)

Bajak laut pertama yang saya kenal adalah Jack Sparrow. Sosok dengan kapal, laut luas, pedang, dan segala kekacauan yang selalu berhasil membuat petualangan terasa menyenangkan. Karena itu, ketika menemukan novel Bloody Jack karya L. A. Meyer, saya sempat mengira akan bertemu dengan sosok bajak laut yang tidak jauh berbeda.

Ternyata saya justru bertemu dengan Mary Faber, seorang anak perempuan yang tidak pernah merencanakan dirinya untuk menjadi bajak laut.

Novel yang memiliki judul lengkap Bloody Jack: Being an Account of the Curious Adventures of Mary "Jacky" Faber, Ship's Boy ini membawa saya mengikuti kehidupan Mary, seorang anak yatim piatu yang sedang berusaha mencari cara untuk tetap hidup setelah kehilangan keluarganya dan harus tumbuh di jalanan London.

Dari sinilah cerita Mary menjadi menarik, karena perjalanan menuju laut tidak dimulai dari keinginan untuk berpetualang, melainkan dari keadaan yang memaksanya mencari kehidupan baru.

Sinopsis

Mary menjadi yatim piatu setelah ayah, ibu, dan saudara perempuannya meninggal. Kehilangan tersebut membuatnya terlempar ke kehidupan jalanan tanpa tempat untuk bergantung. Ia kemudian diasuh oleh Charlie si Ayam Jantan, pemimpin sebuah geng anak yatim yang mengajarinya mengemis dan mencuri agar bisa bertahan hidup.

Mary akhirnya terbiasa dengan kehidupan yang keras itu, sampai kematian Charlie kembali membuatnya harus mencari cara untuk menyelamatkan dirinya sendiri.

Dalam keadaan seperti itulah Mary memutuskan menyamar sebagai anak laki-laki dan menggunakan nama Jack. Menjadi laki-laki ternyata memberinya kebebasan yang tidak pernah ia rasakan ketika menjadi seorang gadis.

Ia bisa bergerak lebih leluasa, lebih mudah mencari pekerjaan, dan yang paling penting, memiliki kesempatan untuk meninggalkan kehidupan jalanan.

Kesempatan itu datang ketika kapal HMS Dolphin membutuhkan beberapa anak laki-laki untuk bergabung dengan kru. Mary yang kini dikenal sebagai Jack terpilih karena kemampuannya membaca. Dari sinilah kehidupan yang sebelumnya hanya ia bayangkan mulai benar-benar terjadi.

Ia meninggalkan London dan berlayar bersama para awak kapal yang sedang menjalankan misi untuk memburu bajak laut serta merampas harta mereka.

Bagi Mary, kapal tersebut bukan sekadar tempat bekerja, tetapi juga dunia baru yang sama sekali berbeda dari jalanan yang selama ini dikenalnya. Ia mulai mengenal teman-teman baru, belajar kehidupan sebagai pelaut, menghadapi persaingan dengan anggota kru lain, sekaligus terus menyimpan satu rahasia yang bisa menghancurkan semuanya jika terbongkar.

kehidupan Mary di atas kapal menjadi salah satu hal yang paling menarik dalam novel ini. Ia tidak tiba-tiba berubah menjadi tokoh yang hebat hanya karena mendapatkan kesempatan berlayar.

Mary tetap harus belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Ia harus membuktikan bahwa dirinya pantas berada di antara anak laki-laki lain, sementara setiap saat ada kemungkinan seseorang mengetahui bahwa Jack sebenarnya adalah Mary.

Rahasia itu membuat perjalanan di kapal terasa lebih menegangkan, karena masalah yang dihadapi Mary bukan hanya tentang bajak laut atau kehidupan di laut, tetapi juga tentang bagaimana mempertahankan identitas yang selama ini ia sembunyikan.

Namun, semakin jauh membaca, saya justru merasa bahwa Bloody Jack tidak sepenuhnya berhasil membuat saya nyaman dengan semua bagian ceritanya.

Di balik petualangan Mary, terdapat pembahasan mengenai pelecehan, tubuh, seksualitas, dan berbagai ancaman yang dihadapi seorang anak perempuan yang hidup tanpa perlindungan.

Hal tersebut memang menunjukkan bahwa dunia yang dimasuki Mary bukan dunia yang aman, tetapi beberapa bagian terasa cukup berat, terutama karena tokoh utamanya masih sangat muda.

Ada pula beberapa hal yang menurut saya terasa kurang meyakinkan dalam perkembangan Mary, sehingga sesekali saya justru lebih sibuk mempertanyakan logika ceritanya daripada menikmati petualangannya.

Penyamaran Mary sebagai Jack sebenarnya bukan gagasan yang benar-benar baru. Kisah perempuan yang menyamar sebagai laki-laki untuk mendapatkan kebebasan dan kesempatan hidup sudah cukup sering digunakan dalam cerita petualangan.

Karena itu, kekuatan Bloody Jack menurut saya bukan terletak pada ide dasarnya, melainkan pada perjalanan Mary sebagai seorang anak jalanan yang kemudian menemukan dunia baru di atas kapal.

Masa lalunya sebagai yatim piatu, pengalamannya hidup bersama geng anak jalanan, hingga keputusannya meninggalkan semuanya membuat perubahan hidupnya terasa cukup jelas.

Ia tidak sedang mengejar petualangan semata; ia sedang mencari tempat di mana dirinya bisa bertahan dan menentukan nasibnya sendiri.

Saya juga menyukai bagaimana laut dalam novel ini menjadi semacam pintu menuju kehidupan Mary yang baru. Sebelum naik kapal, dunianya terasa begitu sempit: jalanan London, kelaparan, pencurian, dan usaha untuk bertahan sampai hari berikutnya.

Setelah berada di HMS Dolphin, dunia itu tiba-tiba menjadi jauh lebih luas. Ia bertemu orang-orang baru, menemukan persahabatan, mendapatkan musuh, dan mulai mengenal dirinya sendiri dengan cara yang berbeda. Tetapi kebebasan tersebut tetap memiliki harga, sebab selama rahasianya belum terbongkar, Mary tidak pernah benar-benar bisa merasa aman.

Bloody Jack adalah cerita tentang seorang gadis yang terpaksa menjadi orang lain agar bisa mendapatkan kesempatan untuk menjadi dirinya sendiri.

Petualangan di laut memang menjadi bagian terbesar dari ceritanya, tetapi perjalanan Mary dari seorang anak yatim piatu di jalanan hingga menjadi Jack justru menjadi bagian yang paling membuat saya penasaran.

Novel ini memiliki banyak momen menyenangkan dan petualangan yang cukup seru, meskipun beberapa bagian terasa klise dan pembahasan mengenai seksualitas menurut saya cukup mengganggu untuk sebuah novel yang ditujukan kepada pembaca muda.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda