Ulasan

Review Film Paket Santet: Eksperimen Dinna Jasanti Keluar dari Zona Nyaman

Review Film Paket Santet: Eksperimen Dinna Jasanti Keluar dari Zona Nyaman
Foto Film Paket Santet (Instagram/base.id)

Masuk ke genre horor setelah lama bermain di wilayah drama tentu jadi tantangan tersendiri bagi Dinna Jasanti. Melalui film Paket Santet, dia nggak cuma berhadapan dengan santet, gore, dan jumpscare, melainkan juga harus membangun ketakutan dari hubungan tujuh anak muda yang perlahan diguncang teror. Langkahnya terbilang menarik karena latar belakang Dinna Jasanti bisa jadi pembeda ketika dia memasuki genre yang selama ini punya formula sendiri.

Paket Santet merupakan film horor produksi BASE Entertainment yang disutradarai Dinna Jasanti dan tayang di bioskop pada 27 Agustus 2026. Film berdurasi 98 menit ini ditulis oleh Obe Karel, Titien Wattimena, dan Ambaridzki Ramadhantyo. Jajaran pemainnya terdiri dari Fatih Unru sebagai Deva, Yasamin Jasem sebagai Bela, Fadly Faisal sebagai Ale, Gabriella Ekaputri sebagai Celia, Fiki Naki sebagai Firza, Farandika sebagai Glen, serta Azela Putri sebagai Kiki. Fiki Naki juga menjalani debut layar lebarnya melalui film ini.

Cerita Paket Santet mengikuti tujuh mahasiswa yang menerima paket misterius tanpa identitas pengirim. Kiriman tersebut kemudian menjadi awal dari teror yang mengancam keselamatan mereka. Perlahan, mereka menyadari kejadian yang dialami punya hubungan dengan masa lalu dan dendam seseorang. Teror yang awalnya berupa kejadian ganjil berkembang jadi persoalan hidup dan mati, sementara hubungan pertemanan mereka ikut diuji.

Bagaimana akhir terus santetnya? Sobat Yoursay tentu harus nonton sendiri di bioskop!

Mengulik Elemen Mistis Paket Santet

Diawali dari paket yang biasanya identik dengan kegembiraan, di sini, diubah jadi sumber petaka. Dinna Jasanti kemudian mempertemukan kebiasaan masa kini (menerima kiriman) dengan santet, salah satu elemen mistis yang pasaran banget secara cerita. Bahkan gagasan film ini berangkat dari fenomena jasa ‘dukun digital’ yang kemudian dikembangkan menjadi cerita tentang teluh yang dikirim melalui paket.

Menurutku, latar belakang Dinna sebagai sutradara drama yang membuat Paket Santet punya sesuatu untuk ditawarkan. Dia memasuki horor dengan membawa perhatian terhadap hubungan antarmanusia. Ketujuh mahasiswa tersebut bukan sekadar tubuh yang menunggu diteror satu per satu. Mereka punya hubungan, sejarah, konflik, dan persoalan yang membuat ancaman supernatural punya konsekuensi emosional.

Hal ini penting karena horornya akan lebih efektif ketika penonton punya alasan untuk peduli terhadap karakter. Jumpscare mungkin bisa membuat kita terkejut selama beberapa detik, sementara hubungan antarkarakter bisa membuat ketakutan bertahan lebih lama. Ketika seseorang yang sudah kita kenal dalam cerita berada dalam bahaya, rasa takutnya punya bobot berbeda.

Pendekatan tersebut semakin terasa melalui tema dendam akibat perundungan. Bagiku, bagian ini membuat film Paket Santet punya kesempatan untuk bergerak lebih jauh dari cerita mengenai kiriman berisi kutukan. Santet bisa dibaca sebagai konsekuensi dari luka yang pernah dianggap sepele oleh orang lain.

Perundungan memang bukan tema baru. Horor juga sudah berkali-kali menggunakan masa lalu sebagai sumber teror. Namun, ketika isu tersebut ditempatkan dalam kelompok pertemanan anak muda, konflik menjadi lebih dekat dengan keseharian. Candaan yang dianggap biasa oleh seseorang bisa saja menjadi pengalaman buruk bagi orang lain. Luka yang sudah dilupakan pelakunya bisa tetap hidup dalam ingatan korban.

Di sinilah pendekatan drama Dinna Jasanti punya fungsi. Dia perlu membuat penonton percaya bahwa tujuh karakter tersebut memang memiliki hubungan sebelum teror mulai menghancurkan mereka. Tanpa fondasi itu, kematian atau penderitaan karakter hanya akan menjadi bagian dari mekanisme horor. Dengan fondasi yang kuat, setiap kehilangan bisa membawa dampak emosional sekaligus mengubah dinamika kelompok.

Tantangannya tentu besar. Paket Santet harus membagi ruang antara drama pertemanan, misteri, santet, gore, dan jumpscare. Drama yang terlalu dominan bisa membuat ritme horor kehilangan tenaga. Sebaliknya, teror yang terlalu sering muncul bisa membuat persoalan perundungan dan dendam seperti tempelan.

Menurutku, di sinilah debut Dinna dalam genre horor jadi menarik. Dia nggak datang dengan pendekatan yang sepenuhnya asing dari karya-karya sebelumnya. Justru pengalaman menggarap drama jadi bekal untuk membuat teror lebih terasa dekat. Ketakutan dalam Paket Santet bukan cuma berasal dari sesuatu yang gaib, melainkan juga dari hubungan yang retak dan kesalahan masa lalu.

Pilihan menggunakan paket sebagai medium santet pun cocok dengan pendekatan tersebut. Benda yang biasanya datang membawa barang pesanan berubah menjadi pembawa kutukan. Kehidupan modern bertemu kepercayaan lama dalam satu benda yang sangat sederhana. Konsep ini membuat Paket Santet punya ciri khas yang cukup jelas dibandingkan cerita santet yang hanya mengandalkan ritual dan tempat angker.

Jujur saja, aku anggap film Paket Santet sebagai langkah Dinna Jasanti untuk keluar dari zona nyaman tanpa benar-benar meninggalkan kepiawaian dirinya sebagai sutradara film-film drama. Horor jadi kendaraan baru, sementara hubungan manusia tetap menjadi salah satu fondasi ceritanya. Teror lebah, santet, gore, dan paket misterius memang jadi wajah luarnya, sementara luka akibat perundungan dan dendam masa lalu memberikan lapisan yang lebih dekat dan emosional. 

Eksperimen semacam inilah yang membuat film Paket Santet menarik. Dinna nggak sekadar mencoba membuat penonton terkejut. Dia juga mencoba membuat kita memahami mengapa teror tersebut muncul dan siapa yang harus menanggung akibatnya. Ketika horor bertemu drama dengan cara seperti ini, darah dan kutukan akhirnya punya sesuatu yang lebih penting untuk dibicarakan. Selamat menonton, ya. 

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda